BERITA HARI INI, Powered By METRO TV

POLISI TANGKAP MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIHUNI TERORIS *** MASYARAKAT MENYAKSIKAN PENGEPUNGAN TERORIS DARI JARAK SEKITAR 200 METER *** SUASANA DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG MASIH MENCEKAM *** MABES POLRI BELUM BISA PASTIKAN YANG DI DALAM RUMAH ITU NOORDIN M TOP *** RATUSAN WARGA DIGIRING POLISI MENJAUH DARI LOKASI BAKU TEMBAK *** LIMA TRUK POLISI DAN MOBIL PENJINAK BOM DIDATANGKAN DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** HINGGA MALAM INI MASIH TERJADI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** DIDUGA ADA LIMA TERORIS DI DALAM RUMAH YANG DIKEPUNG DENSUS 88 *** TATAK ADALAH ANAK MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIGEREBEK, GURU AGAMA DI SMP MUHAMMADIYAH, KEDU *** ARIS DAN INDRA ADALAH SEPUPU TATAK, YANG JUGA DITANGKAP DENSUS 88 PADA TIGA TAHUN LALU *** TIGA TENTARA NATO TEWAS DI AFGHANISTAN *** KANADA TETAP KELUAR DARI AFGHANISTAN PADA 2011 *** JALAN SUDIRMAN DAN JALAN THAMRIN, JAKARTA, AKAN DITUTUP PADA MINGGU (9/8), PUKUL 05.00 - 10.00 WIB *** KETUA KPU: PUTUSAN MK PERKUAT PERATURAN KPU *** KASUS POSITIF FLU BABI DI 21 PROVINSI DI INDONESIA MENCAPAI 691 ORANG, 3 MENINGGAL *** DUA PASIEN FLU BABI DIRUJUK KE RSUD SOSODORO DJATIKOESOEMO, BOJONEGORO, JATIM *** TIMOR LESTE USUL BANGUN LEMBAGA ADAT PERBATASAN *** BI AKAN GANDENG LPPI ATASI MASALAH SDM PERBANKAN SYARIAH *** DUA WARGA DITANGKAP DI RUMAH TATAK, USAI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** TERJADI BAKU TEMBAK ANTARA TERORIS DAN POLISI DI DESA BEJI, KEC. KEDU, TEMANNGGUNG, JATENG, PUKUL 16.00 WIB *** KEJAGUNG: SIDANG PRITA JALAN TERUS MESKI TERJADI PERDAMAIAN *** PEMERINTAH TETAPKAN 3 HARI, JUMLAH MAKSIMAL HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA 2010 *** POLRI BELUM BERSEDIA SEBUTKAN NAMA 4 SAKSI DUGAAN SUAP KPK *** POLRES KUDUS: 720 RIBU PITA CUKAI ROKOK PALSU DARI JAKARTA SEMPAT DIEDARKAN *** LUMAJANG, JATIM, BERSIAGA HADAPI LETUSAN SEMERU YANG KINI STATUSNYA WASPADA *** POLDA JATIM TERBITKAN SP3 KASUS LAPINDO *** PEMERINTAH SIAPKAN PERPRES BARU TENTANG LAPINDO *** KEJAKSAAN LIMPAHKAN BERKAS PERKARA 5 TERSANGKA PEMBUNUHAN NASRUDIN KE PN TANGERANG *** PRESIDEN DIPASTIKAN AJUKAN CALON GUBERNUR BI KEPADA DPR PERIODE 2004-2009 *** BI: PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II LEBIH RENDAH *** DEPKEU TARGETKAN INVENTARISASI ASET NEGARA SELESAI AKHIR 2009 *** PEMERINTAH JAMIN TARIF LISTRIK 2010 TIDAK NAIK *** BI PERKIRAKAN HINGGA AKHIR TAHUN RUPIAH TETAP MENGUAT *** INDEKS STRAITS TIMES DITUTUP TURUN 52,15 POIN KE POSISI 2.549,35 *** MK KABULKAN SEBAGIAN PERMOHONAN UJI MATERI PASAL 205 AYAT 4 UU NO. 10/2008 TENTANG PEMILU LEGISLATIF *** DEPBUDPAR RENCANAKAN PERGELARAN SENI MENGENANG WS RENDRA *** INVESTASI JALAN KA LUBUKLINGGAU-TALA MENCAPAI RP 11,271 TRILIUN *** BMKG: SEPTEMBER KALBAR BARU DIGUYUR HUJAN *** KAJATI MALUT, BURHANUDDIN: SEJAK JANUARI-JULI 2009 SELURUH KEJAKSAAN MALUT SIDIK 17 KASUS DUGAAN KORUPSI YANG RUGIKAN NEGARA RP 60 MILIAR, BARU RP 32 MILIAR UANG NEGARA DISELAMATKAN *** IHSG DITUTUP TURUN 10,84 POIN KE POSISI 2.349,13 *** 99 SISWA SMU DARI BERBAGAI DAERAH IKUTI PROGRAM PERTUKARAN KE AS *** MENHUT BELUM BERSEDIA KELUARKAN IZIN PINJAM PAKAI HUTAN UNTUK NEWMONT *** KETUA KPU KRITIK BAWASLU YANG DINILAI MENIMPAKAN SEMUA PERSOALAN KE KPU *** KEJAGUNG TERUS KAJI UPAYA HUKUM SELANJUTNYA ATAS PUTUSAN YANG MEMBEBASKAN MUCHDI PR

KUIS lagi buat Radiografer se-Indonesia

Pada kesempatan ini, saya coba buat kuis lagi, tapi yang ini agak susah dikit ya(ngga susah-susah amat kok)tapi hadiahnya lumayan kok, mau tahu ...

Kuisnya adalah seperti ini :

di bawah ini, saya mempunyai data mengenai densitas yang dihasilkan dari dua merk film kita sebut aja film A dan film B. Berikut data-datanya :



Dengan menggunakan data-data di atas, hitunglah :

a. Film mana yang memiliki Speed paling tinggi
b. Film mana yang memiliki D-max paling tinggi
c. Film mana yang memiliki kontras paling tinggi

Petunjuk menjawab :
- Gunakan data-data tersebut di atas untuk menjawabnya (hrs menggunakan kurva karkteristik)

- Jawaban harus benar untuk ketiga point

- Jawaban dikirim ke e-mail nova_rahman@yahoo.com paling lambat tanggal 28 Mei 2009

Bagi pengirim yang menjawab dengan benar untuk ketiga point tersebut dan tidak melebihi waktu yang ditentukan akan mendapatkan hadiah berupa CD Mastering MRI - Musculosceletal. Kuis ini tidak berlaku untuk Mahasiswa ATRO Baiturrahmah Padang (soalnya mahasiswa saya pasti bisa mengerjakan ini, karena sudah pernah saya bahas di kelas)

Semoga teman-teman banyak yang berhasil menjawabnya, saya tunggu ya

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Isi Artikel Yuk....

Buat semua pengunjung blog Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia, kami sangat mengharapkan teman-teman bisa berbagi artikel di sini, supaya Tempat Nongkrong ini bisa kita rasakan bahwa ini adalah milik bersama, Jika ada yang berminat, silahkan kirim artikelnya ke e-mail : nova_rahman@yahoo.com . Nama dan foto pengirim pasti akan saya tampilkan. Semoga teman-teman merespon ini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Mari Berkaca !

Essei kali ini saya buat berdasarkan pengalaman saya beberapa hari yang lalu saat mengadakan perjalanan ke Pekanbaru... mau tahu...

Kira-kira 3 hari yang lalu saya mengadakan perjalanan ke Pekanbaru dalam rangka supervisi mahasiswa ATRO Baiturrahmah Padang yang sedang melakukan Praktek Kerja Nyata di tiga Rumah Sakit Swasta yang lumayan besar. Setelah saya melakukan komunikasi yang santai (ini biasa saya lakukan di lingkungan ATRO), maka saya mendapatkan sebuah info yang mengejutkan... Mahasiswa saya mengatakan bahwa di salah satu Rumah Sakit tersebut ada seorang radiografer yang menjadi instrukturnya selalu memojokkan diri dan teman-temannya yang jika saya menilai ini malah lebih ke arah intimidasi secara psikologis. Sang radiografer tersebut seringkali mengatakan kepada mahasiswa saya tersebut, bahwa mahasiswa saya tersebut tidak pantas untuk praktek disitu sebab mahasiswa saya itu (maaf jika mungkin terlalu kasar) bodoh katanya. Belum lagi jika ada kesalahan sedikit langsung di marahi dengan bertubi-tubi, tanpa memberi kesempatan mahasiswa tersebut mengungkapkan alasan. Jika mahasiswa tidak berani memegang alat, sang radiografer langsung memarahinya dengan mengatakan bahwa mahasiswa tersebut tidak inisiatif, padahal mahasiswa saya sebelumnya belum mendapatkan mandat untuk megang alat tersebut dan mereka tidak berani karena alat yang digunakan tergolong baru dan mahal-mahal. Saya bisa memahami bagaimana perasaan mahasiswa saya saat ini.

Teman-teman sekalian, pernahkan kita berkaca pada diri kita sendiri, bayangkan saat kita dulu pernah jadi mahasiswa ATRO. Saya rasa kita saat itu kondisinya tidak jauh berbeda dengan mahasiswa ATRO yang saat ini sedang PKL, mungkin jangan-jangan lebih parah dari kondisi sekarang. Saya sendiri tidak malu mengakui hal tersebut, dulu saya adalah mahasiswa ATRO yang biasa-biasa saja, saya pernah bikin foto thorax terlalu hitam kemudian tanpa rasa salah saya berikan foto tersebut ke dokter ahli radiologi, kemudian foto tersebut langsung dilempar dihadapan saya. Pada saat saya kuliah di ATRO saya itu ngga tahu yang namanya CT Scan,MRI dan modalitas imaging lainnya yang canggih-canggih (karena waktu itu masih sangat jarang).

Teman-teman, jika saat ini kita menjadi radiografer yang pintar, ahli atau sebutan lainnya, itu sebenarnya hanya merupakan proses pengalaman dengan jam terbang yang tinggi. Saya bisa pastikan bahwa radiografer yang baru lulus, harus terlebih dahulu diajarkan mengenai beberapa pemeriksaan radiologi yang ada pada sebuah Rumah Sakit, masih harus di training dsb. Tidak ada radiografer yang baru lulus kemudian langsung ahli.

Saya punya pengalaman, ada seorang mahasiswa saya waktu saya masih di Jakarta, mahasiswa saya tersebut tergolong biasa-biasa saja bahkan menurut saya tidak tahu apa itu CT Scan multislice. Saat ini dia sudah menjadi radiografer yang mampu mengerjakan CT Cardio 64 Slice lengkap dengan rendering MIP, 3D. Kemampuan itu tidak mungkin didapatkannya saat masih di ATRO, tapi pasti saat sudah bekerja kemudian dia mendapatkan training, lalu dia punya jam terbang yang tinggi dengan CT Cardiac.


Saya punya pengalaman lain, saat saya masih di Jakarta, saya pernah supervisi mahasiswa saya yang sedang PKN di daerah Bandung. Pada saat supervisi kebetulan saya bertemu dengan radiografer yang saya kenal. Saat bertemu dia sudah pegawai tetap disitu. Lalu ketika saya ngobrol sama dia, dia mengatakan bahwa mahasiswa yang PKN di tempat dia itu payah-payah, anatomi ngga ada yang ngerti dan sebagainya. Saya dalam hati tertawa terbahak-bahak, kenapa…. Karena radiografer yang bicara sama saya, dulunya adalah mahasiswa saya angkatan pertama, dan waktu jadi mahasiswa, dia adalah mahasiswa saya yang lulus paling terakhir, itu juga karena banyak dosen yang sudah kasihan lihat dia ngga lulus-lulus…..

Kita harus berkaca, bahwa kita dulu juga mengalami proses PKL, tidak pintar, pemalas, kurang inisiatif. Namun semua akan mengalami proses yang maju. Namun proses ini dipengaruhi banyak hal diantaranya respon positif yang diberikan radiografer senior yang ditemukannya. Jadi dengan kata lain, seorang radiografer senior yang membimbing mahasiswa akan ikut mengambil peran dalam pembentukan mahasiswa tersebut menjadi seorang radiografer. Jika dihasilkan radiografer yang tidak kompeten, maka sang radiografer senior ikut bertaggungjawab karena dulu tidak mengajarkan kepada radiografer tersebut saat mereka menjadi mahasiswa.

Saya sangat berharap kepada setiap radiografer di seluruh Indonesia yang kebetulan saat ini sedang mendapatkan mahasiswa ATRO yang sedang praktek di tempat Saudara masing-masing, perlakukanlah mahasiswa tersebut layaknya adik kita yang memerlukan bimbingan, karena mereka memang belum mengerti jalan ini, seandainya mereka salah, hukumlah dengan cara yang arif dan bijak, sehingga mahasiswa akan tumbuh menjadi radiografer yang juga berfikir arif dan bijak kelak.

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

DISCOGRAPHY

Wah udah lama juga nih saya ngga posting disini, maaf ya teman-teman soalnya belakangan ini banyak yang harus saya selesaikan dalam minggu kemarin.... Nah saat ini saya mencoba posting saah satu artikel mengenai pemeriksaan yang mungkin sudah lama ngga di lakukan di ruang radiologi (atau mungkin masih ada temen-temen yang masih melakukannya). Pemeriksaan tersebut adalah Discography, buat pengunjung blog yang belum tahu apa pemeriksaan Discography tersebut silahkan baca selengkapnya.....

Discography
Nova Rahman, Dipl.Rad, S.Si


Pengertian

Discography adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan pemeriksaan secara radiografi dari diskus intervertebralis dengan memasukkan bahan kontras media positif kedalam pertengahan diskus dengan cara memasukkan jarum ganda.

Hal-Hal Yang Berhubungan Dengan Pemeriksaan

Pemeriksaan discography pertama kali diperkenalkan oleh seorang Radiolog asal Swedia yaitu K. Lindblom pada tahun 1948 dan dikembangkan oleh Doward dan Butt. Pemeriksaan ini digunakan untuk memperlihatkan herniasi discus atau degenerasi yang biasanya terjadi pada daerah lumbo-sacral dan terkadang terjadi di daerah cervical. Discography dapat dilakukan terpisah atau bersama-sama dengan myelography.


Anatomi dan Fisiologi

Discus adalah ruang persendian yang dibentuk antara dua vertebrae yang dikuatkan oleh ligamentum yang berjalan didepan dan dibelakang corpus vertebrae sepanjang columna vertebralis. Discus pada masing-masing corpus berbentuk pendek silindris.



Banyak lamella vertikal pada daerah discus yang berbentuk spons,sehingga memungkinkan untuk menahan goncangan. Bagian luarnya dilingkupi tulang keras yang tipis.
Discus terdiri dari :

1. Lingkaran fibrus cartilago, merupakan lapisan cartilago yang menutupi permukaan atas dan bawah dari setiap body vertebrae.

2. Annulus fibrosus, merupakan lapisan jaringan fibrus dan cartilago yang membentuk bantalan diantara lingkaran cartilago.

3. Nucleus pulposus ;yaitu pusat dari annulus fibrosus.

Pada keadaan normal, discus berfungsi sebagai penahan goncangan dan memberikan keseimbangan pada columna vertebralis pada saat tubuh dalam keadaan tegak.

Sendi yang terbentuk antara discus dan vertebrae adalah persendian dengan gerakan yang terbatas saja dan termasuk sendi jenis simfisis,yaitu sebuah persendian yang hanya dapat bergerak sedikit, tetapi jumlahnya yang banyak memberi kemungkinan membengkok kepada columna secara keseluruhan.

Gambar anatomi Discus. Gambar tersebut dibuat dengan potongan sagital. (1) Annulus Fibrosus, yang menjadi dasar lingkaran fibrosus. (2) Nucleus Pulposus, yang menjadi pusat dari discus dan merupakan target dari penyuntikan pada discography. (3) Ligamen Longitudinal Anterior. (4) Ligamen Longitudinal Posterior. (5) Canalis Vertebralis

Selama menjadi bagian yang tidak kaku dari columna vertebralis,maka discus ini akan memberikan flexibilitas dan mempunyai tekanan yang sama,tetapi jika dalam keadaan fleksi ,ekstensi atau salah satu sisinya menahan beban,maka salah satu sisi discus tersebut akan menambah tekanan sesuai dengan besar tekanan tersebut.

Indikasi Pemeriksaan

Yang menjadi indikasi mengapa pemeriksaan ini dilakukan adalah :
a. Ruptur Nukleus Pulposus
b. Lesi internal discus, yang tidak dapat dilihat pada pemeriksaan myelografi.
c. HNP (Hernia Nucleus Pulposus)
d. Penyempitan saluran spinal canal.

Kontra Indikasi

Tidak semua klinis diatas dapat dilakukan pemeriksaan ini. Ada beberapa kontra indikasi dibawah ini yang menyebabkan pasien tidak dapat dilakukan pemeriksaan tersebut yaitu :
a. Alergi terhadap bahan kontras.
b. Pendarahan
c. Multiple sclerosis

Alat dan Bahan

1. Steril
- 1 buah needle dengan ukuran 20, yang panjangnya 12,5 cm.
- 1 buah needle dengan ukuran 25, yang panjangnya 13,5 cm.
- 1 buah spuit 10 ml.
- 1 buah spuit 2 ml.
- Drawing-up canule
- Gallipot
- Kain kassa dan kapas


2. Unsteril
- Botol obat anti septik ;hibitane 0,5 %
- Botol anastesi lokal ;lignocaine 1 %
- Ampul konras media
- Jarum disposible
- Obat-obat Emergensi

Perlengkapan Pemeriksaan

Menurut standar prosedur yang berlaku, pemeriksaan ini harus menggunakan pesawat yang dilengkapi dengan fluoroscopy lengkap dengan CCTV.

Persiapan Pasien

Persiapan yang harus dilakukan pasien sebelum pemeriksaan adalah :
- Pasien puasa selama 5 jam sebelum pemeriksaan.
- Pasien diberi penjelasan tentang prosedur pemeriksaan.
- Dibuat foto pendahuluan posisi AP dan Lateral pada daerah yang akan diperiksa.

Premedikasi

Diberikan obat sedatif, yaitu kombinasi dari 10 mg Drop ridol dan 0,15 mg phenoperidin (Park, 1973).

Bahan Kontras

- 0,5 cc – 2 cc Angiografin atau conray 280.
- Garam meglumine dari iothalamate atau diatrizoate 0,5 cc – 2 cc.

Prosedur Pemeriksaan

Pada pemeriksaan discography, ada dua cara dalam penyuntikan kontras media yaitu :
1. Dengan 1 jarum (Standard spinal puncture needle).
2. Dengan 2 jarum (The double needle combination).

Kombinasi dengan jarum double lebih baik daripada dengan satu jarum.
Double jarum terdiri dari :

1. Jarum ukuran 20, yang akan digunakan untuk menyuntik spinal dan mencapai annulus fibrosus.

2. Jarum ukuran 25 (lebih panjang dari jarum ke-1),yang akan digunakan sebagai jarum penunjuk untuk menembus celah sampai menemukan pusat dari nucleus pulposus.

Jarum yang digunakan untuk daerah cervical biasanya digunakan dengan panjang 2-2,5 inchi,sedangkan untuk daerah lumbal 3,5-5 inchi.Penyuntikan dilakukan dibawah kontrol fluoroskopi.

I. Prosedur Pemeriksaan Lumbal discography


- Pasien diposisikan lateral decubitus, dengan punggungnya dilengkungkan serta lutut dibengkokkan.Bantalan busa hendaknya ditempatkan disuatu tempat yang dianggap perlu agar tulang belakang itu menjadi paralel dengan meja.

- Daerah yang akan dipunksi diberikan anti septik.

- Kemudian dengan kontrol fluoroskopi, jarum dengan ukuran 20 ditusukkan diantara ruas spinosus dan langsung ketulang cincin dari discus yang akan diperiksa,ujung jarum menembus annulus fibrosus.


- Kemudian masukkan jarum kedua,kedalam jarum kesatu (jarum kedua lebih panjang daripada jarum kesatu),sehingga jarum tersebut terletak dalam nucleus pulposus.

- Kemudian dilakukan penyuntikan kontras media.

- Lalu dibuat proyeksi lateral dengan jarum tetap berada didalamnya.Bila kontras media sudah cukup,jarum dicabut dan daerah penyuntikan ditutup.

- Kemudian pasien diposisikan supine, paha di fleksi secukupnya agar bagian belakang tubuh menempel meja pemeriksaan.

- Kemudian dibuat posisi AP dengan 100 – 200 cranialy.

- Jika dibutuhkan maka dibuat foto oblique.




II. Prosedur Pemeriksaan Cervical Discography

- Pasien diposisikan supine.
- Kemudian prosedur penyuntikan dan pemasukkan kontras media sama seperti prosedur lumbal discography.

- Jika tidak ada peralatan Biplane, dapat digunakan table top grid untuk menempatkan film dengan CR vertikal dan mobile unit untuk proyeksi lateral cross table.

- Proyeksi yang dilakukan AP dengan CR 100 cranialy, yang bertujuan untuk mengurangi kurva lordotik yang disebabkan oleh ketinggian kepala pasien.




Komplikasi

- Rasa pegal pada daerah punksi.
- Retro peritenal haemorahage.
- Disc herniation

Perawatan Pasien

- Bed rest selama 24 jam.
- Periksa tekanan darah dan pernapasan setiap 30 menit selama 4 jam pertama dan setiap 4 jam selama 24 jam.


Kesimpulan

Discography atau Nucleography adalah pemeriksaan secara radiografi dari discus Invertebralis, dengan menggunakan kontras media positif. Discography umumnya dilakukan pada daerah lumbal tetapi kadang-kadang juga dilakukan pada daerah cervical.

Untuk discography lumbal setelah penyuntikan kontras media maka dilakukan proyeksi Lateral, AP dan Oblique jika dibutuhkan. Sedangkan untuk cervical discography proeksi yang dilakukan adalah lateral dan AP dengan CR 100 cranially yang bertujuan untuk mengurangi kurva lordotik yang disebabkan oleh ketinggian kepala pasien.

Perawatan pasien setelah pemeriksaan adalah bed rest selama 24 jam, periksa tekanan darah dan pernafasan setiap 30 menit selama 4 jam pertama dan setiap 4 jam selama 24 jam.

Saran

Bagi pasien yang terdapat kontra indikasi sebaiknya tidak dilakukan pemeriksaan ini sebab nantinya pasti akan justru menambah beban bagi pasien tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Merril’s Atlas Of Radiography Positions and Radiologic Prosedures Volume III, Philip W. Ballinger.

Diagnostic Radiography A Concise Practical Manual, Glenda J. Bryand

Discography, Bruno Grignon

Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis, Evelyn C. Pierce.

Demikian postingan saya kali ini, mudah-mudahan bermanfaat

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

REPORTASE SEMINAR PARI DI YOGYAKARTA

Setelah ditunggu-tunggu sama Radiografer yang sering nongkrong, akhirnya ada juga Reportase Seminar Yogya (sebenarnya saya sudah terima beberapa hari yang lalu, cuma baru sempat hari ini saya posting) berikut reportasenya (termasuk gallery dan materi seminar yang bisa di download disini)

Ass. Wr Wb
Kepada Rekan_Rekan Radiografer yang saya hormati,

Perkenankan kami melaporkan hasil Seminar Radiologi Yogyakarta yang diadakan pada Tanggal 21 Maret 2009 kemarin. Seperti kita ketahui, bahwa Kita sebagai pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila ditinjau dari aspek hukum adalah hubungan antara subyek hukum dan obyek hukum.

Hubungan antara pelayan kesehatan (tenaga Kesehatan khususnya) dengan pasien adalah apa yang
dikenal sebagai perikatan, dimana perikatan tersebut dapat berupa perjanjian, tetapi dapat pula berbentuk perikatan yang berdasarkan perundang-undangan. Dalam menjalankan tugasnya seorang tenaga kesehatan mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana tercantum dalam pasal 53 ayat 2 UU nomor 23/1992 tentang kesehatan yang berbunyi ”tenaga
kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk memenuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.” Disisi lain dalam menerima pelayanan pasien akan mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI no 23/1996 tentang tenaga kesehatan terutama dalam pasal 23 yang berbunyi : ” pasien berhak atas ganti rugi apabila dalam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dlm pasal 22, mengakibatkan terganggunya kesehatan, cacat, atau kematian yang terjadi karena kesalahan atau kelalaian.” Dua ketentuan tersebut diatas yang seringkali dipakai untuk menuntut tenaga kesehatan apabila dalam memberikan pelayanan kurang berkenan bagi pasien, sehingga bila kita lihat atau dengar berita akhir-akhir ini banyak memunculkan gugatan malpraktek.

Seminar radiologi kali ini dengan tema
“PELAYANAN BIDANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DARI ASPEK
HUKUM DAN STANDARD PELAYANAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL” adalah dalam rangka memberikan bekal kepada peserta tentang pentingnya standar pelayanan dan standar profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan serta bekal pengetahuan tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, khususnya radiografer dalam menjalankan tugasnya sehari hari.


Rekan Radiografer yang kami cintai, kami laporkan berkaitan dengan kegiatan seminar radiologi ini diikuti lebih dari 250 peserta (tepatnya 254 peserta) yang berasal dari radiografer di
sekitar yogyakarta dan banyak pula dari luar propinsi D.I Yogyakarta, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI jakarta serta perwakilan radiografer seluruh indonesia dari aceh sampai irian. Kami tidak pernah menyangka bahwa antusias para peserta sampai jauh melebihi target kami, sehingga kekurangan-kekurangan dalam pelayanan kami kepada peserta kemungkinan membuat ketidaknyaman, mohon kami dimaafkan.

Akhirnya............., kami segenap panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung sEmInar radiologi ini, juga kepada pihak sponsor : PT. Bayer Shcering Pharma sebagai Sponsor Utama Kami, CV. Bengawan Indah, Omnipaque, CV. Tri Cipta Jaya, CV Hanif Sejahtera, CV. Mulya Husada, Iopamiro, Ultravist, PT. Tawada indonesia, PT. Modern internasional dan Pramita Lab kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya.

Tak lupa terima kasih kami tujukan kepada Blog-Blog Radiografer yang ikut berpartisipasi dalam menyebarkan informasi Seminar Radiologi Yogyakarta ini kepada seluruh Radiografer seluruh Indonesia.
Kami ucapkan terimakasih kepada

1.NOVA RAHMAN dalam blog http://nova-rahman.blogspot.com/ sebagai Tempat Nongkrong Radiografer Se Indonesia
2.BERRY DEVANDA dalam blog http://fisikamedis.blogspot.com/
3.WAHYU HIDAYAT dalam blog http://posradiografer.blogspot.comdalam/ POS RADIOGRAFER.COM,
4.ALUMNI ATRO JAKARTA TH 2003 dalam blog http://atro2003.blogspot.com/
5.PARI Pengda Kep Riau dalam blog http://www.parikepri.com/
6.Dan teman-teman yang memiliki blog yang ikut serta menyebarkan informasi ini, yang tidak dapat kami sebut satu persatu.
Terima Kasih .................. Terima Kasih .............
dan dalam melaksanakan seminar ini tentunya panitia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan untuk itu kami mohon keikhalsannya untuk memaafkan kami.
Bila ada waktu dan kesempatan akan kami laporkan Materi Seminar secara terpisah dalam halaman lain dalam blog ini......
Pengalaman adalah guru paling berharga dalam hidup ini, makanya setelah pelaksanaan seminar ini, kami mulai menata kembali segala sesuatu untuk pelaksanaan seminar enam bulan lagi (sekitar habis lebaran) agar dalam pelaksanaan nanti, kami dapat memberi kenyamanan yang lebih baik daripada seminar ini. Kami merencanakan sebuah Seminar Wisata yang kami kemas dalam bentuk Seminar yang bermutu sebagai bekal Radiografer di kemudian hari. Mungkin ada masukan-masukan yang bisa kita tampung untuk pelaksanaan mendatang, mungkin isi materi, wisata, berapa hari pelaksanaannya, dll

silahkan beri komentar di bawah ini, terima kasih

Wass. Wr Wb

Sincerelly
Probo Waseso

Berikut Gallerynya....














Buat teman-teman yang ingin mendownload materi-materi seminar Yogya silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

Tragedi Situ Gintung

Kami keluarga besar Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia menyatakan Turut Prihatin dan Turut ber belasungkawa atas Tragedi Jebolnya tangul Situ Gintung di Ciputat Tangerang, Semoga Allah SWT menguatkan hati para korban yang selamat dan memberi tempat yang layak bagi korban yang tewas. Berikut Foto-Foto Yang kami rangkum dari berbagai sumber seperti detik.com, kompas.com

Kondisi Tanggul sesaat setelah jebol

Kondisi Mobil Yang terhantam Air dari Jebolnya Tanggul

Petugas Yang Sedang Mengevakuasi Korban Meninggal

Masjid Yang Tetap Kokoh Berdiri Pada Kejadian Jebolnya Tanggul


regards,

nova

Baca Selengkapnya...

INVESTASI

Para pengunjung blog mungkin sering mendengar kata Investasi, pasti langsung berfikir mengenai modal, uang dsb. Pada postingan kali ini, saya mencoba membuat essei mengenai Investasi, tapi investasi yang coba saya tawarkan benar-benar beda, tidak membutuhkan uang atau modal usaha, mau tahu.....

INVESTASI

Nova Rahman, Dipl.Rad, S.Si


Anda pernah dibenci orang, di fitnah, orang lain iri, curiga pada Anda dan berbagai perlakuan negatif yang pernah Anda terima? Saya rasa jawabannya pasti pernah…

Namun apakah Anda pernah berfikir bahwa perlakuan negatif tersebut sebenarnya disebabkan karena sikap Anda sendiri? Saya rasa Anda lebih suka menjawab bahwa perlakuan negatif yang Anda terima adalah lebih dikarenakan memang orang lain yang memperlakukan Anda secara negatif telah memiliki sifat-sifat negatif tadi…

Investasi

Investasi jika saya boleh menggambarkan istilah tersebut adalah kita menanam sesuatu (bisa modal usaha, bisa benih tanaman atau apapun) yang kemudian akan kita ambil hasilnya pada waktu yang memiliki interval agak lama sejak kita menanam sesuatu tadi. Hasil yang bisa kita ambil sangat tergantung dengan apa yang kita tanam. Tahukah Anda, segala perkataan, tindakan dan sikap kita saat ini semuanya adalah investasi !

Suatu ketika tetangga saya memarahi anaknya, mungkin karena anaknya berbuat sesuatu yang menurut orang tuanya tergolong perbuatan yang nakal. Saat memarahi anaknya, sang ibu seringkali mengatakan perkataan yang kasar misalnya “dasar anj***g “dsb . Saya sangat sering mendengar hal ini. Beberapa waktu berikutnya, sang anak bermain-main dengan temannya, kemudian sang anak terlibat adu mulut dengan temannya karena sang anak berfikir bahwa temannya ini curang. Yang membuat saya kaget, sang anak mengeluarkan kata-kata “dasar anj***ng” ke temannya tersebut. Saya kaget karena sang anak mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan ibunya saat memarahinya, untuk mengungkapkan rasa emosi sang anak. Beberapa waktu kemudian, di saat sang anak sudah cukup besar ( ya kira-kira usia kelas 3 atau 4 SD) anak tadi dimarahi oleh ibunya karena suatu kesalahan. Sang anak merasa tidak terima kemudian sang anak melontarkan sebuah kata ke ibunya “dasar anj***ng”. Waduh saya lebih kaget lagi, kok bisa ya anak sekecil itu berani bicara kasar ke ibunya?

Di sebuah Panti Jompo, duduk seorang Bapak yang kira-kira usianya sudah 70 tahun-an. Bapak tadi duduk di kursi dengan menghadap ke pintu. Setiap orang yang datang melalui pintu tersebut, Bapak tadi tampak senang sesaat, tapi kemudian kembali termenung. Begitu terus kejadiannya setiap ada yang masuk melalui pintu tersebut.

Ketika ditanyakan kepada pengurus panti siapa Bapak itu, kenapa dia sampai di sini dan apa yang dilakukannya dengan duduk di situ, di dapat jawaban seperti berikut : Bapak itu dulunya adalah seorang yang sangat sukses. Anak dari Bapak itu berjumlah 3 orang, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Bapak itu di saat sukses, sangat sibuk mengurusi bisnisnya hingg sangat jarang pulang ke rumah. Saat pulang pun, Bapak tersebut tidak menemui anak-anaknya karena saat pulang anak-anaknya sudah tertidur lelap, atau Bapak itu sudah sangat lelah sehingga tidak sempat menemui anak-anaknya karena Bapak itu langsung istirahat, terlelap di tempat tidurnya. Untuk kebutuhan ekonomi anak-anaknya, Bapak itu sangat memperhatikan, berapa biaya sekolah, biaya les, privat dan sebagainya.

Kejadian ini berlangsung dengan waktu yang cukup lama, hingga anak-anaknya tumbuh dewasa. Sang Bapak hampir tidak pernah memeluk dan mencium anak-anaknya. Tidak ada transfer cinta dan kehangatan dari sang Bapak kepada anak-anaknya. Anak-anak yang sudah tumbuh dewasa, sudah sangat terbiasa dengan ketiadaan Bapaknya di rumah, tidak ada peluk cium, tidak ada teguran lembut, nasehat yang membatasi gerak gerik sang anak ataupun wejangan untuk bekal sang anak. Anak-anak tersebut tumbuh tanpa perhatian sang Bapak.

Anak-anak yang telah tumbuh dewasa kemudian menjadi orang-orang yang sukses mengikuti jejak Bapak mereka. Mereka pun kemudian larut dengan kesibukan pekerjaan dan urusan keluarganya masing-masing. Suatu saat, Ibu yang mengurusi mereka sejak kecil meninggal dunia, ini adalah pukulan yang sangat berat buat anak-anak yang sukses itu. Sepeninggal Ibu mereka, sang Bapak tetap dengan kesibukannya sebagai pengusaha yang sangat sukses, hingga suatu ketika dalam sebuah rapat, Sang Bapak tiba-tiba terjatuh. Bapak tersebut di bawah ke rumah sakit. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, diketahui Bapak tersebut mengalami stroke yang mengakibatkan separuh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Di saat-saat seperti ini, anak-anak dari Bapak tersebut berunding, siapa yang akan menjaga Bapak mereka ketika Bapak tersebut sudah pulang dari rumah sakit. Ketiga anak tersebut mengaku bahwa saat ini mereka sangat sibuk dengan bisnisnya masing-masing, dimana saat ini bisnis mereka harus dijaga dengan baik. Tidak ada satupun anak yang menyanggupi untuk menjaga Bapak mereka. Muncul ide untuk mencarikan perawat atau pembantu untuk mengurusi Bapak mereka, namun tidak ada satupun yang punya waktu untuk mencari perawat atau pembantu yang tepat untuk Bapak mereka.

Akhirnya ketiga anak tadi sepakat, Bapak mereka akan di bawa ke panti jompo, karena mereka tidak usah pusing lagi memikirkan siapa yang akan merawat Bapak mereka, mereka tinggal membayar biaya perawatan Bapak mereka (buat anak-anak ini, uang bukan masalah). Akhirnya di bawalah Bapak itu ke Panti Jompo ini. Saat awal dititipkan, anak-anak Bapak tersebut masih sempat menjenguk, misalnya dalam satu minggu sekali. Kemudian menjadi semakin jarang, sebulan sekali, 3 bulan sekali hingga akhirnya seperti saat ini sudah hampir dua tahun anak-anaknya tidak pernah datang lagi. Biaya perawatan pun kini hanya ditransfer saja. Bapak tersebut selalu duduk menghadap pintu sambil melihat orang yang datang sebenarnya adalah Bapak tersebut selalu berharap bahwa orang yang datang melalui pintu tersebut adalah anak-anak dia.

Dua kisah di atas, membuktikan bahwa setiap perkataan, tindakan dan sikap kita merupakan sebuah investasi. Jika kita mengatakan suatu hal yang negatif maka suatu saat kita akan mendapatkan kata-kata negatif dari orang lain yang pernah kita lontarkan kata-kata negatif tersebut. Jika kita tidak pernah mencintai anak-anak kita dengan tulus, tidak pernah menyediakan waktu untuk bermain-main, mengajarkan suatu hal yang baru, menasehatinya sebagai bentuk perhatian kita terhadap mereka, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan perasaan yang hampa, kosong dan tidak perduli dengan kita. Di saat kita membutuhkan mereka saat kita tidak bisa melakukan apa-apa sendiri, maka mereka akan tidak pernah ada di samping mereka.

Maka cintailah orang lain terutama anak-anak kita dengan tulus, jangan pernah berfikir negatif, lontarkan kata-kata yang positif, bangun perhatian dan kasih sayang, nasehati mereka jika mereka punya salah sebagai bentuk perhatian kita, peluk dan cium mereka supaya mereka bisa merasakan transfer kehangatan cinta yang tulus itu, sediakan waktu untuk bersama mereka, tumbuh bersama mereka..... maka mereka akan ada di saat kita membutuhkan mereka

Regards,

Nova


Baca Selengkapnya...

Aplikasi CT Scan Non Medis

Tadi pagi saat saya buka e-mail, saya mendapatkan e-mail dari Mas Heriyanto, Radiografer di RSUP Fatmawati yang mengirimkan artikelnya untuk ditampilkan di Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia, wah tentu saya seneng banget kalo ada pengunjung blog yang mau berbagi ilmunya disini, namanya aja Tempat Nongkrong, siapa aja boleh berbagi di sini. Mau tahu artikelnya.....

Non Medical CT Scan Applications

Aplikasi CT Scan Non Medis


Heriyanto, Radiografer RSUP Fatmawati Jakarta.

Mungkin sehari-hari kita mengunakan CT Scan untuk tujuan penunjang diagnosa medis yang notabene berkaitan dengan seorang pasien. Namun ada beberapa aplikasi penggunaan CT Scan yang penulis lakukan yang mungkin atau tidak berhubungan langsung dengan pemeriksaan yang bertujuan mencari diagnosa suatu penyakit/medis.

Diantaranya adalah :
1. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan benda-benda masa lampau atau fosil-fosil baik manusia, hewan, ataupun benda-benda lain.

2. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan mineral/batu-batuan yang berhubungan dengan eksplorasi minyak atau gas bumi.



1. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan fosil atau benda-benda masa lampau/prasejarah.

Fosil atau benda-benda prasejarah terkadang, bahkan sebagian besar sangat rapuh karena telah menjalani masa yang sangat panjang sebelum ditemukan. Pengunaan CT Scan untuk memeriksanya saat ini telah menjadi salah satu prosedur yang dapat diandalkan bahkan menjadi prosedur tetap.

Kegunaan CT Scan pada pemeriksaan fosil diantaranya adalah:

a. Merupakan salah satu teknik tidak merusak ( Non Destructive Technique ) dimana kita dapat melihat isi, bentuk, maupun lapisan bagian terluar maupun bagian dalam dari suatu bahan fosil dan dapat direkontruksi ulang dengan berbagai macam penggunaan filter/kernel yang berbeda atau tools post prosesing pada CT Scan. (misalnya suatu mummy yang terbungkus sarkofagus, kita dapat melihat bagian dalam mummy tersebut tanpa membuka bungkus sarkofagusnya sehingga ahli paleontologi dapat mengidentifikasinya, kemudian dapat kita perlihatkan tampilan MPR (Mutiplanar Recontructions); yang berguna melihat lapisan demi lapisan pada semua bidang potongan (axial,sagital maupun coronal), SSD/3D yang berguna untuk melihat bentuk 3D fosil tersebut baik gambaran superfisialnya maupun bagian dalam misalnya tulang-tulangnya, MIP , VRT dll).

b. Menyediakan data mentah (raw data) atenuasi sinar-x yang diterima oleh detektor CT Scan yang berguna sebagai bahan data yang akan digunakan untuk proses yang dinamakan Casting yaitu proses membentuk kembali fosil tersebut ke media lain melalui irisan sinar laser yang sangat presisi misalnya ke silikon/ hard plastic yang sangat mirip dengan aslinya baik bentuk, ukuran, detil permukaan bahkan bagian dalam suatu bahan fosil tersebut. Jadi seperti kita membuat tampilan 3D/SSD suatu obyek pada layar monitor CT Scan yang dapat kita perlakukan sebagai obyek 3 dimensi virtual, namun melalui proses casting ini, bentuk 3 dimensi tersebut dibuat menjadi benda nyata yang dapat disentuh, dikupas, dipotong-potong dsb. Sehingga penelitian benda purbakala/fosil tersebut dapat secara intensif dilakukan tanpa menyentuh benda aslinya (spesimen original), yang artinya seorang ahli purbakala dapat memotong, melihat bagian dalam tiruan fosil tersebut yang sama dengan spesimen original tanpa merusaknya.

Pada hal ini penulis berkesempatan memeriksa spesimen dari manusia Liang Bua atau yang saat ini ramai diperbincangkan sebagai Homo Floresiensis ( untuk lebih detilnya bisa googling dengan keyword “Homo Floresiensis” ) bekerja sama dengan Badan Arkeologi Nasional , Institut Smithsonian, dan beberapa universitas dan lembaga riset internasional, menyediakan terutama raw data yang sangat penting untuk analisa lebih lanjut.

Mengenai teknik dan protokol CT Scan yang digunakan sebenarnya sederhana dimana yang harus kita perhatikan adalah :

1. Irisan dibuat setipis mungkin menggunakan teknik spiral scan ( pada scanner multislice bisa menggunakan kombinasi slice thickness dan pitch ) sehingga raw data yang dihasilkan akan menghasilkan detil yang baik.

2. Penggunaan filter atau kernel adalah penggunaan filter yang mempunyai nilai serapan tinggi , namun tidak terlalu tinggi ( pada pasien biasa, kernel yang kita gunakan adalah yang untuk memperlihatkan antara jaringan lunak dan tulang-tulang ), karena umumnya fosil berupa padatan bahkan sudah menjadi batu sehingga penggunaan filter untuk memperlihatkan serapan rendah/jaringan misalnya tidak diperlukan.

3. Penggunaan KV dan mAS yang adekuat, karena fosil biasanya berupa padatan namun sebenarnya bersifat 'sponggy' (bukan batu dalam arti sebenarnya) sehingga KV dan mAS yang terlalu tinggi atau rendah tidak adekuat ( rentang antara 70-90 KV ).

4. Penguasaan teknik-teknik post prosesing pada CT Scan dimana kita dapat memperlihatkan on site beberapa versi gambaran pada obyek yang sama yang bisa saja menghasilkan konklusi berbeda dari sudut pandang ilmu arkeologi.






Galery

Gbr.1 Seorang ahli dari Smithsonian Institute (DR. M.W .Tocheri ) sedang mempersiapkan fosil untuk di Scan.

Gbr.2 Serius saat menyaksikan tampilan CT Scan di monitor ( ki-ka : Mr.Norton dari MDN, Thomas Sutikna dari Badan Arkeologi Nasional, Penulis, DR.M.W Tocheri, satu lagi lupa namanya, wakss )

Gbr.3 Bagian os. Femur Homo Floresiensis “the new celebrity in human nature hystory “

Gbr.4 Membuat data tambahan dari CR , pemotretan bagian mandibula fosil homo floresiensis. Yang akan digunakan kan sebagai bahan analisa gigi geligi yang menentukan keabsahan 'seorang' fosil apakah ia termasuk anggota keluarga manusia atau ia hanya seekor kera.


2. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan mineral/batu-batuan yang berhubungan dengan eksplorasi minyak/gas bumi.

Pada pemeriksaan ini, dilakukan pemeriksaan CT Scan batu-batuan hasil pengeboran inti dalam (deep core) eksplorasi minyak atau gas bumi, dimana bongkahan batu/tanah hasil pengeboran yang terbungkus oleh selongsong pengaman di Scan untuk mengetahui kandungan dalam tanah/batuan tersebut apakah mengandung minyak , gas alam atau tidak.

Sama halnya dengan penggunaan CT Scan pada fosil, tujuannya adalah :

a. Merupakan teknik tidak merusak (NDT ) yang bisa digunakan untuk melihat isi selongsong pengaman yang berisi batu-batuan tesebut, karena untuk mendapatkan batu-batuan tersebut telah dihabiskan biaya yang cukup besar, baik dari proses ekspedisi ( pencarian), dan eksplorasinya yang belum memasuki tahap produksinya saja sudah mencapai kira-kira Rp 1 milyar untuk selongsong batu berukuran kurang dari 2 meter.

b. Menyediakan raw data penembusan sinar-x yang akan digunakan untuk pencitraan, pewarnaan, penghitungan dengan software tertentu yang akan menghitung, memperkirakan kualitas kandungan mineral dalam batuan-batuan tersebut yang dihitung dari nilai H.U (Hounsfield Unit) data scan yang telah dilakukan. Apakah layak untuk di eksplorasi lebih lanjut untuk memasuki tahap produksi pengambilan mimyak atau gas bumi di lokasi pengeboran tersebut atau dihentikan.
Penulis berkesempatan melakukan pemeriksaan ini bekerjasama dengan Lembaga Migas Departemen Pertambangan dan Energi.

Adapun protokol CT Scan yang dilakukan adalah :

1. Dibuat irisan secara sequensial, 1- 2 mm dimana dilakukan pemeriksaan pada proyeksi AP dan Lateral ( 0 dan 90 derajat ) atau gambaran proyeksi axial dan coronal dari selongsong tersebut, dimana daerah potongan ditentukan oleh seorang ahli geomineral yang mendampingi penulis saat scan berangsung.

2. Penggunaan filter atau kernel yang moderat ( tengah-tengah ) antara serapan rendah dan tinggi.

3. Penggunaan KV yang relatif tinggi ( sampai 130 KV ) karena jenis bahan adalah material padat/ batu.


Galeri

Gbr.1 . Gambar Selongsong pengaman yang berisi batu sebelum di scan.

Gbr.2a. Proyeksi 0 derajat(axial) sebelum pewarnaan

Gbr.2.b. sesudah pewarnaan

Gbr.3a. Proyeksi 90 derajat sebelum pewarnaan

Gbr.3.b. sesudah pewarnaan

Demikian beberapa teknik atau aplikasi penggunaan CT Scan non medis yang penulis lakukan selain juga melakukan pemeriksaan rutin medis pada pasien-pasien yang memerlukan.
Semoga hal kecil ini bisa menambah wawasan kita semua, bahwa masih ada peluang yang bisa kita tawarkan kepada pengguna selain pemakaian alat CT Scan pada pemeriksaan yang bersifat medis.

Tulisan ini juga bisa dilihat di blog saya 'www.akuikilo.blogspot.com'


Data Penulis

Nama : HERIYANTO

Lulusan : APRO Dep.Kes Ri Jakarta Th. 1991

Workplace : INST.RADIODIAGNOSTIK & KED.NUKLIR RSUP FATMAWATI JAKARTA



Baca Selengkapnya...

Respon Komentar

Terima kasih buat pengunjung blog yang sudah memberikan komentarnya (teman-teman bisa lihat sendiri komentarnya). Dan hadiah nya sudah saya kirimkan ke e-mail masing-masing. Hadiahnya bagus banget lho, Wahyu aja bilang bagus banget hadiahnya, karena kebetulan katanya lagi belajar MRI. Kalo mau tahu hadiahnya, ini dia



MRI Basic Principles and Applications, 3rd
Pengarang : Mark A. Brown and Richard C. Semelka
Penerbit : A. John Wiley & Sons, Inc, Publication
Tahun Terbit : 2003
Jml Halaman : 265 Halaman


regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Pengunjung per Minggu

Teman-teman radiografer yang selalu setia nongkrong disini, saat ini saya mencoba menghitung berapa jumlah pengunjung blog selama satu minggu, caranya adalah dengan memberi komentar pada postingan ini. Teman-teman tinggal klik komentar dibawah postingan ini lalu isi alamat e-mail atau web nya, lalu ketik komentar apa aja. Dengan begini saya jadi tahu siapa saja yang biasa nongkrong disini

Mudah-mudahan teman-teman mau membantu saya dan langsung merespon ajakan saya ini. Oh ya buat yang ngisi komentar akan saya kasih hadiah berupa satu e-book radiologi yang menurut saya sangat bagus (makanya jangan lupa kasih e-mail saat memberikan komentarnya biar saya langsung kirim ke e-mail masing-masing)

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

KULIAH TAMU DI ATRO BAITURRAHMAH PADANG

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Jum'at - Sabtu tanggal 27 - 28 Februari 2009, Kami mengadakan kuliah tamu di ATRO Baiturrahmah dengan materi Magnetic Resonance Imaging. Dosen tamu yang kami undang adalah Bapak Bambang Dwinanto, Dipl.Rad, S.Si, Radiografer dan Fisikawan Medik di RS Husada Jakarta. Selama dua hari tersebut banyak hal yang bisa kami dapat terutama buat mahasiswa ATRO Baiturrahmah Padang.




Pak Bambang memberikan materi dengan sangat baik mulai dari Aspek fisis MRI sampai dengan pemeriksaan MRI lengkap dengan protokol T1, T2, Flow, Flair dsb. Kami benar-benar senang karena yang memberikan materi MRI ini masuk dalam jajaran radiografer yang punya keahlian khusus untuk MRI.

Kami merasa kuliah kemarin sangat bermanfaat mengingat kami baru saja membeli MRI 1,5 Tesla yang saat ini sedang install di tempat kami, mudah-mudahan bisa langsung kami praktekan di sini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

SEMINAR RADIOLOGI YOGYAKARTA


Pengurus Daerah Perhimpunan Radiografer Indonesia Daerah Istimiewa Yogyakarta kembali menggelar Seminar Radiologi, silahkan teman-teman baca sendiri, mungkin saja ada yang berminat.....

PARI Pengda DIY akan mengadakan Seminar Radiologi dengan tema

“PELAYANAN BIDANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DARI ASPEK HUKUM DAN STANDARD PELAYANAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL”

Acara tersebut di atas akan diadakan pada :

Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 21 - 22 Maret 2009

Lokasi : Hotel Saphir Yogyakarta
MALIOBORO ROOM Lt 5 Hotel Saphir Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta.

Dengan pembicara sebagai berikut :

a. Pelayanan Rumah Sakit Dalam Menghadapi Persaingan Global

Pembicara : Kepala Divisi Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

b. Pelayanan Radiologi di Bidang Radiodiagnostik Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan

Pembicara : Ketua Pengda PARI DIY

c. Aspek Hukum Pelayanan Medis di Bidang Radiologi di Rumah Sakit dalam Menghadapi Persaingan Global

Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )

d. Perkembangan Pelayanan di Bidang Radiologi Imaging (Bone Densitometri)

Pembicara : Haryomo, AMR,DCT

e. Pelayanan di Bidang Radioterapi Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan

Pembicara : Tris Budiyono, S.Si, Fisika Medis Radioterapi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

f. Perlindungan Hukum Tenaga Radiologi / Radiografer Dalam Mengantisipasi Persoalan Hukum atas Pelayanan Kepada Konsumen atau Pasien

Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )

g. Pemeriksaan Abdomen Atas dengan Modalitas USG

Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS

h. Pengembangan D-IV Teknik Radiologi Peminatan USG

Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS

i. Pemberdayaan Profesi Radiografer dan Informasi TBR Terkini

Pembicara : H. Abdul Gamal, SKM, MK3



Tema tersebut diangkat mengingat kita (RADIOGRAFER) selalu masa bodoh atau mungkin tidak tahu masalah-masalah hukum dalam pelayanan kesehatan, oki mumpung ada pembicara seorang konsultan hukum sekaligus mempunyai background dulu sebagai radiografer (Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )..........mari kita belajar dari beliau bagaimana kiat-kiat kita menghadapi aturan-aturan hukum dalam pelayanan radiologi khususnya. Dan aspek penting yang harus diperhatikan oleh sebuah rumah sakit dalam menghadapi persaingan global dengan masuknya investor asing, yaitu permasalahan yang berkaitan dengan aspek standard pelayanan kepada pasien.



Mohon leaflet yang kami lampirkan dapat disebarluaskan ke semua Radiografer yang nongkrong di blog saudara, bila ada pertanyaan2 mengenai seminar ini dapat menghubungi panitia atau email saya probowaseso@yahoo.com



terima kash.



Wass. Wr.Wb

probowaseso

Buat teman-teman yang ingin mendapatkan leafleatnya silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

JADWAL PPR TAHUN 2009

Karena ada permintaan dari pengunjung blog mengenai jadwal PPR selama Tahun 2009, maka kali ini saya akan posting jadwal PPR selama Tahun 2009 tersebut seperti yang diminta. Jadwal ini saya buat menurut sumber aslinya dari BATAN, mau tahu....

Berikut Jadwal PPR selama Tahun 2009






Penyelenggara Pelatihan : Pusdiklat-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Radiografi : PSJMN-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Proteksi Radiasi : BAPETEN

Catatan :
Pelatihan diselenggarakan dengan jumlah peserta minimal 20 orang
Biaya pelatihan dapat berubah jika terjadi perubahan tarif PNBP Pemerintah
Biaya pelatihan tidak mencakup :
Ujian Lisensi Radiografi dan Proteksi Radiasi
Konsumsi
Akomodasi dan Transportasi

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Pusdiklat BATAN

Telepon (021) 7659409; 7659410; Fax : (021) 75902845
Email: Pusdiklat@batan.go.idAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Pusat Standardisasi Jaminan Mutu Nuklir (PSJMN) - BATAN
Telepon (021) 7562860 ext. 7304

BAPETEN
Telepon (021) 63858269-70, 6302164, 6302415, 6302485
Email: info@bapeten.go.id



Demikian informasi ini saya sampaikan
regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Paparan Radiasi Pada Kulit Untuk Semua Pemeriksaan

Belum lama ini saya mendapatkan e-mail dari ipey (Alen) Radiografer dari Jambi yang lumayan rajin nongkrong di sini, dia minta diposting-kan Dosis Radiasi untuk setiap pemeriksaan yang ada pada radiologi. Nah setelah saya periksa semua dokumen saya, Alhamdulillah ketemu dan kali ini saya posting Paparan Radiasi yang diterima oleh Kulit Pada Semua Jenis Pemeriksaan.... mau tahu....




Untuk melihat lebih jelas, silahkan klik kanan pada gambar, lalu klik pada tulisan open in new window, trus akan terbuka gambar dengan tulisan yang lebih jelas

Sumber : Medical Physics Review ke-36 di Andersen Air Force Base, Guam, USA Pada Tanggal 31 Mei 2005

Semoga Bermanfaat

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Respon Biodata dan Foto Anggota

Setelah postingan terakhir saya mengenai Biodata dan Foto Anggota, ternyata langsung di respon oleh beberapa pengunjung blog. Pada postingan kali ini akan saya pasang Biodata dan Foto yang sudah masuk ke saya....mau tahu




Nama : Yusdar Andi
Lulusan : ATRO Depkes RI Jakarta lulusan tahun 1999
Tempat Bekerja : Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara








Nama : Tri Mugiono
Lulusan : ATRO ...... Tahun ......
Tempat Bekerja :Radografer PT RS Pelni
Jl. Aipda KS Tubun No. 92-94 Jakarta Barat. 0215480608, ext 1412/1415





Nama : Nur Asmaa Bt Mohd Salleh
Umur : 29 tahun
Bekerja di :Hospital Selayang, Gombak Selangor Darul Ehsan(hospital digital pertama
dimalaysia)
Skop tugasan : General x-ray, MRI, MSCT, Fluoroscopy,radiografi dewan bedah,dll



Nama : Putu Giu
Lulusan : ATRO Depkes Semarang th 2007
Institusi : Bali International Medical Center (BIMC) Hospital,Bali


Temen-temen yang belum bergabung masih mau ikutan, silahkan kirim Biodata dan fotonya ke nova_rahman@yahoo.com

regards,

nova


Baca Selengkapnya...