BERITA HARI INI, Powered By METRO TV

POLISI TANGKAP MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIHUNI TERORIS *** MASYARAKAT MENYAKSIKAN PENGEPUNGAN TERORIS DARI JARAK SEKITAR 200 METER *** SUASANA DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG MASIH MENCEKAM *** MABES POLRI BELUM BISA PASTIKAN YANG DI DALAM RUMAH ITU NOORDIN M TOP *** RATUSAN WARGA DIGIRING POLISI MENJAUH DARI LOKASI BAKU TEMBAK *** LIMA TRUK POLISI DAN MOBIL PENJINAK BOM DIDATANGKAN DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** HINGGA MALAM INI MASIH TERJADI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** DIDUGA ADA LIMA TERORIS DI DALAM RUMAH YANG DIKEPUNG DENSUS 88 *** TATAK ADALAH ANAK MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIGEREBEK, GURU AGAMA DI SMP MUHAMMADIYAH, KEDU *** ARIS DAN INDRA ADALAH SEPUPU TATAK, YANG JUGA DITANGKAP DENSUS 88 PADA TIGA TAHUN LALU *** TIGA TENTARA NATO TEWAS DI AFGHANISTAN *** KANADA TETAP KELUAR DARI AFGHANISTAN PADA 2011 *** JALAN SUDIRMAN DAN JALAN THAMRIN, JAKARTA, AKAN DITUTUP PADA MINGGU (9/8), PUKUL 05.00 - 10.00 WIB *** KETUA KPU: PUTUSAN MK PERKUAT PERATURAN KPU *** KASUS POSITIF FLU BABI DI 21 PROVINSI DI INDONESIA MENCAPAI 691 ORANG, 3 MENINGGAL *** DUA PASIEN FLU BABI DIRUJUK KE RSUD SOSODORO DJATIKOESOEMO, BOJONEGORO, JATIM *** TIMOR LESTE USUL BANGUN LEMBAGA ADAT PERBATASAN *** BI AKAN GANDENG LPPI ATASI MASALAH SDM PERBANKAN SYARIAH *** DUA WARGA DITANGKAP DI RUMAH TATAK, USAI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** TERJADI BAKU TEMBAK ANTARA TERORIS DAN POLISI DI DESA BEJI, KEC. KEDU, TEMANNGGUNG, JATENG, PUKUL 16.00 WIB *** KEJAGUNG: SIDANG PRITA JALAN TERUS MESKI TERJADI PERDAMAIAN *** PEMERINTAH TETAPKAN 3 HARI, JUMLAH MAKSIMAL HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA 2010 *** POLRI BELUM BERSEDIA SEBUTKAN NAMA 4 SAKSI DUGAAN SUAP KPK *** POLRES KUDUS: 720 RIBU PITA CUKAI ROKOK PALSU DARI JAKARTA SEMPAT DIEDARKAN *** LUMAJANG, JATIM, BERSIAGA HADAPI LETUSAN SEMERU YANG KINI STATUSNYA WASPADA *** POLDA JATIM TERBITKAN SP3 KASUS LAPINDO *** PEMERINTAH SIAPKAN PERPRES BARU TENTANG LAPINDO *** KEJAKSAAN LIMPAHKAN BERKAS PERKARA 5 TERSANGKA PEMBUNUHAN NASRUDIN KE PN TANGERANG *** PRESIDEN DIPASTIKAN AJUKAN CALON GUBERNUR BI KEPADA DPR PERIODE 2004-2009 *** BI: PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II LEBIH RENDAH *** DEPKEU TARGETKAN INVENTARISASI ASET NEGARA SELESAI AKHIR 2009 *** PEMERINTAH JAMIN TARIF LISTRIK 2010 TIDAK NAIK *** BI PERKIRAKAN HINGGA AKHIR TAHUN RUPIAH TETAP MENGUAT *** INDEKS STRAITS TIMES DITUTUP TURUN 52,15 POIN KE POSISI 2.549,35 *** MK KABULKAN SEBAGIAN PERMOHONAN UJI MATERI PASAL 205 AYAT 4 UU NO. 10/2008 TENTANG PEMILU LEGISLATIF *** DEPBUDPAR RENCANAKAN PERGELARAN SENI MENGENANG WS RENDRA *** INVESTASI JALAN KA LUBUKLINGGAU-TALA MENCAPAI RP 11,271 TRILIUN *** BMKG: SEPTEMBER KALBAR BARU DIGUYUR HUJAN *** KAJATI MALUT, BURHANUDDIN: SEJAK JANUARI-JULI 2009 SELURUH KEJAKSAAN MALUT SIDIK 17 KASUS DUGAAN KORUPSI YANG RUGIKAN NEGARA RP 60 MILIAR, BARU RP 32 MILIAR UANG NEGARA DISELAMATKAN *** IHSG DITUTUP TURUN 10,84 POIN KE POSISI 2.349,13 *** 99 SISWA SMU DARI BERBAGAI DAERAH IKUTI PROGRAM PERTUKARAN KE AS *** MENHUT BELUM BERSEDIA KELUARKAN IZIN PINJAM PAKAI HUTAN UNTUK NEWMONT *** KETUA KPU KRITIK BAWASLU YANG DINILAI MENIMPAKAN SEMUA PERSOALAN KE KPU *** KEJAGUNG TERUS KAJI UPAYA HUKUM SELANJUTNYA ATAS PUTUSAN YANG MEMBEBASKAN MUCHDI PR

SEMINAR RADIOLOGI YOGYAKARTA


Pengurus Daerah Perhimpunan Radiografer Indonesia Daerah Istimiewa Yogyakarta kembali menggelar Seminar Radiologi, silahkan teman-teman baca sendiri, mungkin saja ada yang berminat.....

PARI Pengda DIY akan mengadakan Seminar Radiologi dengan tema

“PELAYANAN BIDANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DARI ASPEK HUKUM DAN STANDARD PELAYANAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL”

Acara tersebut di atas akan diadakan pada :

Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 21 - 22 Maret 2009

Lokasi : Hotel Saphir Yogyakarta
MALIOBORO ROOM Lt 5 Hotel Saphir Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta.

Dengan pembicara sebagai berikut :

a. Pelayanan Rumah Sakit Dalam Menghadapi Persaingan Global

Pembicara : Kepala Divisi Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

b. Pelayanan Radiologi di Bidang Radiodiagnostik Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan

Pembicara : Ketua Pengda PARI DIY

c. Aspek Hukum Pelayanan Medis di Bidang Radiologi di Rumah Sakit dalam Menghadapi Persaingan Global

Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )

d. Perkembangan Pelayanan di Bidang Radiologi Imaging (Bone Densitometri)

Pembicara : Haryomo, AMR,DCT

e. Pelayanan di Bidang Radioterapi Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan

Pembicara : Tris Budiyono, S.Si, Fisika Medis Radioterapi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

f. Perlindungan Hukum Tenaga Radiologi / Radiografer Dalam Mengantisipasi Persoalan Hukum atas Pelayanan Kepada Konsumen atau Pasien

Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )

g. Pemeriksaan Abdomen Atas dengan Modalitas USG

Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS

h. Pengembangan D-IV Teknik Radiologi Peminatan USG

Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS

i. Pemberdayaan Profesi Radiografer dan Informasi TBR Terkini

Pembicara : H. Abdul Gamal, SKM, MK3



Tema tersebut diangkat mengingat kita (RADIOGRAFER) selalu masa bodoh atau mungkin tidak tahu masalah-masalah hukum dalam pelayanan kesehatan, oki mumpung ada pembicara seorang konsultan hukum sekaligus mempunyai background dulu sebagai radiografer (Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )..........mari kita belajar dari beliau bagaimana kiat-kiat kita menghadapi aturan-aturan hukum dalam pelayanan radiologi khususnya. Dan aspek penting yang harus diperhatikan oleh sebuah rumah sakit dalam menghadapi persaingan global dengan masuknya investor asing, yaitu permasalahan yang berkaitan dengan aspek standard pelayanan kepada pasien.



Mohon leaflet yang kami lampirkan dapat disebarluaskan ke semua Radiografer yang nongkrong di blog saudara, bila ada pertanyaan2 mengenai seminar ini dapat menghubungi panitia atau email saya probowaseso@yahoo.com



terima kash.



Wass. Wr.Wb

probowaseso

Buat teman-teman yang ingin mendapatkan leafleatnya silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

JADWAL PPR TAHUN 2009

Karena ada permintaan dari pengunjung blog mengenai jadwal PPR selama Tahun 2009, maka kali ini saya akan posting jadwal PPR selama Tahun 2009 tersebut seperti yang diminta. Jadwal ini saya buat menurut sumber aslinya dari BATAN, mau tahu....

Berikut Jadwal PPR selama Tahun 2009






Penyelenggara Pelatihan : Pusdiklat-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Radiografi : PSJMN-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Proteksi Radiasi : BAPETEN

Catatan :
Pelatihan diselenggarakan dengan jumlah peserta minimal 20 orang
Biaya pelatihan dapat berubah jika terjadi perubahan tarif PNBP Pemerintah
Biaya pelatihan tidak mencakup :
Ujian Lisensi Radiografi dan Proteksi Radiasi
Konsumsi
Akomodasi dan Transportasi

Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Pusdiklat BATAN

Telepon (021) 7659409; 7659410; Fax : (021) 75902845
Email: Pusdiklat@batan.go.idAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

Pusat Standardisasi Jaminan Mutu Nuklir (PSJMN) - BATAN
Telepon (021) 7562860 ext. 7304

BAPETEN
Telepon (021) 63858269-70, 6302164, 6302415, 6302485
Email: info@bapeten.go.id



Demikian informasi ini saya sampaikan
regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Paparan Radiasi Pada Kulit Untuk Semua Pemeriksaan

Belum lama ini saya mendapatkan e-mail dari ipey (Alen) Radiografer dari Jambi yang lumayan rajin nongkrong di sini, dia minta diposting-kan Dosis Radiasi untuk setiap pemeriksaan yang ada pada radiologi. Nah setelah saya periksa semua dokumen saya, Alhamdulillah ketemu dan kali ini saya posting Paparan Radiasi yang diterima oleh Kulit Pada Semua Jenis Pemeriksaan.... mau tahu....




Untuk melihat lebih jelas, silahkan klik kanan pada gambar, lalu klik pada tulisan open in new window, trus akan terbuka gambar dengan tulisan yang lebih jelas

Sumber : Medical Physics Review ke-36 di Andersen Air Force Base, Guam, USA Pada Tanggal 31 Mei 2005

Semoga Bermanfaat

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Respon Biodata dan Foto Anggota

Setelah postingan terakhir saya mengenai Biodata dan Foto Anggota, ternyata langsung di respon oleh beberapa pengunjung blog. Pada postingan kali ini akan saya pasang Biodata dan Foto yang sudah masuk ke saya....mau tahu




Nama : Yusdar Andi
Lulusan : ATRO Depkes RI Jakarta lulusan tahun 1999
Tempat Bekerja : Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara








Nama : Tri Mugiono
Lulusan : ATRO ...... Tahun ......
Tempat Bekerja :Radografer PT RS Pelni
Jl. Aipda KS Tubun No. 92-94 Jakarta Barat. 0215480608, ext 1412/1415





Nama : Nur Asmaa Bt Mohd Salleh
Umur : 29 tahun
Bekerja di :Hospital Selayang, Gombak Selangor Darul Ehsan(hospital digital pertama
dimalaysia)
Skop tugasan : General x-ray, MRI, MSCT, Fluoroscopy,radiografi dewan bedah,dll



Nama : Putu Giu
Lulusan : ATRO Depkes Semarang th 2007
Institusi : Bali International Medical Center (BIMC) Hospital,Bali


Temen-temen yang belum bergabung masih mau ikutan, silahkan kirim Biodata dan fotonya ke nova_rahman@yahoo.com

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Biodata dan Foto Anggota

Buat semua pengunjung blog terutama yang berprofesi sebagai Radiografer dan merasa belum terdaftar sebagai anggota milist atro community, silahkan isi alamat e-mailnya di kolom subscribe di sebelah kanan, lalu klik join now. Kemudian buat yang sudah merasa terdaftar di milist tetapi belum mengirimkan Biodata dan foto nya, silahkan kirim Biodata dan foto nya ke nova_rahman@yahoo.com untuk kita saling bersilaturahmi dan mengenal satu sama lain. Semoga teman-teman bisa segera mengirimkannya.

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Termasuk Tipe Orang Yang Bagaimanakah Kita

Termasuk Tipe orang yang bagaimanakah kita, yang berdedikasi, yang peka terhadap lingkungan atau yang tanpa aturan. Test sederhana dibawah ini bisa memberitahu tipe yang bagaimanakh kita ini....mau tahu...

Mari kita uji diri kita dengan test yang sangat sederhana

Lakukan kegiatan di bawah ini dengan spontan, sehingga tidak ada rekayasa dalam melakukan kegiatan di bawah ini

1. Satukan kedua tangan Anda bersama seperti hendak berdoa/memohon. Lihatlah tangan Anda. Jika Anda melihat :



Ibu Jari kiri di bawah Ibu Jari Kanan ---> Left Brain






Ibu Jari kanan di bawah Ibu Jari Kiri ---> Right Brian






2. Lipat Kedua lengan Anda seperti Anda sedang marah. Jika Anda melihat





Lengan Kanan di atas Lengan Kiri ---> Left Brain







Lengan Kiri di atas Lengan Kanan ---> Right Brain





Berdasarkan 1 & 2 (sesuai urutan),

RIGHT - LEFT

Considerate, traditional, indirect type


Dapat secara insting membaca emosi orang lain, dan meresponnya. Mudah berteman secara alami. Meskipun bukan tipe orang yang maju ke depan untuk memberikan inisiatif, namun orang tipe ini akan selalu bersedia dalam mendukung orang yang lain. Kepribadian stabil dan tenggang rasa, memberi perasaan aman pada orang lain. Tetapi kelemahan orang tipe ini adalah mereka tidak bisa mengatakan tidak bagaimanapun sebenarnya tidak mau, mereka akan selalu membantu orang lain.


RIGHT- RIGHT

Loves challenges type


Berkata to the point. Saat dia mempunyai keinginan terhadap sesuatu, dia akan berusaha untuk segera mewujudkannya. Penuh dengan curiga dan cinta tantangan. Berani untuk menghadapi bahaya tanpa memikirkan dulu akibatnya (kadang terkesan tidak perduli). Kelemahan orang tipe ini adalah mereka tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, hanya akan mendengar apa yang ingin di dengarnya saja dan itupun sangat subyektif. Namun karena sikapnya yang to the point itulah mereka cenderung dikenal orang lain

LEFT - LEFT

Dedicated, cold, perfectionist


Sangat berdasarkan logika di segala aspek. Mereka hanya akan dikalahkan oleh orang lain yang mempunyai alasan lebih masuk akal menurutnya. Harga dirinya begitu sangat tinggi dan memiliki perasaan yang kuat mengenai pekerjaan yang benar. Jika Anda memiliki teman seperti ini, mereka akan sangat bisa dipercaya. Namun jika mereka adalah saingan Anda maka akan sangat sulit berunding dengan mereka. Dikarenakan mereka termasuk tipe pencinta kesempurnaan (perfectionist) mereka biasanya terkesan sulit untuk diajak bicara saat pertama kali bertemu


LEFT - RIGHT

Likes to take care of others, leader type


Memiliki kemampuan melihat dengan sangat baik situasi yang ada, sangat mengerti apa yang orang lain butuhkan. Dikarenakan sifatnya yang tenang secara alami dan memiliki kepekaan yang kuat akan lingkungan sekitarnya, mereka cenderung untuk menjadi pemimpin dalam suatu kelompok. Namun terkadang, orang seperti ini tidak bisa mengurus dirinya sendri karena dia ingin mengurus orang lain meskipun jumlah yang diurus sangat banyak. Sangat memperhatikan bagaimana pandangan orang lain terhadapnya dan selalu waspada.

semoga bermanfaat

sumber : AIM Training in US, May 8, 2007


regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Beberapa kasus cardiovascular yang bisa dilihat dengan menggunakan CT Scan 64 Slice dan Dual Source CT Scan

Benar-benar sudah canggih ya zaman, sekarang sudah muncul CT Scan terbaru 64 slice dan Dual Source CT Scan. Belum lama ini saya buka-buka buku Multi Slice CT Scan dan Dual Source CT Scan, saya dapatkan disitu banyak gambar-gambar hasil CT Scan terutama yang 64 slice dan Dual Source yang menurut saya sudah ngga lagi menunjukkan cross sectional anatomy, tapi sudah real 3D dan berwarna lagi. Pada kesempatan ini saya coba berbagi sama pengunjung blog mengenai beberapa kasus cardiovascular yang bisa dilihat dengan menggunakan CT Scan 64 slice dan Dual Source, mau tahu.......

Saat ini teknologi CT Scan sudah sampai pada 64 slice dan Dual Source CT Scan (menggunakan dua tube x-ray di dalam gantry). Banyak kasus terutama kasus pada cardiovaskuler yang bisa dengan mudah dipecahkan dengan menggunakan teknologi terbaru ini, apalagi ketika rekonstruksi gambarnya dibuat 3D coloured, mungkin dokter ahli jantung atau bahkan dokter umum ataupun radiografer yang hafal mengenai anatomi fisiologi jantung dan pembuluh darah bisa mengetahui langsung diagnosa pasien dengan melihat image yang dihasilkan oleh CT Scan 64 slice dan Dual Source CT Scan ini.

Bukti keunggulan dari CT Scan 64 slice dan Dual Source ini diantaranya adalah pada image di bawah ini :

Gambar di samping adalah gambar dari pemeriksaan Whole-body CT angiography dengan menggunakan Dual Source CT Scanner dengan aplikasi protokol tanpa ECG. Scan parameternya adalah sebagai berikut : 0.6-mm collimation, 0.33-s rotation time, pitch 1.5, 120 kV dan 550-mA arus tabung untuk masing-masing tube x-ray. Keseluruhan tubuh yang panjangnya 200 cm dapat dilakukan dengan sekali scan hanya dalam waktu 23 detik dan ditampilkan dengan VRT (Volume Rendering Technique) – bagian yang berwarna dan MIP (Maximum Intensity Projection) – bagian yang hitam putih (courtesy of Erlangen University, Germany and Grosshadern Clinic, University of Munich, Germany)

Di bawah ini akan coba saya tampilkan beberapa kasus cardiovascular yang dibuat oleh CT Scan 64 slice dan Dual Source CT dengan rekonstruksi 3D VRT






Gambar di samping adalah image CT angiography dari arteri karotis dan circum willis. Dibuat dengan menggunakan CT Scan 64 slice. Scan parameternya adalah sebagai berikut : 120 kV, 150 effective mAs, 0.6-mm collimation, 0.375-s gantry rotation time, pitch 1.4, scan time 6 s for 350-mm scan range. Panah pada gambar menunjukkan adanya beberapa stenosis pada arteri karotis (courtesy of the University of Erlangen, Germany)









Gambar di samping adalah gambar dari pemeriksaan CT angiography pada pasien dengan keluhan nyeri dada. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan CT Scanner 64 slice dengan 0.6-mm collimation dan 0.33-s rotation time. Panah pada gambar di samping menunjukkan adanya stenosis tingkat tinggi (high-grade stenosis) pada bagian proximal dari arteri coronari descending kiri atas (left anterior descending coronary artery)
(Courtesy of MUSC, Charleston, USA)







Gambar di samping adalah gambar yang diambil dengan menggunakan CT Scan Dual Source, namun hanya satu tube x-ray saja yang digunakan. Scan Parameter nya adalah sbb : 0.5-s rotation time, 0.6-mm collimation, 0.75-mm slice width dan pitch 1.2. Pada gambar disamping tampak putusnya aliran darah arteri femoralis (run-off aortic) akibat kecelakaan pada pasien tersebut. ( Courtesy of University Hospital, RWTH Aachen University









Gambar di samping diambil dari pasien laki-laki berusia 57 tahun yang masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada mendadak. Pada ECG, tidak menunjukkan adanya myocardial ischemia. CT Scan diambil dengan contrast-enhanced, scan parameter 0.6-mm collimation dengan total scan 21-s. Dari gambar tampak pasien mengalami emboli pulmonari akut (acute pulmonary embolism). Inilah yang menyebabkan pasien mengalami nyeri dada mendadak.






Seorang laki-laki berusia 52 tahun, perokok 25 pak per tahun masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada mendadak. Pada Gb. A Dilakukan pemeriksaan CT Scan Angiography Thorax dengan rotation time 330 ms. Hasilnya tampak pasien mengalami emboli pulmonari akut (acute pulmonary embolism). Inilah yang menyebabkan pasien mengalami nyeri dada mendadak. Gb. B Rekonstruksi di fokuskan pada arteri coronari. Hasilnya tampak pasien mengalami diffuse atherosclerotic disease. Gb. C Dibuat MIP (Maximum Intensity Projection) pada RAO (Right Anterior Oblique) yang diarahkan ke LAD (Left Anterior Descending coronary). Hasilnya tampak terdapat atherosclerotic plaque di daerah inferior, pada dinding anteromedial dari LAD. Plaque tersebut menyebabkan kerusakan kecil dan terdiri dari non-calcified jaringan yang berdekatan sampai calcified nodule. Gb. D Analisis dari rekonstruksi dinding paru dari keseluruhan rongga dada. Hasilnya tampak Ca squamous-cell pada lobus kiri atas dari paru.

Bagi yang ingin artikel ini dalam betuk PDF silahkan download disini

semoga bermanfaat

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

SURVIVE

Teman-teman sekalian, sudah lama juga ya saya ngga posting. Saya akhir-akhir ini banyak program yang harus saya selesaikan secara simultan. Pada posting kali ini saya mencoba membuat esei mengenai SURVIVE. Ini mungkin esei terpanjang tanpa gambar yang pernah saya buat, mudah-mudahan bermanfaat.....

Survive
By Nova Rahman

Pernah mendengar kata survive atau bertahan hidup? Kata survive hanya bisa kita temukan pada orang-orang yang telah mengalami banyak rintangan dalam hidupnya kemudian orang tersebut mampu melewati itu semua dan menjadikan orang tersebut sangat matang dalam berpikir, selalu mempunyai perhitungan yang tepat dalam melangkah dan selalu mempunyai jalan keluar dari rintangan-rintangan baru yang dihadapinya kemudian.

Kata-kata survive tidak ditemukan pada orang-orang yang tidak mempunyai rintangan atau tantangan dalam hidupnya. Orang yang selalu mencari jalan aman dalam menjalani hidup ini tidak akan pernah matang dalam berpikir, tidak mempunyai perhitungan yang tepat dalam melangkah dan kesulitan menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.

Jepang, adalah negara yang penduduknya paling banyak mengkonsumsi ikan segar. Orang Jepang tahu betul bedanya ikan segar dengan ikan yang sengaja dibuat segar melalui alat bantu. Ketika kebutuhan akan konsumsi ikan segar ini meningkat, para nelayan Jepang akhirnya melakukan ekspansi pencarian ikan hingga Jauh ke negara lain. Hasil tangkapan karena ekspansi ini terbilang cukup banyak sehingga konsumsi akan ikan segar bisa terpenuhi di Jepang.

Namun muncul masalah baru, ternyata ikan segar yang begitu banyak ditangkap, banyak yang mati ketika sampai ke Jepang karena perjalanan yang sangat jauh. Orang Jepang tahu kalau ikan yang mereka makan bukan lagi ikan segar sebab selama ini mereka telah terbiasa merasakan daging ikan yang segar. Setelah dipikirkan mengenai masalah ini, para nelayan Jepang membuat lemari pendingin dalam kapal-kapal mereka sehingga setiap mereka menangkap ikan mereka langsung memasukannya ke dalam lemari pendingin dengan harapan ikan-ikan tersebut masih dalam keadaan segar ketika sampai Jepang karena proses pembusukan terhenti akibat pembekuan di lemari pendingin.

Ketika ikan yang telah dibekukan ini dikonsumsi oleh orang Jepang, mereka langsung tahu bahwa ikan ini juga telah mati karena pembekuan. Meskipun dagingnya tidak mengalami pembusukan, namun orang Jepang tahu kalau ikan ini sudah tidak segar lagi. Akhirnya para nelayan Jepang mencari cara lagi untuk mengatasi hal ini. Kemudian para nelayan Jepang membuat kolam-kolam penampungan ikan di kapal-kapal mereka. Setiap mereka menangkap ikan, mereka masukan ke dalam kolam-kolam penampungan dengan harapan ikan-ikan tersebut masih dalam keadaan hidup ketika sampai di Jepang. Namun yang terjadi adalah ketika sampai Jepang, ikan-ikan tersebut banyak yang mati. Hal ini belum diketahui penyebabnya, yang paling mendekati analisanya adalah ikan-ikan tersebut banyak yang mati karena jumlah ikan-ikan tersebut di dalam kolam penampungan terlalu banyak. Namun analisa ini kemudian di bantah oleh beberapa nelayan Jepang, mereka mengatakan bahwa rasio jumlah ikan dengan kolam penampungan masih cukup artinya masih ada space (ruang) bagi ikan untuk berenang.

Masalah ini kemudian di analisa lagi. Kemudian ada orang ahli di Jepang yang mengatakan bahwa banyak ikan yang mati di dalam kolam penampungan dikarenakan ikan-ikan tersebut tidak tertantang untuk tetap hidup sehingga banyak ikan yang mati. Pernyataan ini tentu saja membuat banyak orang mengerutkan keningnya apa mungkin benar analisa seperti itu. Sang ahli yang memberikan pernyataan tadi kemudian menyarankan kepada para nelayan Jepang agar memasukkan 2-3 ikan Hiu di setiap kolam penampungan. Para nelayan Jepang agak tercengang dengan saran ini, mereka berpikir bisa-bisa ikan yang sampai ke Jepang jumlahnya tinggal sedikit akibat dimakan oleh Hiu yang ditempatkan di dalam kolam penampungan. Namun para nelayan Jepang tetap mau mencoba saran yang diberikan ini, sehingga di tempatkanlah 2-3 ikan Hiu di dalam kolam penampungan.

Setiap ikan yang ditangkap, dimasukkan ke dalam kolam penampungan yang didalamnya terdapat ikan Hiu. Begitu para nelayan ini selesai menjalankan tugasnya dan kembali ke Jepang, alangkah terkejutnya mereka. Para nelayan Jepang mendapati jumlah ikan yang mereka tetap jumlahnya hanya berkurang sedikit namun semuanya hidup !

Ternyata ikan Hiu hanya memakan sedikit dari ikan-ikan yang berhasil ditangkap tadi. Sebagian besar ikan tertantang untuk tetap hidup agar tidak dimakan oleh ikan Hiu. Selama perjalanan membawa ikan dari tempat yang jauh menuju Jepang, ternyata telah terjadi sebuah proses yang alami dimana ikan-ikan yang ditangkap secara naluri mereka berusaha menghindari ikan Hiu yang ingin memakan mereka. Ikan-ikan ini selama perjalanan, telah menemukan cara bagaimana caranya menghindari ikan Hiu. Mereka belajar dari ikan-ikan lain yang telah gagal menghindari ikan Hiu dan akhirnya menjadi santapan ikan Hiu.

Teman-teman tahu, hal yang saya ceritakan di atas sebenarnya juga terjadi pada kehidupan manusia. Ketika manusia merasa terancam, dihambat, tidak mendapatkan kebebasan, banyak rintangan dalam hidupnya, di zalimi, direndahkan, ditekan dan masih banyak perlakuan yang sifatnya rintangan hidup, ternyata manusia malah mampu menemukan cara yang tepat untuk keluar dari segala rintangan hidup. Berapa banyak pemimpin dunia yang muncul akibat tekanan hidup yang begitu hebat sehingga membuatnya berpikir bagaimana cara mengatasi tekanan tersebut. Akhirnya terjadilah proses panjang pematangan berpikir yang membuahkan seorang manusia yang menunjukkan kelasnya. Orang-orang yang tidak pernah tertantang atau memilih menghindari tantangan tersebut cenderung tidak muncul sebagai manusia yang mudah putus asa, mudah menyerah. Banyak orang-orang disekitar kita yang selalu mencari jalan aman dan menghindari tantangan hidup. Orang seperti ini akan mempunya grafik kehidupan yang flat (datar). Tidak ada fluktuasi (naik turun) pada grafik kehidupannya. Mungkin ketika kita membandingkan dua grafik antara yang flat dengan yang fluktuatif, maka kita bisa lihat bahwa grafik yang flat cenderung membosankan untuk dilihat sedangkan grafik yang fluktuatif cenderung menyenangkan untuk dilihat dan selalu muncul rasa ingin tahu, naik atau turunkah grafik berikutnya. Dalam dunia medis, jika kita melihat grafik dari monitor untuk pasien yang biasa ditempatkan di ruang ICU (Intensive Care Unit), maka grafik yang fluktuatif menunjukkan adanya tanda kehidupan pada pasien, sedangkan grafik yang flat berarti menunjukkan tidak adanya lagi tanda kehidupan pada pasien tersebut alias pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia. Jika dalam kehidupan ini kita lebih memilih menghindari masalah dibanding menghadapi masalah tersebut kemudian menyelesaikannya, maka berarti kita lebih memilih grafik yang flat tadi. Itu berarti kita lebih memilih mati dalam kehidupan kita sendiri.

Essei ini saya buat karena terinspirasi setelah saya melakukan pembicaraan dengan Ibu Hj. Maizarnis (Istri dari H. Amran St. Sidi Sulaiman, Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, Padang). Beliau menceritakan bagaimana sulitnya melakukan praktek untuk Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baturrahmah di Sumatera Barat (nagari tercinta). Beliau menceritakan kepada saya bagaimana hambatan tersebut sengaja dibuat oleh Fakultas Kedokteran dari Universitas Negeri yang ada di Padang dengan tujuan agar hanya ada satu Fakultas Kedokteran di Sumatera Barat. Saya masih ingat ketika membaca Biografi dari H. Amran St. Sidi Sulaiman, yaitu mengenai hambatan ini ketika beliau sudah mulai menyatakan ingin mandiri mengurus Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Ketika beliau dihambat seperti ini, beliau justru mempunyai cara untuk keluar dari hambatan ini, beliau pergi ke Sumatera Utara dan menjajaki kerjasama dengan orang-orang disana. Ternyata beliau mendapat sambutan yang begitu luar biasa dan akhirnya beliau bisa melakukan kerjasama dan akhirnya sampai sekarang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah melakukan praktek di Sumatera Utara. Bahkan pada wisuda ke 34 yang baru saja dilakukan, Direktur RS Dr. Pirngadi Medan, menyatakan telah memilih Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah sebagai Fakultas Kedokteran yang utama yang melakukan praktek di RS tersebut.

H. Amran St. Sidi Sulaiman telah menunjukkan kelasnya, ketika beliau dihambat di nagari nya sendiri, beliau malah tertantang untuk mencari solusi untuk masalah ini. Beliau malah bertambah besar akibat tantangan ini. Tetap semangat Pak Haji.....

Buat Para penghambat.....

Saya masih ingat pesan yang diberikan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 1999, beliau adalah DR. Otto Iskandar. Beliau mengawali ceritanya dengan sebuah nasehat kepada saya (waktu itu saya baru aja lulus ATRO tahun 1998), beliau bilang ”Nova, nanti kalau kamu sudah jadi dosen kamu jangan sekali-kali menghambat mahasiswa kamu untuk lulus. Jangan kamu hambat mahasiswa kamu untuk sukses dan jangan kamu hambat mahasiswa kamu karena dia lebih pintar dari kamu, karena bisa jadi mahasiswa yang kamu hambat itu suatu saat menjadi orang besar yang akhirnya tidak memberikan keuntungan apapun ketika kamu membutuhkan bantuan dari dia” Lalu DR. Otto mengisahkan mengenai kawannya yang seorang dosen. Saat itu dosen tersebut masih S2 dan mengajar di S1. Salah seorang mahasiswa dari dosen tersebut ternyata memiliki kepandaian yang melebihi dosennya. Dosen tersebut tidak menyukai hal ini hingga dosen tersebut berusaha menghambat kelulusannya dengan tidak meluluskan mahasiswa tersebut pada mata kuliah yang dia ampu. Waktu terus berjalan hingga akhirnya mahasiswa tersebut akhirnya bisa juga menyelesaikan S1-nya dengan waktu 7 tahun ! Bayangkan 7 tahun mahasiswa pandai tersebut menyelesaikan S1-nya dimana mahasiswa pandai lainnya mungkin bisa menyelesaikan hanya dalam waktu 3,5 tahun.

Waktu terus bergulir, sang mahasiswa pandai ini ternyata langsung mengambil S2. Karena kepandaiannya, mahasiswa tersebut mampu menyelesaikan S2 kurang dari 2 tahun. Waktu kembali berjalan, sang mahasiswa pandai tadi mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S3. Sekali lagi berkat kepandaiannya, mahasiswa tersebut juga mampu menyelesaikan Program S3 nya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Setelah selesai, mahasiswa pandai tadi bergabung di Program Pasca Sarjana menjadi dosen di sana.

Masih ingat dengan dosen yang menghambat mahasiswa pandai ini?

Dosen tadi akhirnya melanjutkan pendidikannnya ke jenjang S3. Dosen tersebut masuk ke Program Pasca Sarjana. 2 tahun berlalu, dosen ini ingin merampungkan S3 nya dengan membuat desertasi. Setelah melalui proses di Program Pasca Sarjana, akhirnya dosen yang sedang mengambil S3 itu pun mendapatkan dosen pembimbing yang cocok untuk desertasinya. Suatu hari sang dosen tersebut mendapatkan panggilan untuk menghadap dosen pembimbingnya untuk membicarakan mengenai desertasi sang dosen ini. Kemudian sang dosen menemui dosen pembimbing untuk desertasinya. Dihadapan sang dosen tadi duduk seorang dosen bergelar DR yang kelihatannya masih muda. Sang dosen tadi kemudian dipersilahkan duduk oleh dosen pembimbingnya, sambil memegang proposal desertasi yang dibuatnya. Dosen pembimbing tersebut membuka pembicaraan dengan sang dosen dengan pertanyaan yang membingungkan sang dosen. “Maaf, apa Bapak masih mengenal saya?” Sang dosen pun menjawab sambil menggaruk kepalanya “Maaf Pak, apa kita pernah bertemu sebelumnya” Lalu dosen pembimbing itupun melanjutkan pembicaraannya “Baiklah jika Bapak tidak ingat dengan saya, saya coba bantu membuka ingatan Bapak. 12 tahun yang lalu Bapak mempunyai seorang mahasiswa yang karena Bapak tidak menyukainya, Bapak menghambat kelulusannya hingga akhirnya dia menyelesaikan S1 nya dengan waktu yang cukup lama, 7 tahun. Bapak tahu dimana mahasiswa itu sekarang?” Sang dosen dengan mulut menganga sambil mengingat-ingat 12 tahun yang lalu menjawab “Maaf, saya ingat tapi saya lupa wajahnya dan saya tidak tahu dimana dia sekarang, bagaimana nasibnya sekarang”. Lalu dosen pembimbing muda itu menghela nafasnya dan berkata dengan lembut namun tegas “mahasiswa malang itu saat ini sedang duduk dihadapan Bapak, saat ini dia sudah bergelar DR dan menjadi dosen pembimbing Bapak” Sang dosen itupun kaget dan rasanya ingin copot jantungnya mendengar itu. Sang dosen tidak menyangka mahasiswa yang 12 tahun lalu dia hambat kelulusannya kini duduk dihadapannya dengan gelar DR dan menjadi dosen pembimbingnya. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu sang dosen pun merasakan hambatan yang sama. Sang dosen tadi menyelesaikan S3 nya dengan waktu yang cukup spektakuler, 12 tahun. Waktu yang sama yang telah ditempuh dosen pembimbingnya, buah dari kesalahannya di masa lalu, menghambat seseorang untuk sukses

Sejak saat itu, saya selalu mengingat pesan dan cerita yang disampaikan oleh DR. Otto . Saya tidak pernah mau menghambat mahasiswa saya meskipun saya kadang tidak menyukainya (bukan karena pandai tapi karena sifatnya), saya mencoba memberikan yang terbaik buat mahasiswa, dan saya sangat bangga jika ada mahasiswa saya yang lebih pintar dari saya, bukannya malah benci dan menghambatnya.

Regards,

Nova


Baca Selengkapnya...

PENGUJIAN SPEED FILM

Teman-teman sejawat sekalian, radiografer se-Indonesia yang masih setia nongkrong disini, udah lama juga ya saya ngga posting artikel yang bentuknya seperti kuliah umum, nah pada kesempatan ini, saya mencoba untuk berbagi kepada semua pengunjung blog mengenai Pengujian Speed Film, mudah-mudahan bisa menambah ilmu teman-teman sekalian dan mungkin bisa jadi inspirasi buat Mahasiswa ATRO yang saat ini sedang cari-cari judul KTI, mau tahu bagaimana Pengujian Speed Film itu ........

PENGUJIAN SPEED FILM

Latar Belakang
Setiap film yang dibuat oleh perusahaan pembuat film, memiliki respon yang berbeda-beda terhadap eksposi yang mengenainya baik oleh cahaya tampak maupun radiasi seperti sinar-x. Akibat respon yang berbeda inilah, maka muncul istilah film speed (kecepatan film).

Dasar Teori
Definisi Speed Film (Kecepatan film) adalah respon film terhadap eksposi baik oleh cahaya tampak maupun sinar-x yang ditandai dengan adanya densitas pada film, semakin cepat film menghitam, maka semakin tinggi kecepatan film tersebut. Menurut ANSI (American National Standards Institute), Speed film x-ray di definisikan sebagai eksposi yang dibutuhkan oleh film untuk mencapai densitas sebesar 1. Jadi film yang mencapai densitas sebesar 1, maka film tersebut telah mencapai persyaratan speed film. Seandainya ada beberapa merk film yang ingin dibandingkan kecepatannya, maka film yang terlebih dahulu mencapai nilai densitas sebesar 1 (setelah diberi perlakuan yang sama) maka film tersebut dikatakan film dengan kecepatan paling tinggi diantara film yang dibandingkan tersebut.



Alat dan Bahan

1. Film yang akan dibandingkan speed nya (harus lebih dari satu merk)
2. Densitometer (jika memungkinkan yang digital)
3. Stepwedge yang berlisensi RMI
4. Pesawat Sinar-x
5. Automatic Processor
6. Kertas milimeter block

Prosedur pengujian

1. Stepwedge di ekspose dengan menggunakan film merk A (dg kaset merk A juga) dan film merk B (dg kaset merk B juga).





2. Eksposi dilakukan dengan menggunakan faktor eksposi yang sama dan pesawat sinar-x yang sama juga.

3. Setelah itu film diproses dengan menggunakan prosesing otomatis yang sama, pada waktu yang sama.

4. Setelah diproses, ukur masing-masing step pada gambaran stepwedge yang tampak dengan menggunakan Densitometer.





5. Setelah di dapat hasilnya, buat kurva karakteristik dari kedua gambaran stepwedge tsb dalam satu grafik.

6. Setelah jadi kurva karakteristiknya, tarik garis ke kanan, dari nilai densitas = 1,00 + Densitas dari Basic Fog. Kurva yang pertama terkena garis tadi merupakan film yang speednya paling tinggi.

Contoh Hasil Pengujian
Pengujian kali ini dilakukan di Laboratorium Radiografi Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah, Padang. Eksposi yang dilakukan menggunakan kV = 60 dan mAs = 8, Pesawat Sinar-X Merk Siemens Multimobile 150 mA dan Automatic Processing merk Agfa Shallow Tank dengan kecepatan 90 detik. Film yang digunakan dua merk yaitu Agfa dan Kodak (keduanya green sensitif, medium speed)





Analisis Data Menggunakan Kurva Karakteristik



Dari kurva karakteristik yang dihasilkan dari data pengujian film Agfa dan Kodak di dapat kesimpulan bahwa Film Kodak mempunyai speed film lebih tinggi dibandingkan dengan Film Agfa. Namun jika dilihat dari Densitas Maksimum yang dihasilkan, Film Agfa memiliki Densitas maksimum lebih tinggi dibandingkan dengan densitas maksimum yang dihasilkan Film Kodak.
Berdasarkan pengalaman, faktor eksposi yang digunakan untuk Film Kodak biasanya lebih rendah dibandingkan dengan Agfa, namun Hasil radiograf Film Agfa tampak lebih jelas kontrasnya jika dibandingkan Film Kodak yang jika dilihat gambarannya cenderung berwarna hitam kecoklatan.

Demikian posting kali ini semoga bermanfaat

Jika menginginkan artikel ini dalam bentuk PDF silahkan download disini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Akhirnya, Buku itu jadi juga....

Selama kurang lebih 3 minggu ini, hampir setiap hari saya selalu bangun antara jam 9 - 10 malam, kemudian tidak tidur lagi hingga adzan shubuh berkumandang. Selama hampir 3 minggu tersebut saya mencoba menyelesaikan tugas dari Bapak Rektor, yang sebenarnya juga cita-cita saya dari dulu, yaitu Menyusun Buku Ajar Radiofotografi I. Alhamdulillah, hari sabtu yang lalu tanggal 29 November 2008, Buku Ajar Radiofotografi I telah berhasil saya susun dan sudah diserahkan ke Kampus untuk mungkin selanjutnya akan diperbaiki oleh beberapa tim mengenai teknik penulisan dsb hingga nanti mengarah diterbitkan menjadi sebuah buku yang siap di pasarkan.

Buku Ajar Radiofotografi I ini berjumlah 132 Halaman, dengan XI Bab, yang di dalamnya membahas mengenai materi yang di ajarkan pada Mata Kuliah Radiofotografi I. Saya sangat senang ketika buku ajar ini selesai disusun, sebab ini adalah buku ajar radiofotografi I pertama yang berbahasa Indonesia (Bukan Hand out atau Modul). Materinya antara lain mengenai Konsep Fotografi dan Radiografi, Film, Kaset Radiografi, Intensifying Screen, Pengolahan Film secara manual dan otomatis, Kamar Gelap dsb. Semuanya berbahasa Indonesia dan mengunakan ilustrasi gambar serta tabel yang memudahkan pembaca untuk mengerti isi buku tersebut.

Saya sangat berterima kasih kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kekuatan kepada saya dalam menyelesaikan buku ajar ini. Kepada teman-teman radiogafer se-Indonesia, saya juga ucapkan terima kasih karena ada beberapa teman yang mengetahui proyek ini, kemudian ikut juga mendoakan penyelesaian buku ini. Mudah-mudahan buku ini bisa menambah khasanah buku untuk calon radiografer dan radiografer itu sendiri, terutama karena buku ini berbahasa Indonesia. Buat teman-teman yang menginginkan buku ini harap bersabar karena Buku Ajar ini masih harus melalui beberapa proses lagi hingga nanti akan di pasarkan secara umum, dan saat itulah barulah teman-teman bisa mendapatkannya dengan mudah.

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

32 Tahun Mengabdi

Hari ini, tepat 32 tahun yang lalu, saya, seorang manusia biasa dilahirkan. Mulai tadi pagi banyak saudara dan sahabat yang mengirimkan sms ucapan ke HP saya bahkan mahasiswa saya dengan setia memberikan surprise party di kampus tadi padahal sebelumnya baru saja saya "bantai" dengan ujian lisan anatomi radiologi, tetapi mereka tetap saja senang memberikan suprprise party tersebut.

Karena hal di atas, saya jadi merenung, ternyata usia saya sudah ngga muda lagi, 32 tahun. Padahal dulu ketika usia saya masih 20 tahunan saat masih di ATRO Dep.Kes Jakarta, saya kalau mendengar ada orang usianya di atas 30 tahun rasanya kok sudah cukup tua eh ternyata malah sekarang saya mengalami sendiri.

Di usia saya yang sekarang ini, meskipun banyak sahabat yang mengatakan kalau saya ini sedang berada di puncak karir, namun buat saya masih terlalu pagi untuk mengatakan kala saya ini berada di puncak karir saya. Masih banyak cita-cita dan harapan saya yang belum terwujud, masih banyak impian yang belum jadi kenyataan. Namun kalau bicara mengenai kebahagiaan, saya merasa sangat bersyukur karena saya sudah merasakan kebahagiaan itu sendiri, dengan adanya keluarga, isteri dan anak yang selalu bisa menyemangati hari-hari saya. Bahkan jika Andy F. Noya pernah mengisahkan mengenai Lentera Jiwa, saya sudah menemukannya saat ini. Buat saya pekerjaan saya yang sekarang adalah taman rekreasi buat saya, setiap saya mengajar itu seperti pergi piknik saja, rasaya bahagia bukan main.

Sesuai dengan kodrat manusia saat diciptakan, manusia tidak mempunyai tugas apapun kecuali mengabdi pada yang menciptakannya. Saya selalu berusaha memberikan pengabdian terhebat kepada Yang Maha memiliki segalanya termasuk hidup dan mati saya. Namun saya merasa masih sangat jauh dari sempurnanya sah pengabdian. Saya berusaha untuk menjadikan aktifitas apapun yang saya lakukan setiap hari sebagai bentuk pengabdian saya kepada Yang Maha Agung.

Terakhir saya sampaikan terima kasih kepada Orang Tua, Saudara-saudara, sahabat-sahabat seperjuangan, yang telah mengantarkan saya pada Usia ini dan menjadikan saya perti sekarang ini, sekali lagi terima kasih

best regards,

nova

Baca Selengkapnya...

UCAPAN SELAMAT

Kemarin Rabu, 26 November 2008, Departemen Kesehatan RI secara resmi mengumumkan para peserta ujian CPNS yang lulus melalui website resmi Biro Kepegawaian Dep.Kes di www.ropeg-depkes.or.id

Saya atas nama seluruh radiografer se-Indonesia mengucapkan selamat kepada para radiografer yang baru saja diterima sebagai Pegawai Negeri Sipil di tempat pilihan kerja masing-masing,semoga semangat yang selama ini sudah pernah ada jangan sampai pudar karena Saudara menjadi Pegawai Negeri Sipil

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Kunci Mobil Menancap di Kelopak Mata Bayi 1 Tahun!

Missouri - Ajaib! Seorang bayi tertusuk matanya dengan kunci mobil. Insiden itu begitu mengerikan sampai-sampai kunci tersebut menembus otaknya.

Tapi ajaib, bayi laki-laki itu selamat. Bahkan penglihatannya pun tak terganggu akibat kejadian itu.

Keajaiban ini dialami Nicholas Holderman asal Missouri, AS seperti dilansir The Sun, Rabu (26/11/2008).

Awalnya bayi berusia setahun itu terjatuh di rumahnya. Tangisan kencang Nicolas mengejutkan ayahnya, Chris yang buru-buru menghampiri buah hatinya itu. Betapa kagetnya Chris ketika melihat pemandangan mengerikan di depan matanya.

Sepasang kunci menancap di sebelah kelopak mata Nicolas dan menembus otaknya. "Itu pemandangan yang sangat mengerikan melihat ini terjadi pada bayi Anda," kata Chris.

Ibu Nicholas, Staci, tak kalah kagetnya. "Saya yak akan pernah melupakan saat itu," ujar wanita itu.

Para dokter mengatakan, kunci-kunci itu bisa diangkat tanpa merusak otak Nicholas. Namun sebelah mata Nicholas pasti akan rusak.

Namun ternyata, Tuhan berkehendak lain. Setelah diperiksa, dokter menemukan kalau penglihatan bayi itu sama sekali tidak terganggu.

"Lima belas menit kemudian, seorang dokter lainnya mengatakan tak ada masalah. Kami tahu ini keajaiban dari Tuhan," kata ayah sang bayi.

Dua bulan kemudian, Nicholas tetap dalam kondisi sehat. Kisahnya banyak dibicarakan orang di kotanya, Perryville. Bayi itu pun dikenal banyak orang.

Baca Selengkapnya...

BERITA DUKA CITA

Inna lillahi wa inna ilahi raajiuun, telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Zulkifli Wahab (Bapak Kandung dari Ibu Hj. Maizarnis Z, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Siti Rahmah dan Bapak Mertua dari H. Amran St. Sidi Sulaiman, Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah), meninggal di RS Islam Siti Rahmah Pada Rabu, 19 November 2008 Pukul 17.15 WIB dengan usia 76 tahun. Jenazah Dimakamkan di Batusangkar Hari ini, Kamis 20 November 2008. Kami segenap civitas akademika Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah, turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Zulkifli Wahab. Semoga Alloh SWT memudahkan jalannya di sana dan memberikan tempat yang layak di sisi Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi ujian ini.

Program Studi D III
Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi
Universitas Baiturrahmah
KETUA,


NOVA RAHMAN, Dipl.Rad, S.Si

Baca Selengkapnya...

BIOGRAFI WILHELM CONRAD ROENTGEN


Teman-teman sejawat sekalian, kemarin, 113 tahun yang lalu ditemukan sebuah sinar yang sangat merubah wajah dunia, sinar-x. Teman-teman semua mungkin sudah tahu siapa penemu sonar-x tersebut, tetapi mungkin belum banyak yang tahu mengenai biografi beliau, nah pada kesempatan ini saya mencoba untuk menuliskan Biografi, mudah-mudahan menjadi pengetahuan dan inspirasi buat pengunjung blog....

Awal Kehidupan Roentgen

Wilhelm Conrad Roentgen lahir pada 27 Maret 1845 di Lennep sebuah kota kecil di Jerman. Wilhelm Conrad Roentgen merupakan anak satu-satunya dari pasangan orang tua dengan Ayah sebagai tukang kayu dan Ibu sebagai pedagang kain. Jika dipikir-pikir kelak W.C Roentgen memiliki profesi yang sangat berbeda dengan Ayahnya, David Roentgen (1743-1807) yang hanya seorang pembuat lemari. Saat dia berusia tiga tahun, orang tuanya pindah ke Apeldoom di Belanda, kampung halaman dari Neneknya hingga keluarganya pindah kewarganegaraan menjadi warga negara belanda.

Roentgen kemudian bersekolah di sekolah asrama di Apeldoom dan kemudian dia melanjutkan sekolah menengahnya di Sekolah Teknik di Utrecht. Tetapi Roentgen akhirnya dikeluarkan dari Sekolah Utrecht karena masalah yang sangat sepele, Roentgen menolak memberitahu siapa nama temannya yang telah menggambar karikatur dari gurunya. Di sekolah dia bukan termasuk murid yang istimewa meskipun dia menunjukkan bakatnya pada bidang mekanik. Dia merupakan pecinta alam sejati ini terbukti dia suka sekali menghabiskan waktunya untuk berlibur di Alpens atau di danau pada daerah Itali utara. Dia lebih menyukai travelling dengan menggunakan kuda dibandingkan dengan mobil.

Pada awal tahun 1865 Roentgen masuk Universitas Utrecht, meskipun tidak sebagai mahasiswa reguler karena dia kurang memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan di Kampus tersebut. Kemudian dia menemukan kemungkinan untuk memasuki Zurich Polytechnical School di Switzerland (yang saat itu merupakan Perguruan Tinggi untuk teknik terkemuka di dunia) dengan cara lulus pada ujian masuk. Roentgen akhirnya lulus pada ujian masuk di sana dan pada November 1865 dia menjadi mahasiswa Teknik Mesin di Zurich. Dia melupakan kenangan buruknya saat dia dikeluarkan dari sekolahnya dulu. Hingga akhir hidupnya Roentgen selalu mengingat kenangan indahnya di Zurich dan dia sangat berterima kasih pada Augustus Kundt, Seorang Profesor Fisika pada Politeknik yang memberikan inspirasi pada Roentgen untuk membangun karir di bidang Fisika. Rontgen menjadi asisten Profesor Augustus Kundt di Zurich dan juga di University of Wurzburg saat sang Profesor pindah tugas ke sana. Saat di Zurich Roentgen bertemu dengan Anna Bertha Ludwig, yang dinikahinya pada tahun 1871. Mereka tidak memiliki anak dari pernikahannya tetapi mereka mengadopsi keponakan dari Anna yang berjenis kelamin perempuan.

Anna Bertha Ludwig Istri dari Wilhelm Conrad Roentgen

Meskipun Roentgen mendapatkan dukungan dari Profesor Augustus Kundt, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan akademik sendiri di Wurzburg. Pada tahun 1872 Profesor Kundt pindah ke sebuah Universitas yang baru berdiri yaitu University of Strasbourg dengan membawa serta Roentgen. Dua tahun kemudian Roentgen menjadi dosen tetap di Strasbourg dan orang tuanya kemudian memutuskan untuk pindah ke sana dari Apeldoom agar dekat dengan anaknya tersebut. Pada tahun 1875 Roentgen menggantikan H.F Weber (Seorang Profesor Fisika) dan atas rekomendasi dari Weber, Roentgen kemudian menjadi Professor of Physics and Mathematics pada Hohenheim Agricultural Academy in Wurtemberg. Roentgen merasa tidak nyaman di Hohaneim dan kemudian kembali ke Strasbourg satu tahun kemudian sebagai Professor of Theoretical Physics. Dari tahun 1879 sampai 1888 dia menjabat sebagai Ketua Jurusan Fisika pada Glessen University dan karena pekerjaannya yang sangat baik selama menjabat, Roentgen ditawari jabatan di Jena dan Utrecht tapi kemudian dia menolaknya. Kemudian di tahun 1888 Roentgen menerima tawaran untuk menjadi Professor of Physics dan Director of Physics Institute pada University of Wurzburg. Roentgen menjadi Kepala Departemen di Universitas yang pernah menolaknya pada posisi akademik.

Di Wurzburg Roentgen kembali pada perhatiannya sebagaimana banyak ilmuwan saat itu yang sedang meneliti mengenai sinar katoda. Merupakan kegemarannya untuk melakukan penelitian baru dengan mengadakan pengujian ulang dari hasil penelitian ilmuwan sebelumnya untuk bidang yang sama. Pada beberapa eksperimen yang dilakukannya dia menggunakan Tabung Crookes yang ditutupi oleh kotak hitam untuk menutupi pendaran fluoresensi, selalu berada di dalam gelas. Saat tabung tersambung Roentgen memperhatikan bahwa beberapa kristal dari barium platino-cyanide yang berada di meja dekat tabung tersebut menjadi berpendar. Observasi tersebut terjadi pada Hari Jum’at malam Tanggal 8 November 1895, di waktu yang sudah begitu larut dimana tidak ada satupun asisten yang ada di laboratorium tersebut. Roentgen menyelidiki dan memastikan dirinya bahwa tabung tersebut mengeluarkan sejenis sinar yang tidak diketahui jenisnya yang bisa memendarkan kristal yang ada di dekatnya. Sebuah screen yang dilapisi dengan barium platino-cyanide dan diletakkan di dekat tabung, akan berpendar selama tabung dihubungkan tetapi jika ada benda yang terbuat dari logam diletakkan di antara tabung dan screen maka tidak ada perpendaran. Roentgen lalu memberitahu temannya Boveri, “Saya menemukan sesuatu yang menarik tetapi saya tidak tahu apakah eksperimen saya sudah benar atau tidak”. Dikarenakan hal ini, Roentgen dia tidak memberitahukan orang lain mengenai penemuannya selama tujuh minggu. Selama tujuh minggu itu Roentgen mengkonsentrasikan dirinya untuk mempelajari “Sesuatu yang menarik” tersebut dan menyiapkan paper mengenai sinar-x tersebut.

Physical Institute di Wurzburg

Roentgen sendiri menggunakan istilah sinar-x sebab sinar yang ditemukannya tidak bisa di definisikan olehnya. Di Jerman nama sinar Roentgen digunakan sejak sinar-x ditemukan hingga saat ini. Nama penemu yang digunakan pada bahan temuannya sangat jarang dipakai pada negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utamanya, hal in disebabkan orang-orang yang berbahasa Inggris tidak tahu bagaimana mengeja ”Roentgen”. Kata Roentgen diperkenalkan pada Tahun 1896 untuk sebuah gambar yang dihasilkan oleh sinar-x dan istilah tersebut digunakan untuk beberapa tahun. Radiograf juga di perkenalkan pada tahun 1896 dengan pengertian yang sama yaitu gambar yang dihasilkan oleh sinar-x.

Laboratorium Tempat Roentgen menemukan sinar-x

Pengumuman Dari Penemuan Roentgen

Paper pertama Roentgen mengenai sinar-x dipegang oleh President of the Physical Medical Society of Wurzburg pada 28 Desember 1895. Sebelum tanggal tersebut, tidak ada orang bahkan asisten terdekatnya sekalipun yang telah diberitahu mengenai penemuannya tersebut. Paper yang oleh Roentgen di beri judul “preminilary communication” merupakan paper yang luar biasa yang didalamnya kaya akan detail mengenai penemuannya tersebut. Setelah mengumumkan hasil penemuan dasarnya mengenai sebuah jenis sinar baru yang dihasilkan dari tabung yang diberi tegangan dimana sinar ini akan menembus gelas, kotak hitam dan melewati setidaknya dua meter udara bebas, Roentgen melanjutkannya dengan sebuah studi mengenai transparansi relatif dari sinar terhadap substansi lain yang berbeda. Roentgen menyimpulkan bahwa transparansi bervariasi bergantung pada kerapatan dari substansi yang dilewati sinar-x tersebut. Roentgen melaporkan bahwa dia tidak dapat melakukan refleksi atau refraksi dari sinar yang ditemukannya tersebut dan juga tidak bisa diarahkan dengan menggunakan cermin atau lensa. Roentgen mencatat bahwa sinar-x akan menyebar ke segala arah saat keluar dari titik dimana sinar-x tersebut keluar. Roentgen menambahkan, sinar-x tetap dihasilkan saat sinar-x menumbuk aluminium yang dimasukkan ke dalam gelas.

Beberapa Gambar Yang Dihasilkan dari Sinar-X yang di Publikasikan Roentgen

Tabung yang digunakan Roentgen untuk menemukan sinar-x berbentuk seperti buah pir yang merupakan tabung Crookes dengan katoda pada ujung satunya dan anoda pada ujung lainnnya. Sinar-x dihasilkan pada daerah dimana sinar katoda menabrak gelas pada ujung yang lebih besar dari tabung. Untuk mendapatkan gambaran yang tajam, sumber sinar-x harus dibuat sekecil mungkin. Pada awal-awal terbentuknya gambaran oleh sinar-x, pada ujung tabung ditutupi dengan lempengan timbal yang mempunyai lubang kecil pada lempengan tersebut. Hanya sinar yang melewati lubang terbut yang bisa digunakan, namun sistem ini sangat tidak efisien dan dibutuhkan waktu eksposi yang lama.

Hasil Gambar dari Sinar-X yang menggunakan tangan manusia yaitu tangan Anna Bertha Ludwig. Ini merupakan Foto Manus pertama di dunia

Tabung yang memiliki fokus di desain oleh Profesor Herbert Jackson. Tabung ini dirancang untuk memfokuskan berkas elektron menuju pada daerah target kecil. Hal ini dimaksudkan agar dihasilkan sinar-x sekecil target yang dibuat. Profesor Jackson mendapatkan ini dengan menggunakan katoda concave. Seperti diketahui elektron di emisikan tegak lurus dari permukaan katoda dan bergerak menurut garis lurus sehingga target diletakkan sesuai dengan titik keluarnya berkas elektron di katoda.

Pada paper pertamanya, Roentgen menyatakan bahwa sinar-x juga dihasilkan jika katoda ray dimasukkan aluminium di dalam gelas pada tabung. Pada paper yang kedua, yang diterbitkan Maret 1896, Roentgen melaporkan telah mencoba untuk menggunakan berbagai macam material untuk dipakai sebagai target. Roentgen menemukan bahwa kualitas sinar-x yang dihasilkan tergantung pada bahan target yang digunakan. Roentgen menambahkan kualitas sinar-x akan semakin baik saat ditambahkan aluminium pada tabung dan target (yang saat itu digunakan platinum sebagai bahan target) yang digunakan disudutkan 45 derajat dari garis lurus katoda.

Banyak ilmuwan dari berbagai negara bereksperimen dengan sinar baru ini selama tahun 1896. Tabung dengan berbagai bentuk dan target dengan berbagai bahan material telah di uji coba. Pada akhir tahun 1896 disimpulkan bahwa bentuk tabung tidak menjadi masalah dan target yang paling baikadalah target yang menggunakan bahan material yang mempunyai nomor atom yang tinggi. Tungsten (dengan no. atom 184) dan uranium (dengan no. atom 238) pernah di uji coba sebagai bahan target. Hingga diputuskan pada saat itu digunakan platinum sebagai bahan target (dengan no. atom 195)

Tabung sinar-x yang pertama kali digunakan memiliki energi yang rendah dan waktu eksposi yang lama. Hingga akhirnya diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda, kecepatan tumbukan elektron dari katoda ke target menjadi lebih cepat. Namun, hampir semua energi tumbukan elektron diubah menjadi panas saat elektron menumbuk target sehingga disimpulkan harus ada penambahan massa dari bahan target untuk mencegah kelebihan panas. Platinum tipis yang digunakan sebagai target pada awal dibuatnya tabung mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Sebuah target dari platinum yang besar dan padat harganya akan sangat mahal. Kemudian bahan target ini diganti dengan tungsten. Tungsten merupakan bahan target yang tidak mudah meleleh akibat tumbukan elektron. Namun pada waktu tertentu, bahan target ini juga akan rusak juga terutama pada bagian yang menjadi target dari tumbukan elektron, tetapi tidak secepat pada target dari platinum.

Respon Ilmuwan Pada Penemuan Rontgen

Antusias yang luar biasa diberikan pada penemuan Roentgen dengan publikasi besar-besaran pada dunia sains. Sepanjang tahun 1896 saja setidaknya 50 judul buku dan pamflet serta hampir 1.000 paper diterbitkan untuk membahas topik tersebut. Medis, sains umum dan jurnal fotografi semuanya mempublikasikan artikel penemuan Roentgen dan kemungkinan aplikasinya. Jurnal pertama yang didedikasikan pada penemuan sinar-x terbit pada Mei 1896 dengan judul “Archives of clinical skiagraphy” dibuat oleh Sidney Rowland diterbitkan di London. Judul artikel tersebut kemudian diubah oleh pembuatnya sendiri menjadi “Archives of Roentgen Review” dan setelah itu jurnal sejenis banyak bermunculan di berbagai negara.

Pada Mei 1896, para ahli elektrik Amerika memulai meneliti mengenai bagaimana membuat perlengkapan sinar Roentgen. Pada penelitian ini diterangkan mengenai bagaimana membuat sebuah induksi koil yag mampu menghasilkan tumbukan berkas elektron sejauh 3 inci dan bagaimana membuat agar target itu berputar. Karena publikasi ini maka American General Electric Company pada musim gugur tahun 1896 mulai membuat tabung ini. Perusahaan ini mulai membuat perlengkapan sinar Roentgen secara komersil.

Di Amerika, ada seorang ilmuwan yang merupakan salah satu ilmuwan pertama yang meneliti mengenai sinar-x, dialah Thomas Alfa Edison. Edison menyarankan untuk keperluan medis, digunakan fluorescent screen dibandingkan dengan photographic plate, sehingga dokter bisa langsung melihat adanya fraktur dan lainnya tanpa harus menunggu pencucian film dulu. Setelah meneliti berbagai macam bahan untuk digunakan sebagai screen (Edison menguji coba hampir 2.000 bahan) akhirnya dia memutuskan bahwa screen yang paling baik digunakan adaah calcium tungstate, yang bisa memberikan gambaran lebih terang dibandingkan dengan barium platino-cyanide yang digunakan oleh Roentgen pada awal penemuannya.

Pekerjaan Roentgen berikutnya mengenai sinar-x

Roentgen mendemonstrasikan penemuannya dihadapan Kaiser Wilhelm II, yang selalu tertarik dengan perkembangan ilmu pengetahuan, di Berlin pada tanggal 13 Januari 1896 dan Roentgen kemudian memberikan kuliah mengenai penemuannya ini di hadapan Physical Medical Society of Wurzburg pada tanggal 23 Januari 1896, kurang dari satu bulan dari pengumuman pertamanya mengenai penemuan ini. Ini mungkin adalah satu-satunya kuliah yang dia berikan dengan audien yang jumlahnya sangat besar. Roentgen menerangkan bagaimana dia melakukan percobaan hingga menemukan sinar-x ini dan dia menunjukkan beberapa gambar yang dihasilkan oleh sinar-x. Saat Roentgen memberikan kuliah, dia sepertinya tidak begitu semangat untuk mengeluarkan semuanya hal ini dikarenakan dia masih terus mengembangkan mengenai penemuannya ini.

Roentgen mengumumkan paper keduanya dihadapan Physical Medical Society of Wurzburg pada Maret 1896. Kebanyakan isi papernya adalah memberitahukan sejumlah eksperimen yang menunjukkan bahwa udara (atau gas lain) yang di eksposi dengan sinar-x bisa mengandung sifat kelistrikan dan bisa melepaskan listrik pada tubuh. Roentgen tidak dapat menjelaskan fenomena ini. Saat J.J Thomson melakukan penelitian mengenai elektron, barulah diketahui bahwa radiasi bisa mengionisasi udara (dengan cara melepaskan beberapa elektron dari atom) sehingga menjadikannya ter konduksi.

Suasana Kuliah yang diberikan Roentgen Pada Tanggal 23 Januari 1896

Foto Tangan Prof. Von Kolliker saat Roentgen memberikan kuliah Pada Tanggal 23 Januari 1896


Pada paper yang sama Roentgen mengatakan bahwa terdapat sebuah fenomena dimana bila diberi beda potensial yang lebih tinggi antara katoda dengan anoda maka akan dihasilkan sinar-x dengan kualitas yang lebih baik. Belakangan baru diketahui bahwa dengan menambah beda potensial antara katoda dengan anoda maka akan mempercepat tumbukan elektron dari katoda ke anoda.

Pada papernya yang ketiga dan merupakan paper terakhirnya yang dipublikasikan pada Mei 1897, Roentgen mengemukakan sebuah fenomena dimana setiap objek apapun yang di eksposi oleh sinar-x, akan mengeluarkan sinar-x itu juga. Roentgen menemukan adanya radiasi sekunder pada setiap objek yang di eksposi dengan sinar-x.

Roentgen merupakan manusia yang cukup disegani karena penemuannya ini, namun beberapa penghargaan yang diterimanya lebih merupakan beban baginya dibandingkan sebagai kebanggaan. University of Wurzburg memberinya gelar kehormatan Doctor of Medicine, dan dia juga menerima penghargaan sebagai warga kehormatan dari kampung halamannya di Lennep. Roentgen tidak menghadiri hampur semua undangan yang ditujukan padanya dari masyarakat sains mengenai penemuannya ini. Roentgen juga tidak menghadiri pemberian gelar kehormatan dari Pangeran Regent dari Bavaria, yang nantinya terdapat gelar ”Yang Mulia” pada Roentgen. Pada Tahun 1901 Roentgen menjadi penerima Nobel pertama untuk Fisika dan dia berangkat untuk menghadiri acara penerimaan Nobel untuknya, namun dia tidak memberikan kuliah pada pemberian Nobel tersebut sebagaimana yang dilakukan oleh ilmuwan lain saat menerima Nobel.

Pada Tahun 1900 Roentgen meninggalkan Wurzburg untuk memimpin Physical Institute of the University of Munich, dimana dia mulai mengerjakan penelitian mengenai kristal. Setelah Roentgen pensiun pada tahun 1920, dia masih diberikan izin untuk menggunakan dua ruangan di Institute untuk terus melakukan penelitian di Institute. Roentgen terus melakukan penelitian disana hingga beberapa hari sebelum akhirnya meninggal pada 10 Februari 1923.

Tulisan ini didedikasikan untuk Wilhelm Conrad Roentgen dan seluruh radiografer di dunia....
diambil dari berbaga sumber seperti :
Brief History of X-Ray
Forensic of Radiology

regards,

nova





Baca Selengkapnya...

Maaf Saya Sangat Sibuk

“Maaf ya Saya sibuk banget nih jadi belum sempat mengerjakan hal tersebut”…. Kalimat tersebut mungkin sering kita lontarkan ke orang lain di saat kita pernah menjanjikan kepada orang lain mengenai sebuah tugas atau pekerjaan tetapi di saat yang sama kita juga sedang melakukan tugas atau pekerjaan lain sehingga ada salah satu pekerjaan atau bahkan semua pekerjaan tidak bisa kita selesaikan.

Sebenarnya apa iya kita se-sibuk itu sehingga semua pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik? Mari kita sama-sama merenungi dengan dalam, kita jawab dengan jujur menggunakan hati, se-sibuk apa kita sebenarnya. Sesungguhnya tidak ada satu pun orang di muka bumi ini yang sangat sibuk sehingga tidak sempat menyelesaikan tugas dengan baik. Tuhan memberi kita waktu sehari semalam sebanyak 24 jam. Dari 24 jam ini, dengan asumsi bahwa kita termasuk orang sibuk, biasanya menghabiskan waktu 12 jam untuk bekerja. Itu berarti ketika kita mulai bekerja jam 8 pagi maka baru akan selesai jam 8 malam. Kalau kita cermati waktu 12 jam untuk bekerja, itu sudah termasuk waktu yang sangat panjang untuk bekerja. Saya merasa tidak ada pekerjaan yang tidak selesai bila dikerjakan dalam waktu 12 jam.

Namun mari kita lihat yang terjadi sebenarnya. Dari 12 jam waktu yang kita gunakan untuk bekerja, ternyata tidak sepenuhnya kita gunakan untuk bekerja. 12 jam yang tersedia ternyata sudah berkurang jumlahnya bila kita kurangi dengan kebutuhan yang tidak bisa kita tinggalkan seperti makan siang dan makan malam. Katakanlah kita menghabiskan waktu 2 jam untuk kedua kegiatan tersebut. Tetapi kebanyakan dari kita, waktu yang digunakan untuk makan siang dan makan malam kenyataannya bisa melebihi dari 2 jam, bisa 4 jam atau bahkan 6 jam. Waktu makan siang dan makan malam kebanyakan diselingi dengan hal lain yang kadang-kadang sebenarnya tidak begitu penting untuk kita kerjakan. Pertama, pilihan tempat makan siang yang jauh dari tempat kita bekerja dengan banyak alasan misalnya pengen juga sekali-kali merasakan makanan yang beda dari biasanya. Pilihan tempat makan siang yang jauh akhirnya memperpanjang waktu makan siang kita. Selain itu saat makan siang biasanya kita bersama teman kantor memanfaatkan waktu tersebut untuk ngobrol dan membahas hal lain yang sebenarnya tidak begitu penting untuk dibahas. Ini juga akan menambah panjang waktu makan siang kita. Ketika jam makan malam tiba biasanya juga kita lakukan hal yang sama saat kita makan siang tadi. Maka katakanlah kita habiskan waktu total 6 jam untuk makan siang dan makan malam, ditambah perjalanan ke tempat makan dan selingan ngobrol saat makan. 12 jam yang kita punya kini hanya tinggal 6 jam.

Waktu 6 jam, sebenarnya jika digunakan dengan sangat efektif, juga masih mampu untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang kita miliki. Namun lagi-lagi kefektifan waktu ini terganggu dengan adanya kegiatan lain di waktu 6 jam tadi. Biasanya saat kita baru datang ke tempat kerja kita, tidak langsung melakukan pekerjaan yang seharusnya kita kerjakan. Jika di tempat kerja kita ada sambungan internet nya, biasanya hal pertama yang kita lakukan adalah membuka e-mail untuk melihat e-mail yang masuk sembari melihat-lihat beberapa situs yang menjadi langganan untuk kita buka setiap paginya. Setelah itu baru mungkin kita mengerjakan pekerjaan yang sesungguhnya. Ditengah-tengah pekerjaan kita, masih juga kita selingi dengan menelpon beberapa orang yang sebenarnya bisa kita lakukan di saat makan siang nanti. Waktu yang 6 jam lagi-lagi menjadi berkurang. Alhasil waktu yang tersedia terasa makin singkat saja. Akhirnya karena waktu yang tersedia menjadi singkat, beberapa kali kita menunda pekerjaan. Kita sering mengatakan dan meyakinkan diri kita sendiri jika pekerjaan itu ngga apa-apa jika ditunda dan dikerjakan esok hari. Padahal esok harinya kesalahan yang sama dalam menghabiskan waktu efektif kerja kembali kita lakukan. Hingga pada suatu ketika waktu tenggat untuk pekerjaan kita datang. Nah di saat inilah kita merasa dikejar-kejar pekerjaan, kita merasa kalau waktu yang sehari semalam 24 jam itu terasa kurang, jika perlu 30 jam, 40 jam atau mungkin lebih.

Bagaimana ilustrasi yang saya sampaikan, jujur sama diri sendiri, seperti itu kan yang sebenarnya terjadi dalam keseharian kita. Ngga ada orang yang sebenarnya sangat sibuk hingga tidak bisa melakukan kegiatan lain. Kita selalu memberikan alasan sibuk ke orang lain supaya orang lain mengira kita ini banyak pekerjaan, orang penting yang punya waktu sangat singkat untuk orang lain. Padahal ketika kita mengatakan sibuk pada orang lain, kita masih sempat untuk buka e-mail, masih sempat nonton tv, masih sempat untuk berbelanja, masih sempat membawa kendaraan kita ke bengkel, masih sempat untuk bercanda dengan keluarga, masih sempat melakukan bisnis sampingan, bahkan sekali waktu masih sempat nonton film meskipun cuma dari notebook.

Banyak hal yang sebenarnya bisa kita lakukan demi meng-efektif-kan waktu yang kita miliki sehingga pekerjaan yang kita lakukan bisa selesai tepat waktu. Hal-hal tersebut antara lain :

- Buat agenda kerja dan patuhi agenda kerja yang telah kita buat

- Buat skala prioritas pekerjaan yang kita punyai, selesaikan terlebih dahulu pekerjaan yang punya tenggat waktu singkat, baru mengerjakan pekerjaan lainnya.

- Jangan menerima pekerjaan melebihi waktu yang kita miliki, hanya karena tidak enak dengan orang yang memberikan kerja tersebut

- Jangan melakukan kegiatan lain di saat sedang menyelesaikan pekerjaan, setelah pekerjaan itu selesai, baru kita boleh melakukan kegiatan lain diluar pekerjaan

Saya hanya berbagi saja dengan teman-teman di seluruh tanah air yang kebetulan nongkrong disini. Hal-hal diatas saya tuis berdasarkan pengalaman sendiri. Saya sudah membuktikan bahwa sesungguhnya tidak ada orang yang benar-benar sangat sibuk hingga tidak bisa melakukan hal lain. Sekedar berbagi saja bukan bermaksud yang lain, Saat ini setiap saya baru datang ke tempat kantor saya, jika tidak ada pekerjaan yang mengharuskan saya untuk melakukannya di pagi hari, saya buka e-mail dan buka Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia, lihat-lihat pesan yang masuk dari teman-teman radiografer se-Indonesia, tapi kalo ada jadwal ngajar pagi ya langsung ngajar, buka e-mail dan blog bisa dilakukan di antara waktu ngajar (biasanya ada istirahat 20 menit). Dalam seminggu saya 5 kali mengajar (1kali mengajar 100 menit), 3 kali bimbing praktikum ( 1 kali praktikum 120 menit), supervisi di 4 – 5 Rumah Sakit tempat mahasiswa PKL, menerima konsul mahasiswa lain yang sedang menyusun KTI (ada 3 mahasiswa), biasanya ada aja rapat di Universitas, entah itu rapat pimpinan atau rapat dosen. Dalam seminggu itu saya sempatkan untuk koreksi laporan praktikum, koreksi tugas yang dibuat mahasiswa, membalas e-mail, bikin artikel untuk posting di blog, baca buku, nonton berita, nonton satu judul film (ini hobby saya yang ngga pernah hilang), ngajarin anak saya hal-hal baru sebelum berangkat kerja dan pulang kerja. Biasanya saya tidur di atas jam 12 malam, nanti jam 5 pagi alarm di HP pasti bunyi dan saya sudah harus bangun untuk menyiapkan segala sesuatunya supaya jam 8 pagi sudah bisa sampai di kantor. Dulu dengan kegiatan sebanyak ini, saya memang merasa sering dikejar pekerjaan, waktu yang tersedia kurang dan lain sebagainya. Sekarang saya merasa biasa aja dengan pekerjaan yang banyak tersebut semua bisa saya selesaikan setelah saya melakukan hal-hal yang sudah saya sebutkan di atas.

Mudah-mudahan sharing saya kali ini bisa bermanfaat buat teman-teman

Regards

nova


Baca Selengkapnya...