Tanpa terasa, Bulan Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita, saat itulah saya selalu berharap agar bisa bertemu lagi di Tahun Depan. Saya selalu menyesal setiap akhir Ramadhan, kenapa saya ngga bisa berbuat baik di setiap helaan nafas saya, kenapa saya hanya tersenyum pada beberapa orang yang saya kenal, bukan jutaan orang yang setiap menit bertemu dengan saya, meski saya tidak tahu siapa dia, kenapa saya tidak bisa selalu berfikir positif pada setiap orang, meskipun dia seorang pencuri sekalipun, mungkin dia mencuri karena terpaksa sebab di rumahnya anak-anaknya butuh makan untuk meyambung nyawanya, oleh karena itu, saya sebagai manusia yang masih banyak dengan kekurangan, pada kesempatan yang baik ini, Mohon Dibukakan Pintu Maaf yang seluas-luasnya, semoga kebaikan itu menjadi milik saya, milik Teman-Teman dan Milik setiap orang di Muka Bumi ini.... SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, 1 SYAWAL 1429 H
regards,
nova dan keluarga
BERITA HARI INI, Powered By METRO TV
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN
Diposting oleh Nova Rahman Jam 07:44 0 komentar
Getting Old
Setiap makhluk hidup di dunia ini sudah sewajarnya mengalami proses kelahiran lalu tumbuh menjadi anak yang lucu, kemudian menjadi remaja yang banyak tingkahnya. Proses berlanjut menjadi manusia dewasa yang mulai bisa memaknai hidup ini, selanjutnya menjadi orang tua yang selalu ingin pengalaman hidupnya dicontoh oleh generasi berikutnya, kemudian menjadi manusia yang tidak berdaya lalu datanglah kematian menjemputnya. Ketika banyak orang-orang yang memanggil saya dengan panggilan “Pak” (kecuali Mahasiswa saya yang memang sebuah penghormatan memanggil saya dengan sebutan itu), saya pun tersentak, berarti saya sudah mulai berada pada fase Getting Old (Menjadi Tua). Di fase ini, banyak hal yang mulai menurun secara grafik terutama yang berhubungan dengan fisik. Buat saya penurunan grafik secara fisik bukanlah hal yang begitu menakutkan, karena hal ini memang sudah sewajarnya berlaku seperti itu. Kendaraan saja jika sudah berusia di atas 20 tahun pasti sudah mulai banyak yang rusak dan harus diganti. Namun yang paling menakutkan buat saya untuk menjadi tua adalah di fase ini, selalu mempunyai keinginan agar orang muda berkaca dari pengalaman hidup sang orang tua bahkan cenderung egois dan memaksakan keadaan agar orang muda mengikuti cara hidupnya.
Menjadi tua merupakan sebuah fase yang menjadi indikator kesuksesan setiap manusia. Sukses biasanya di raih manakala manusia berada pada fase ini. Kata sukses pada fase ini bermakna pada banyak hal. Misalnya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu, bisa mempunyai rumah sendiri, bisa mempunyai kendaraan sendiri dan masih banyak lagi. Setiap orang yang menjadi tua, pasti punya sesuatu yang bisa diceritakan dan dibanggakan pada generasi berikutnya. Bahkan ada orang yang pada fase ini, selalu menceritakan bagaimana dia dulu bekerja begitu sangat keras hingga mendapatkan level sukses yang selalu ia banggakan ke orang muda. Orang tersebut sangat membenci orang muda yang tidak mau bekerja keras seperti dirinya dulu ketika waktu masih muda.
Disinilah letak ke-egois-an orang yang menjadi tua dan sukses. Ketika semua kesuksesan yang diraihnya hanya dinilai dari bagaimana cara dia mendapatkannya waktu ia masih muda dulu. Semua usaha untuk menjadi sukses buat orang muda haruslah mengikuti jalannya, apabila ada di generasi berikutnya yang tidak mengikuti jalannya maka dia akan berkata kalau si orang muda pasti tidak akan bisa meraih sukses seperti dirinya. Dari sinilah banyak orang tua yang memaksakan kehendak pada anaknya ketika anaknya hendak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Seorang dokter cenderung akan mengarahkan bahkan sedikit memaksa agar anaknya mengikuti jejaknya menjadi dokter. Seorang pengacara yang sukses biasanya juga akan seperti itu, begitu juga dengan artis dan profesi lainnya yang dianggap sebagai tambang uang.
Saya banyak menemukan hal ini di mahasiswa saya. Banyak mahasiswa saya yang kuliahnya malas-malasan ketika saya memanggilnya ke ruangan saya dan mulai melakukan pendekatan dari hati ke hati, ternyata mengatakan bahwa sebenarnya dia kuliah itu karena kehendak orang tuanya dan ada rasa tidak enak jika tidak menuruti keinginan orang tuanya.
Hal lain dari menjadi tua adalah setiap perkataannya ingin selalu di dengar oleh orang muda. Sang orang tua akan merasa bahwa pendapatnya lah yang selalu benar. Ketika orang muda ikut berpendapat, maka pendapat orang muda akan begitu mudahnya tidak dihiraukan, karena menganggap orang muda kurang punya pengalaman. Yang menggelitik saya adalah, orang-orang yang saat ini menjadi tua dengan begitu banyaknya pengalaman, saat muda dulu juga mendapat perlakuan yang sama pula yaitu banyak pendapatnya yang tidak di dengar. Sang orang tua yang saat itu muda begitu bencinya terhadap orang tua yang memberikan perlakuan tersebut. Tapi anehnya seolah-olah dia lupa, kini saat dia menjadi tua, hal tersebut dilakukannya kepada orang muda. Ini berarti bahwa kebanyakan dari manusia itu memang egosentris, saat dia berada di luar dia ingin yang di dalam ikut mendengarkan pendapatnya, tetapi saat dia berada di dalam, dia tidak ingin mendengar pendapat yang diluar, meskipun dulu dia asalnya berada di luar.
Itulah sebenarnya yang saya takutkan saat menjadi tua. Takut jika saya lupa pada asal saya sebenarnya, posisi saya sebelumnya. Takut menjadi egois, ingin menang sendiri dan tidak mau mendengarkan pendapat yang lebih muda. Takut merasa selalu hebat, selalu benar, merasa kalau kesuksesan itu bisa ditempuh jika mengikuti jejaknya secara utuh. Padahal jalan sukses setiap orang tidak harus sama perjalanannya. Jika ada orang yang ingin ke Denpasar Bali, dia bisa naik pesawat langsung ke Denpasar, dia bisa naik kapal laut, dia bisa melalui jalan darat baik naik bis, mobil pribadi, sepeda motor, atau bahkan jalan kaki, semuanya bisa sampai ke Denpasar Bali.
Mudah-mudahan Tuhan memberikan saya kekuatan untuk menjadi orang tua dengan spirit milik orang muda...
Regards,
Nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 12:35 2 komentar
Cardiothoracic Ratio (CTR)
Postingan kali ini sebenarnya karena semangat yang ditularkan oleh Sdr Adji dari Yogyakarta, yang dalam sebuah e-mailnya mengatakan bahwa supaya saya jangan pernah bosan untuk menularkan ilmu saya kepada teman-teman lain, karena kata-kata Sdr Adji itulah, saya bela tidur agak malam, dan tidak tidur setelah sahur dan Sholat Shubuh, padahal biasanya saya ngga tahan sama ngantuk kalo Bulan Puasa lho. Oke baiklah kita mulai. Pada pemeriksaan radiologi khususnya Thorax, kadang-kadang ditemukan dimana ukuran bayangan jantung terlihat lebih besar dari biasanya. Meskipun terlihat lebih besar dari biasanya, kita tidak bisa langsung mengatakan bahwa jantung tersebut mengalami pembesaran atau biasa disebut Cardiomegally. Untuk menentukan apakah jantung tersebut mengalami pembesaran, maka diperlukan sebuah perhitungan yang disebut dengan Cardiothoracic Ratio, mau tahu bagaimana pengukurannya.... Sebelum kita mulai dengan Cardiothoracic Ratio, mari kita mulai dari anatomi jantung terlebih dahulu. Contoh Foto Thorax Pada Kasus ASD
Anatomi dan Fisiologi Jantung
Jantung adalah pusat dari sistem kardiovaskuler yang terletak dalam rongga dada diantara 2 paru. Jantung dilapisi oleh sebuah kantung disebut perikardium (kantong fibroserosa), fungsinya adalah membatasi pergerakan jantung dan menyediakan pelumas. Perikardium terletak dalam mediastinum medius, posterior terhadap corpus sterni dan kartilago costae II sampai VI.
Perikardium terdiri dari :
1. Perikardium fibrosum → terletak di bagian luar dan terikat kuat
2. Perikardium serosum (bagian dalam ) terdiri dari :
- lamina parietalis berdekatan dengan perikardium fibrosum
- Lamina visceralis berhubungan erat dengan jantung = epikardium
Ruang diantara lamina parietalis dan visceralis disebut cavitas perikardiak, yang berisi cairan perikardial, berfungsi sebagai pelumas.
Batas jantung
- Batas kanan oleh atrium kanan
- Batas kiri oleh auricula sinistra
- Bawah oleh ventrikel sinistra
Ruang-ruang jantung → dibagi oleh septum vertikal menjadi empat bagian atrium dextra, atrium sinistra, ventrikel dextra dan ventrikel sinistra.
Otot jantung terdiri dari tiga lapisan
1. Endokardium (bagian dalam)
2. Miokardium
3. Epikardium
Otot atrium lebih tipis dibandingkan otot ventrikel. Antara atrium kanan dan ventrikel kanan terdapat katup trikuspidalis (terdiri dari tiga daun katup). Antara atrium kiri dengan ventrikel kiri terdapat katup mitralis ( terdiri dari dua daun katup).
Antara ventrikel kiri dan aorta dan ventrikel kanan dengan arteri pulmonalis terdapat katup semilunaris ( terdiri dari tiga daun katup). Gerakan katup pada dasarnya adalah pasif, membuat aliran darah menuju kesatu arah.
Otot atrium dan ventrikel berkontraksi dengan cara yg mirip dengan otot rangka, hanya kontraksi otot jantung lebih lama. Umumnya jantung berkontraksi secara ritmik sekitar 70 – 90 denyut/menit pada orang dewasa. Konduksi jantung terdiri atas otot jantung khusus yang terdapat pada nodus sinuatrialis, nodus atrioventrikularis, fasikulus atrioventrikularis (sinistra & dextra) dan sub-endokardial serabut purkinje
Nodus sinoatrial terletak pada dinding atrium dextra dibagian atas tepat disebelah kanan muara vena cava superior. Nodus atrioventrikular terletak di bagian bawah tepat diatas tempat perlekatan septum trikuspidalis. Fasciculus atrioventrikular ( berkas his) merupakan jalur serabut otot jantung yang menghubungkan miokardium atrium dan ventrikel terdiri dari cabang berkas kanan (right bundle branch) dan cabang berkas kiri ( left bundle branch)
Teknik Radiografi Thorax
Untuk mendapatkan gambaran dari bayangan jantung, kita membutuhkan sebuah foto thorax dengan proyeksi Postero Anterior (PA). Untuk mendapatkan foto thorax yang baik, maka harus mengikuti Teknik Radiografi Thorax yang benar.
Posisi Pasien
Pasien diupayakan untuk berdiri (erect) membelakangi tabung sinar-x. Hal ini dikarenakan, saat berdiri, maka semua bentuk anatomi dari Paru-Paru dan Jantung berada pada posisi yang normal. Jika foto thorax terutama untuk melihat bayangan jantung dilakukan supine (tidur terlentang), maka gambaran jantung akan terlihat lebih besar jika dibandingkan dengan berdiri. Jantung itu ibarat balon yang diisi dengan air, sehingga apabila diposisikan supine akan melebar ke samping. Lagipula dengan posisi pasien yang erect, foto thorax akan memberikan informasi tambahan yang sebenarnya, seandainya saja pada rongga thorax pasien terdapat cairan. Dengan berdiri, cairan akan berada di bawah (sesuai dengan sifat air yang selalu menempati tempat terbawah), sehingga mudah di diagnosa.
Posisi Objek
Kedua punggung tangan diletakkan di atas pinggang masing-masing. Kedua shoulder terletak pada bidang yang sama supaya thorax simetris antara kanan dan kiri. Kepala di ekstensikan dan dagu diletakkan di atas kaset atau bucky stand. Kedua siku di dorong kedepan supaya bagian anterior dada menempel sempurna di kaset.
Central Ray dan Central Point
Central Ray di arahkan tegak lurus horizontal terhadap kaset dan di pusatkan setinggi thorakal VI.
Perhitungan Cardiothoracic Ratio (CTR)
Setelah foto thorax PA sudah jadi, maka untuk membuat perhitungan CTR nya kita harus membuat garis-garis yang akan membantu kita dalam perhitungan CTR ini.
1. Buat garis lurus dari pertengahan thorax (mediastinum) mulai dari atas sampai ke bawah thorax.
2. Tentukan titik terluar dari kontur jantung sebelah kanan dan namakan sebagai titik A.
3. Tentukan titik terluar dari kontur jantung sebelah kiri dan namakan sebagai titik B.
4. Buat garis lurus yang menghubungkan antara titik A dan B
5. Tentukan titik terluar bayangan paru kanan dan namakan sebagai titik C.
6. Buat garis lurus yang menghubungkan antara titik C dengan garis mediastinum.
7. Perpotongan antara titik C dengan garis mediastinum namakan sebagai titik D
Jika foto thorax digambar dengan menggunakan aturan di atas maka akan di dapatkan foto thorax yang sudah di beri garis seperti di bawah ini :
Setelah dibuat garis-garis seperti di atas pada foto thorax, selanjutnya kita hitung dengan menggunakan rumus perbandingan sebagai berikut :
Ketentuan : Jika nilai perbandingan di atas nilainya 50% (lebih dari/sama dengan 50% maka dapat dikatakan telah terjadi pembesaran jantung (Cardiomegally)
Contoh :
Pada sebuah foto thorax, setelah dibuat garis-garis untuk menghitung Cardiothoracic Ratio, di dapat nilai-nilai sebagai berikut :
Panjang garis A ke B = 10 cm
Panjang garis C ke D = 15 cm
Dari nilai-nilai di atas, apakah jantun pada pasien tersebut dapat dikategorikan sebagai Cardiomegally atau tidak?
Jawab :
Sesuai dengan rumus perbandingan yang telah dijelaskan, maka kita masukan nilai-nilai tersebut di atas.
karena nilai ratio nya melebihi 50%, maka jantung pasien tersebut dapat dikategorikan Cardiomegally (terjadi pembesaran jantung).
Beberapa Penyebab Cardiomegally
1. Atrial Septal Defect (ASD)
ASD adalah kelainan pada sekat atrium. Ini merupakan kelainan bawaan, dimana 80% - 90% terjadi pada orang dewasa. Wanita 3 kali lebih banyak daripada laki-laki yang memiliki kelainan ASD ini. Pada kasus ASD terjadi pembesaran pada ventrikel kanan dan seluruh bagian dari arteri pulmonaris. Atrium kanan juga mengalami pembesaran, namun pada foto thorax sulit dibedakan dengan pembesaran pada ventrikel kanan.
2. Mitral Stenosis
Mitral Stenosis merupakan akibat dari rheumatic carditis yang terjadi 5 sampai 10 tahun sebelumnya. Mitral Stenosis akan memperlihatkan pembesaran bayangan jantung dikarenakan terjadi oedema pada arteri pulmonaris. Awalnya rheumatic Mitral Stenosis didistribusikan oleh arteri pulmonaris ke lobus bagian atas dari paru-paru. Kemudian arteri pulmonaris membesar seiring dengan terjadinya hipertensi pada arteri pulmonaris. Pada foto thorax akan tampak membesar atrium kiri, ventrikel kanan dan cabang-cabang dari arteri pulmonaris
3. Left Ventricular Aneurysm (LVA)
LVA adalah aneurisma yang terjadi pada ventrikel kiri. Hal ini disebabkan karena terjadi pembesaran pada ventrikel kiri. Ventrikel kiri ini membesar akibat beberapa penyakit seperti TB, Kalsifikasi Infark atau Asbestos Disease.
Demikian diskusi kita kali ini, bagi yang ingin mendapatkan artikelnya dalam bentuk PDF yang sudah rah silahkan download disini
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 10:52 11 komentar
Berita Duka Cita
Inna lillahi Wa inna ilaihi Raaji'uun, telah meninggal dunia Orang tua (Ibu) dari Rahpien Yuswani (Radiografer yang sekarang menjadi staf di ATRO Citra Bangsa Yogyakarta) pada tanggal 2 September 2008, menjelang Sholat Tarawih. Saya mendapatkan kabar langsung dari Rahpien, bahwa Ibundanya tercinta tertabrak motor, saat akan menjalankan sholat tarawih. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Alloh SWT, dan bagi yang ditinggalkan terutama Rahpien diberikan kesabaran dan ketabahan.
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 14:23 0 komentar
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H / 2008 M
Buat teman-teman sejawat radiografer se-Indonesia yang menjalankan ibadah puasa dan belum punya jadwal Imsakiyah, berikut jadwalnya :
Jadwal Imsakiyah untuk DKI Jakarta dan sekitarnya
Jadwal Imsakiyah untuk kota-kota lain
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Buat Yang melaksanakannya
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 12:55 0 komentar