BERITA HARI INI, Powered By METRO TV

POLISI TANGKAP MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIHUNI TERORIS *** MASYARAKAT MENYAKSIKAN PENGEPUNGAN TERORIS DARI JARAK SEKITAR 200 METER *** SUASANA DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG MASIH MENCEKAM *** MABES POLRI BELUM BISA PASTIKAN YANG DI DALAM RUMAH ITU NOORDIN M TOP *** RATUSAN WARGA DIGIRING POLISI MENJAUH DARI LOKASI BAKU TEMBAK *** LIMA TRUK POLISI DAN MOBIL PENJINAK BOM DIDATANGKAN DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** HINGGA MALAM INI MASIH TERJADI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** DIDUGA ADA LIMA TERORIS DI DALAM RUMAH YANG DIKEPUNG DENSUS 88 *** TATAK ADALAH ANAK MOHZAHRI, PEMILIK RUMAH YANG DIGEREBEK, GURU AGAMA DI SMP MUHAMMADIYAH, KEDU *** ARIS DAN INDRA ADALAH SEPUPU TATAK, YANG JUGA DITANGKAP DENSUS 88 PADA TIGA TAHUN LALU *** TIGA TENTARA NATO TEWAS DI AFGHANISTAN *** KANADA TETAP KELUAR DARI AFGHANISTAN PADA 2011 *** JALAN SUDIRMAN DAN JALAN THAMRIN, JAKARTA, AKAN DITUTUP PADA MINGGU (9/8), PUKUL 05.00 - 10.00 WIB *** KETUA KPU: PUTUSAN MK PERKUAT PERATURAN KPU *** KASUS POSITIF FLU BABI DI 21 PROVINSI DI INDONESIA MENCAPAI 691 ORANG, 3 MENINGGAL *** DUA PASIEN FLU BABI DIRUJUK KE RSUD SOSODORO DJATIKOESOEMO, BOJONEGORO, JATIM *** TIMOR LESTE USUL BANGUN LEMBAGA ADAT PERBATASAN *** BI AKAN GANDENG LPPI ATASI MASALAH SDM PERBANKAN SYARIAH *** DUA WARGA DITANGKAP DI RUMAH TATAK, USAI BAKU TEMBAK DI DESA BEJI, KEDU, TEMANGGUNG *** TERJADI BAKU TEMBAK ANTARA TERORIS DAN POLISI DI DESA BEJI, KEC. KEDU, TEMANNGGUNG, JATENG, PUKUL 16.00 WIB *** KEJAGUNG: SIDANG PRITA JALAN TERUS MESKI TERJADI PERDAMAIAN *** PEMERINTAH TETAPKAN 3 HARI, JUMLAH MAKSIMAL HARI LIBUR NASIONAL DAN CUTI BERSAMA 2010 *** POLRI BELUM BERSEDIA SEBUTKAN NAMA 4 SAKSI DUGAAN SUAP KPK *** POLRES KUDUS: 720 RIBU PITA CUKAI ROKOK PALSU DARI JAKARTA SEMPAT DIEDARKAN *** LUMAJANG, JATIM, BERSIAGA HADAPI LETUSAN SEMERU YANG KINI STATUSNYA WASPADA *** POLDA JATIM TERBITKAN SP3 KASUS LAPINDO *** PEMERINTAH SIAPKAN PERPRES BARU TENTANG LAPINDO *** KEJAKSAAN LIMPAHKAN BERKAS PERKARA 5 TERSANGKA PEMBUNUHAN NASRUDIN KE PN TANGERANG *** PRESIDEN DIPASTIKAN AJUKAN CALON GUBERNUR BI KEPADA DPR PERIODE 2004-2009 *** BI: PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II LEBIH RENDAH *** DEPKEU TARGETKAN INVENTARISASI ASET NEGARA SELESAI AKHIR 2009 *** PEMERINTAH JAMIN TARIF LISTRIK 2010 TIDAK NAIK *** BI PERKIRAKAN HINGGA AKHIR TAHUN RUPIAH TETAP MENGUAT *** INDEKS STRAITS TIMES DITUTUP TURUN 52,15 POIN KE POSISI 2.549,35 *** MK KABULKAN SEBAGIAN PERMOHONAN UJI MATERI PASAL 205 AYAT 4 UU NO. 10/2008 TENTANG PEMILU LEGISLATIF *** DEPBUDPAR RENCANAKAN PERGELARAN SENI MENGENANG WS RENDRA *** INVESTASI JALAN KA LUBUKLINGGAU-TALA MENCAPAI RP 11,271 TRILIUN *** BMKG: SEPTEMBER KALBAR BARU DIGUYUR HUJAN *** KAJATI MALUT, BURHANUDDIN: SEJAK JANUARI-JULI 2009 SELURUH KEJAKSAAN MALUT SIDIK 17 KASUS DUGAAN KORUPSI YANG RUGIKAN NEGARA RP 60 MILIAR, BARU RP 32 MILIAR UANG NEGARA DISELAMATKAN *** IHSG DITUTUP TURUN 10,84 POIN KE POSISI 2.349,13 *** 99 SISWA SMU DARI BERBAGAI DAERAH IKUTI PROGRAM PERTUKARAN KE AS *** MENHUT BELUM BERSEDIA KELUARKAN IZIN PINJAM PAKAI HUTAN UNTUK NEWMONT *** KETUA KPU KRITIK BAWASLU YANG DINILAI MENIMPAKAN SEMUA PERSOALAN KE KPU *** KEJAGUNG TERUS KAJI UPAYA HUKUM SELANJUTNYA ATAS PUTUSAN YANG MEMBEBASKAN MUCHDI PR

KONSEKUENSI TAK MEMBANGUN PLTN

Sampai 2020 idealnya Indonesia memerlukan tambahan kapasitas pembangkit -di luar yang sedang dibangun- sebesar 40 ribu Megawatt (MW) untuk memenuhi rasio elektrifikasi melebihi 90 persen, atau pertumbuhan 9 persen per tahun.

Dilihat dari skalanya persoalan penyediaan listrik terbesar adalah di Jawa-Bali yang memerlukan tambahan kapasitas 70 persen nasional yaitu lebih 25 ribu MW sampai 2020. Jika memperhitungkan sampai 2030 kebutuhan tambahan kapasitas Jawa-Bali sekitar 80-90 ribu MW. Energi primer yang dapat dimanfaatkan untuk tambahan kapasitas di Jawa Bali adalah panas bumi, gas alam, dan batu bara yang didatangkan dari luar Jawa-Bali.

Cadangan energi setempat yang ada sangat terbatas yaitu panas bumi yang kira-kira berpotensi paling banyak 4.000 MW, dan tenaga air dari sumber yang kecil-kecil dengan potensi tersisa maksimum 1.000 MW. Alternatif pemanfaatan gas alam tampaknya kecil sekali, karena sampai saat ini untuk pembangkit yang sudah ada, dan yang sedang dibangun saja pasokan gasnya sulit disediakan. Energi primer lainnya yang mungkin adalah memanfaatkan gas alam cair (LNG), baik dari sumber domestik ataupun impor. Jika menggunakan LNG dengan harga pasar saat ini yang sudah mencapai USD9 per MMBTU maka biaya produksi pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) akan jatuh pada kisaran US$10 sen per kilowatt jam, yang tidak kompetitif terhadap pembangkit tenaga batu bara, dan nuklir.

Dengan kondisi keberadaan energi primer seperti tersebut, maka untuk keperluan penyediaan listrik di Jawa-Bali tenaga air, panas bumi, dan gas alam ataupun LNG [untuk peaking] paling banyak adalah 20 persen. Ini berarti 80 persen lagi yaitu sekitar 60-70 ribu MW lagi jika sama sekali tidak membangun PLTN, maka pilihan satu-satunya tinggal PLTU. Karena cadangan batu bara ada di luar Jawa-Bali, ada dua opsi yang mungkin dikembangkan. Pertama, membangun PLTU mulut tambang di Sumatra, dan mengirim listriknya ke Jawa.

Opsi ini layak terutama jika menggunakan batubara kalori rendah dan memerlukan pembangunan transmisi arus searah [High Voltage Direct Current: HVDC] karena jaraknya yang jauh sekitar 700 kilometer. Karena transmisinya memerlukan ROW yang cukup lebar kemungkinan untuk opsi ini hanya 3-4 lokasi masing-masing 3000-4000 MW. Opsi kedua adalah mendatangkan batu bara dari Kalimantan dan Sumatra. Saat ini sudah ada 14 lokasi PLTU, empat sudah beroperasi. Tambahan kapasitas 60 ribu MW idealnya memerlukan 20 lokasi. Jika sebagian dilakukan pengembangan di lokasi yang sudah ada, masih diperlukan sekitar 15 lokasi baru lagi.

Persoalan yang akan dihadapi adalah pengadaan lahan berikut sarana pelabuhan, dan permasalahan lingkungan khususnya kualitas udara akibat debu dan cendawan asap. Jika demikian, konsumsi batu bara untuk ketenagalistrikan yang saat ini 30 juta ton per tahun, pada 2030 akan mencapai 300 juta ton per tahun. Jumlah tersebut sangat besar. Perlu pengkajian lebih dalam apakah cadangan terbukti mencukupi, apakah mungkin ditransportasikan secara lancar dan aman. Melihat rasio cadangan dan produksi, dengan tingkat produksi seperti sekarang saja penyediaan energi primer maksimum hanya aman dalam waktu 30 tahun saja.

Jika tingkat produksi atau konsumsinya lebih tinggi penyediaan energi primer lebih tidak aman lagi. Dengan demikian jelas bahwa jika mengandalkan batu bara saja, pasokan dan cadangan energi primer dalam negeri tidak aman. Ancaman fluktuasi dan melonjaknya biaya produksi, juga bakal terjadi. Guncangan harga minyak yang sewaktu-waktu terjadi, tetap akan mempengaruhi harga batubara dan gas alam. Hal ini berpotensi mengganggu perekonomian, baik karena kenaikan harga listrik ataupun keperluan subsidi yang sewaktu-waktu membengkak. Karena itu, PLTN sangat dibutuhkan.

Mempelajari pengalaman negara lain seperti China , pembangunan PLTN pertama dari mulai keputusan membangun sampai beroperasi memakan waktu minimal 10 tahun. Berati jika sekarang kita putuskan untuk membangun, paling cepat PLTN beroperasi pada 2018.Makin lambat pembangunannya, semakin besar ancaman penyediaan listrik. Dalam Peraturan Pemerintah No. 5/2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, pemerintah telah menetapkan rencana pembangunan PLTN.

Tentunya pemerintah telah memiliki pertimbangan dalam membuat keputusan tersebut. Selanjutnya para pemangku kepentingan yaitu pemerintah, DPR, para ahli energi dan nuklir, cendekiawan, dan generasi muda perlu duduk bersama menyepakati kapan PLTN pertama Indonesia beroperasi. Pemangku kepentingan terpenting adalah generasi muda yang berusia di bawah 25 tahun. Generasi yang sekarang sudah di atas 50 tahun kemungkinan besar tidak akan merasakan konsekuensi yang terjadi jika PLTN tidak dibangun.

Kita harus mencegah adanya penyesalan kelak setelah 10-20 tahun mendatang yang nanti bisa menghadapi kenyataan penyediaan listrik tidak aman, biaya produksi mahal dengan mengatakan kenapa generasi ayah atau kakeknya dulu tidak membangun PLTN. Jika diputuskan membangun PLTN, kiranya dapat dilakukan pengamanan terhadap risiko yang dikhawatirkan, dengan belajar dari negara yang sudah berpengalaman.

Kita dapat mengikuti konsep yang telah diterapkan Korea Selatan dan China yaitu memilih dan menetapkan satu saja disain standar PLTN untuk dibangun secara serial berturut-turut. China memiliki 11 reaktor PLTN yang sudah beroperasi, 5 reaktor dalam pembangunan, dan telah merencanakan pembangunan 30 reaktor dalam 15 tahun ke depan masing-masing 1000 MW.

Kemudian, dipilih PLTN dengan teknologi yang sudah teruji dan terbukti aman, dan yang mendapat lisensi dari regulator di negara asalnya. Kita perlu dan boleh khawatir terhadap risiko PLTN, tapi jangan sampai harus membayar mahal di masa datang yang karena ketakutan sampai membuat keputusan yang tidak tepat. Mungkin perlu kita renungkan apa yang dikatakan Franklin D. Rosevelt: "What we have to fear is the fear it self". Oleh: Herman Darnel Ibrahim Ketua Komite Nasional Indonesia Dewan Internasional Sistem Tenaga Listrik Besar.
Sumber : Koran Jurnal Nasional Kamis, 12 Juni 2008, Hal. 10 Kol. 2)

Baca Selengkapnya...

SEMINAR DAN WORKSHOP RADIOLOGI

Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan pesan singkat melalui blog ini dari dr. Diana (RS. Sardjio Yogyakarta) yang memberitahukan mengenai adanya Seminar yang berhubungan dengan bidang Radiologi, nah sekarang info nya baru lengkap, mau tahu....

FK UGM bekerjasama dg bagian radiologi RS.Dr.Sardjito Jogja mengadakan :

Seminar dan Workshop Radiologi bertema "Basic Understanding of plain photo and head CT-scan imaging on clinical setting"

Waktu : Tanggal 31 Agustus 2008

Tempat : Audit 2 FK UGM Jogjakarta

AKREDITASI IDI 10 SKP (seminar+workshop)

Undangan ditujukan untuk dokter umum, residen, perawat, radiografer, dokter muda dan mahasiswa

A.seminar (4 SKP)--> 07.30 - 13.00 WIB
Pembicara Seminar :

1. Prof.dr. H. Arif Faisal Sp.Rad (K), DHSM (guru besar FK UGM, direktur RS.Soeradji Tirtonegoro Klaten)

2. dr. Henry Kusumo Husodoputro, Sp.Rad (K) (Quality assurance in radiology department Medical Faculty of Gadjah Mada University)

3. dr.H. Bagaswoto Poedjomartono, Sp.Rad (K), Sp.KN (Ketua Program Studi Radiologi FK UGM - staf pengajar FK UGM)

B.Workshop (6 SKP) --> 13.15 - 16.30 WIB
Pemateri workshop : sama dengan pemberi materi Seminar

Contribution fee :
1.seminar : Rp. 90.000 (nurse / radografer)
2.workshop : Rp.150.000 (for all participants) --> tempat terbatas

for detail info or ticket reservation please call 08562548044 (prima)

Baca Selengkapnya...

Kabar Terbaru Keppres Mengenai TBR

Para pengunjung blog ingin tahu sampai dimana perjalanan revisi Keppres mengenai Tunjangan Bahaya Radiasi (TBR)......

Pada seminar PARI kemarin di Banten, ternyata terungkap bahwa perjalanan revisi Keppres mengenai TBR saat ini masih berada di Kepala Biro Hukum Depkes RI. Saat itu di Banten, disampaikan oleh Netty Pakpahan, S.H, M.H, bahwa saat ini sebenarnya draft tersebut sudah final, namun masih ada beberapa revisi yaitu pada Pasal 1, Pasal 5 dan Pasal 6. Pasal 1 membahas mengenai Tenaga Kesehatan apa saja yang berhak menerima TBR, ini masih terus dibahas karena banyak profesi kesehatan lain yang menginginkan TBR ini juga. Pasal 5 membahas mengenai berapa jumlah kenaikan TBR tersebut, ini juga masih dibahas secara detil karena ini melibatkan APBN, Jumlah yang diusulkan untuk Tingkat IV (radiografer dan profesi yang berhubungan langsung dengan radiasi)adalah sebesar Rp. 1.350.000. Terakhir Pasal 6 Membahas mengenai kemungkinan bisa mendapatkan Tunjangan lain setelah menerima TBR.

Kalau saya pribadi melihat, posisi usulan revisi ini sepertinya masih sama seperti waktu saya menghadiri Kongres PARI di Hotel Sari Pan Pacific. Waktu juga masih sama yang dibahas pasal-pasalnya yang berkaitan dengan itu. Kemudian kalau menurut rentang waktunya seharusnya saat ini draft usulan tersebut sudah di bahas di tingkat antar departemen yaitu Depkes, Depkeu dan MenPan.

Ya kita lihat saja nanti, saya mendukung penuh kerja teman-teman di Pusat. Semoga menjadi kenyataan

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Peserta Kuliah Online Perdana

Setelah dibuka kurang lebih satu minggu yang lalu, akhirnya telah mendaftar beberapa orang untuk menjadi peserta kuliah Online yang Perdana, siapa saja orangnya....

Dang Merdu
Lulusan Akademi teknik radiodiagnostik dan radioterapi tahun 1997
Bekerja di Klinik International Global Doctor sebagai Radiografer

I Putu Adi Susanta
Lulusan ATRO mana dan Tahun Berapa : ATRO Depkes Semarang tahun 2001
Sekarang bekerja di mana dan sebagai apa : RSUP Sanglah Denpasar sebagai radiografer

Purwanto
Mahasiwa ATRO Makassar, Tahun Masuk 2006

Hidayat Syah Alam
Pekerjaan : Radiografer (Lab. Klinik Pramita Utama Yogyakarta).

Fitria Wulandari
Lulusan ATRO mana dan Tahun Berapa : D III hiperkes dan KK Udinus th 2003
Sekarang bekerja di mana dan sebagai apa : Lab kesh udinus

Ahmadi Khafit Wibowo, AMR.
Alumnus ATRO Citra Bangsa tahun 2006.
Kerja di RSUD Sultan Imanuddin, pangkalan bun, ktw barat, Kalteng.

Sri Lestari
Lulusan ATRO mana dan Tahun Berapa : Fisika FMIPA UGM
Sekarang bekerja di mana dan sebagai apa :belum kerja, (baru lulus)

Solikhatul Istijabah
Lulusan Atro Depkes Semarang Tahun 1997. Lulus DIV Poltekkes Semarang Tahun 2008.
Bekerja di RSUD Temanggung Ja-teng sebagai radiografer pelaksana


Demikian para peserta kuliah online, modul Sensitometrinya sudah saya kirimkan ke e-mail masing-masing harap dibaca ya

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Katalog Buku Radiologi Terbaru – Bergambar

Para pengunjung blog yang selalu setia nongkrong disini, pada kesempatan kali ini, saya akan mem-posting Katalog Buku Radiologi Terbaru, mau tahu….?

Saat ini koleksi e-book Radiologi yang ada pada saya kira-kira sudah mencapai lebih dari 300 judul buku radiologi (wah… ngga terasa ya udah sebanyak itu), tetapi yang baru saya buat katalog bergambarnya baru sekitar 130-an buku (maaf soalnya bikin katalog bergambar ternyata lebih lama dari bikin artikel atau Handout…).

E-Book Radiologi ini bisa di pesan ke saya langsung melalui e-mail dengan cara menulis judul bukunya. Ketentuan harganya adalah :

- Setiap 1 CD memuat 20 Buku, dengan judul bisa memilih sendiri sesuai keinginan.

- Harga tiap 1 CD Rp. 200.000,- sudah termasuk CD dan Ongkos kirim ke seluruh Indonesia.

- Jika berminat untuk memesan semua koleksi buku yang ada, masalah harga bisa dibicarakan ulang (semua koleksi kira-kira kapasitasnya hampir 5 GB).

Harga Buku di atas sebenarnya tidak mahal, bahkan kalau pengunjung blog ingin download sendiri, bisa searching di google pada blog ini, asal kata kunci yang dimasukkan tepat, pasti akan dapat situs yang menyediakan buku-buku ini. Apalagi kalau ada pengunjung blog yang memiliki Bandwidth unlimited dan sangat cepat, wah tinggal download aja ngga usah beli. Saya hanya membantu pengunjung blog yang berminat untuk mendapatkan buku radiologi terbaru, tetapi mempunyai keterbatasan dalam hal Bandwidth untuk mendownload. Kalau dihitung-hitung biaya Bandwidth dengan Biaya mendapatkan Koleksi saya ya kira-kira sama lah habisnya, mungkin bisa lebih. Belum lagi masalah waktu yang lama untuk mendownload, belum lagi kalau disconnect di tengah-tengah mendownload. Intinya harganya ngga akan ada apa-apanya dibandingkan dengan ilmu yang kita dapatkan dari buku-buku tersebut, bahkan ada seorang dokter yang telah memiliki koleksi buku-buku radiologi ini mengatakan kalo dia telah mendapatkan lebih dari segunung emas....

Sudah banyak juga rekan radiografer yang telah memiliki koleksi saya ini diantaranya :

- Bapak Eddy Susanto – Ketua Jurusan TRO Poltekes Semarang
- Bapak Arif Jauhari – Dosen Jurusan TRO Poltekes Jakarta II
- dr. Sylvia Rachman, Sp.Rad – Radiolog RSUP Dr. M. Djamil Padang
- Mahasiswa ATRO Baiturrahmah Padang – Angkatan 2006


Buat radiografer, dokter umum, dokter bedah, dokter kebidanan dan profesi lain yang ingin lihat-lihat katalog buku radiologi terbaru bergambar, silahkan download disini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Reading CT Brain Imaging

Kemarin Putu (Radiografer dari Bali) yang selalu setia nongkrong disini, kirim e-mail ke saya. Salah satu point nya adalah katanya saya ini sekarang sudah mulai sibuk sehingga jarang posting yang panjang-panjang. Nah akhirnya semalam saya berfikir, trus saya buka notebook, akhirnya jadi juga saya posting yang agak panjang disini. Pada kesempatan ini saya akan menampilkan bagaimana caranya membaca foto CT Scan Kepala untuk beberapa kasus yang ada, mau tahu.....?

CT Scan Kepala, mungkin banyak radiografer di Indonesia saat ini yang sering mengerjakannya, tapi sedikit dari radiografer di Indonesia yang tahu bagaimana membaca hasil fotonya. Pada kesempatan ini, izinkan saya untuk menampilkan tiga buah kasus yang bisa dijadikan panduan dalam membaca foto CT Scan Kepala. Mudah-mudahan bisa bermanfaat buat radiografer yang membacanya. Berikut ulasannya

Kasus I

Seorang pria berusia 55 tahun di bawa ke Rumah Sakit dalam keadaan tidak sadar. Dia jatuh pingsan setelah mengeluh sakit mendadak pada kepalanya. Tensinya di ukur yaitu 190/120 mm Hg. Kemudian dibuat CT Scan kepala tanpa kontras. Hasilnya sebagai berikut :



Setelah sama-sama kita lihat hasilnya di atas, dapat kita simpulkan sebagai berikut :
Foto CT Scan kepala tanpa kontras menunjukkan adanya haemoragic subarachnoid akut ekstensif. Perhatikan gambaran darah yang tebal pada fissura interhemisferik anterior, fissura sylvian bilateral, basal cisterns, ventrikel dan sulcus kortikal dan intraventrikular ekstensi haemoragic berada pada sisi lateral dan ventrikel ke-4. Dengan bahasa yang lebih sederhana, seharusnya gambaran CSF (Cerebro Spinal Fluid) seharusnya berwarna hitam, tetapi pada kasus ini seluruh ruang pada CSF berwarna putih, dikarenakan adanya darah segar di dalam kepala.

Kasus II
Seorang anak kecil mengalami cedera pada kepalanya dan beberapa saat kemudian anak tersebut mengeluh sakit kepala dan selalu mengantuk. Saat mendaftar ke Rumah Sakit, anak tersebut tidak sadar. Tanda-tanda vital stabil dan dari hasil foto x-ray schedel, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda fraktur. Kemudian dilakukan pemeriksaan CT Scan Kepala non kontras. Hasilnya adalah sebagai berikut :



Setelah sama-sama kita lihat Foto CT Scan di atas, maka dapat kita simpulkan sebagai berikut :
Foto Axial CT Scan kepala non kontras di atas memperlihatkan hematoma akut pada extradural di frontoparietal kanan (tanda panah putih) dengan lengkungan massa pada dasar otak dan ventrikel lateral bergeser ke arah kiri. Daerah gelap (ujung panah hitam) yang berada di dalam extradural, mengindikasikan adanya perdarahan aktif.

Kasus III
Seorang laki-laki dewasa mengalami sebuah kecelakaan sepeda motor, kemudian orang tersebut oleh dokter diharuskan menjalani pemeriksaan CT Scan kepala karena dokter meyakini adanya fraktur di kepala yang berimbas pada otaknya. Hasil CT Scan kepala tersebut adalah sebagai berikut :




Foto CT Scan Axial (bone window) di sebelah kiri menunjukkan adanya cairan di dalam sinus sphenoid (ujung panah putih), yang mengindikasikan adanya fraktur pada basis cranii pada pasien dengan trauma kepala. Dengan melihat secara teliti, dapat dilihat adanya fraktur pada daerah mastoid kiri (tanda panah putih).










Foto CT Scan Axial (bone window) di atas menunjukkan pengaburan pada mastoid sebelah kiri jika dibandingkan dengan gambaran mastoid air cells normal pada mastoid sebelah kanan. Perhatikan tampak garis fraktur pada mastoid kiri dan cairan pada mastoid air cells mengindikasikan adanya haemoragic post-trauma atau kebocoran pada CSF.








Perhatikan haemoragic ekstensif pada lobus frontal dengan efek massa yang signifikan. Daerah yang gelap (asterisk) juga terlihat pada daerah frontal dan bagian lobus temporal yang mengindikasikan trauma hebat yang akan berakibat pada cedera axonal.











Foto CT Scan Axial (bone window) di sebelah kiri, memperlihatkan adanya udara bebas pada intracranial (ujung panah putih) yang diakibatkan karena fraktur pada struktur yang berisi udara seperti sinus-sinus dan mastoid air cells.











Oke segitu dulu teman-teman, nanti kalo ada kesempatan waktu lagi, bisa ditambah gambar-gambarnya untuk dibaca. Buat teman-teman yang ingin artikel ini dalam bentuk PDF yang sudah diketik rapih, silahkan download disini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Berita Duka

Minggu pagi kemarin, saya dikejutkan dengan sebuah berita duka, berita meninggalnya sahabat, radiografer dan ayah dari anak yang lucu.....

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji'uun... itulah yang pertama kali saya ucapkan ketika teman saya Sunpriono (Radiografer RS POLRI Kramat Jati) menelpon saya pada minggu pagi yang mengabarkan bahwa rekan kita satu angkatan yaitu Djadjang Suherman, Radiografer di RS PMI Bogor meninggal dunia setelah menjalani operasi Appendix. Saya benar-benar terkejut tapi itulah Takdir, tidak satu makhluk pun di muka bumi ini yang mengetahui kapan akan dijemput sang pemilik jiwa ini. Selamat Jalan Sahabat ku, semoga Allah SWT menerimamu dengan baik di sana...

In Memoriam With Djadjang


Foto Bersama di Kamar Hotel Acacia Jakarta, saat Seminar Nasional PARI Tahun 2004
(Dari Kiri ke Kanan, Djadjang Suherman (Alm), Saya, M. Teguh Pambudi (Radiografer RS Tebet Jakarta)

Info Tambahan

Bagi pengunjung Blog yang ingin memberikan sumbangan buat istri dan anak almarhum Djadjang (usia 3 tahun 4 bulan) bisa memberikannya melalui Bank Permata No. Rek. 4002117415 atas Nama Santy Budiarti Purnamasari

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Kuliah Online

Karena banyaknya attensi dari para pengunjung Blog maka buat para pengunjung Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia, sekarang bisa mengikuti Kuliah Online, sebuah program baru yang coba saya tawarkan, bagaimana pengunjung bisa mengikuti kuliahnya, ikuti aturannya berikut….

Pengertian

Kuliah Online adalah kuliah yang diberikan melalui blog ini dengan memaparkan suatu materi kuliah yang bisa dibaca oleh setiap pengunjung blog yang telah terdaftar sebagai peserta.

Persyaratan Peserta Kuliah Online

Setiap pengunjung blog bisa menjadi peserta kuliah Online dengan cara mendaftar terlebih dahulu untuk satu materi kuliah yang akan disampaikan dengan cara mengirimkan e-mail untuk mendaftar.

Keuntungan Menjadi Peserta Kuliah Online

Banyak yang bisa di dapatkan dengan mengikuti Kuliah Online. Kuliah Online ini bisa diikuti oleh semua pengunjung blog dengan cara mendaftar terlebih dahulu seperti yang sudah di jelaskan di atas, dan gratis. Selanjutnya setelah mendaftar, maka peserta kuliah bisa mengikuti kuliah melalui tempat nongkrong radiografer se-Indonesia melalui posting pada hari yang telah ditentukan. Peserta yang sudah mendaftar akan dikirimkan modul materi kuliah saat itu ke e-mail masing-masing. Setiap akhir Kuliah akan diberi tugas dari materi yang telah disampaikan. Setelah menurut saya hasil tugas yang telah diberikan merepresentasikan tingkat pemahaman materi yang telah disampaikan, maka akan diberi ujian. Hasil ujian ini akan di umumkan di Blog ini.

Materi Kuliah Perdana


Untuk materi kuliah perdana adalah SENSITOMETRI. Sebagai gambaran, Sensitometri adalah metode mengukur karakteristik respon film baik terhadap cahaya tampak maupun sinar-x. Dari pengukuran ini, akan dibuat sebuah kurva yang disebut dengan Kurva Karakteristik. Dari Kurva karakteristik yang sudah dibuat, bisa diketahui Speed film, Gamma, Latitude, mAs terendah dan tertinggi yang digunakan.

Pendaftaran Peserta Kuliah Online

Bagi yang berminat untuk menjadi peserta, bisa mendaftar dengan cara mengirimkan e-mail ke nova_rahman@yahoo.com dengan mengisi pesan, mohon di daftarkan menjadi peserta Kuliah Online, kemudian mengisi data-data di bawah ini :

Nama :
Lulusan ATRO mana dan Tahun Berapa :
Sekarang bekerja di mana dan sebagai apa :
No HP yang bisa dihubungi :

Pendaftaran bisa dilakukan mulai hari ini s/d Kamis Tanggal 17 Juli 2008, Kuliah Online akan dilaksanakan pada hari Jum'at Tanggal 18 Juli 2008

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan.
regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Berapa IQ Anda?

Teman-Teman tahu berapa IQ nya? saya punya program bagus kalo mau download..

Programnya kecil kok cuma 800-an KB
Ini Previewnya



Kalo mau download silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

Anatomi Thorax

Saya yakin banget kalo temen-temen radiografer se-Indonesia pasti banyak yang tahu mengenai anatomi thorax, termasuk Paru=Paru, Broncus dan lain sebagainya. Tapi saya yakin juga banyak temen-temen yang mungkin sudah mulai lupa.

Pada kesempatan ini saya akan memberikan sebuah program interaktif mengenai anatomi thorax (bahasa inggris). Program nya dari flash dan asiknya kecil banget cuma sekitar 600 KB. Ini previewnya kalo temen-temen mau tahu.





Nah kalo temen-temen berminat dan mau download, silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

Basic Mammographic Techniques

It is the mammographers aim to produce a consistently high quality mammographic image.This is paramount in diagnostic mammography to enable the Radiologist to accurately evaluate the image.

Views
Cranio Caudal View

* This view includes most of the breast tissue.

* Ensure firstly the bucky height is correct and at the level of the infra mammary fold so the breast is fully elevated including the posterior tissue. This reduces the chance of pulling the skin as the compression comes down.

* The patient stands facing the bucky with her head turned away from the side being examined. Keep one arm around her shoulder and the other hand to position the breast. Position from the medial side of the woman

Criteria for assessing the CC view

1. As much medial and lateral tissue visualised as possible
2. Aim to include pectoral muscle
3. Correct exposure
4. Adequate compression
5. No movement
6. Proper processing
7. No artefacts
8. No skin folds or shoulder in view
9. Images should be symmetrical
10. Correct film ID-patient details, markers, date, and radiographer's initials
11. Nipple in profile-if difficult, do an extra nipple view.

Medio-Lateral Oblique

* The degree of angulation depends on the angle of the pectoralis major muscle. The film holder should be parallel to the angle of the pectoral muscle at the mid axillary line. Generally taller, slimmer women need a steeper angle. Smaller women may need to be more lateral and larger breasted women less than 45 degrees.
* Ask the woman the place her hand on the bar as the armpit is placed over the bucky corner. Ensure no folds on the lateral side of the breast and check all the lateral tissue is on the edge of the Bucky. The arm should be resting over and on to the back of the bucky.
* Gently push the shoulder down by the hand on the clavicle.
* Once sure there is adequate axillary tissue, position the breast and apply the compression while supporting the inferior aspect. The breast needs to be pulled up and out so that it will be imaged at 90 degrees to the chest wall.
* Ensure no folds and smooth out the inframammary region. To be sure that all the breast tissue has been imaged the top of the compression plate should be just below the clavicle and the inner edge alongside the sternum.

Criteria for assessing the MLO view

Its limitation is that it does not include all of the medial breast tissue.

1. Pectoral muscle viewed to nipple line
2. Full width of pectoral muscle
3. Nipple in profile
4. Visualisation of inframammary fold
5. No skin folds
6. Ideally images should be symmetrical

_____________________________________________________________________________
Lateral Projection

* This view may be performed as an aid to radiological correlation of a clinical lump. A lateral view may also be performed in examining prostheses to ensure inclusion of as much tissue as possible.
* It is also a work up view of detected lesions.

Latero-Medial

* The tube is rotated 90 degrees with the bucky at the level of the sternal notch. The chin is over the top of the bucky and the sternum against the edge so all tissue is shown. The arm of the side of interest holds the c-arm handle and the elbow flexed to relax the pectoral muscle.
* The whole breast is lifted upwards and outwards from the chest wall. With the nipple in profile the compression is applied gradually to include the inframammary area and as much pectoral muscle as possible.

Medio-Lateral

* The tube is rotated 90 degrees and the lateral aspect of the chest wall is along the bucky edge. The height is at the level of the axilla.
* The arm of the side being examined is lifted and supported on top of the bucky.
* The breast is lifted upwards and onwards and compression applied so the nipple is in profile

Criteria for assessing the Lateral view

1. The nipple must be in profile
2. Good visualisation of the inframammary area
3. A short wedge of pectoral muscle at the chest wall edge
4. Breast tissue should be well compressed and lifted up and out at 90 degrees to the chest wall.

_________________________________________________________________
Jigsaws

* To demonstrate the tissue on a large breasted woman with a degree of overlap from film to film so that no tissue is missed, it is necessary to divide the areas of breast tissue. In our clinic the cc view is divided into 1-lateral
* 2-medial portion 3-front/nipple area. With the obl view
o A-pectoral area
o B-inferior portion,
o C- anterior/nipple area.
* The AEC must be placed under the most glandular area of breast tissue to avoid under or over exposed films. It is important to inspect previous films prior to imaging. KV should be 26-28 KVp. For dense breasts Rhodium is used.

_____________________________________________________________________________
AEC and Kvp Selection

* The AEC must be placed under the most glandular area of breast tissue to avoid under or over exposed films. It is important to inspect previous films prior to imaging. KV should be 26-28 KVp. For dense breasts Rhodium is used.

_________________________________________________________________
Conclusion

*
Good basic techniques are necessary in breast cancer detection. Hence high quality image standards are a must as well as good basic positioning techniques to aid in the early detection of breast cancer

_____________________________________________________________________________
Specialized Views

* Specialized views are to demonstrate tissue not fully seen in routine views, perhaps due to special positioning problems. Specialized views are also performed to help categorise mammographic lesions.

1. Extended CC View

* Normally done with lateral bias
* No body rotation so that sagittal orientation is achieved
* Useful for lateral lesions in axillary tail

2. Cleopatra View

* Used to visualise the axillary tail
* Compresses the lateral aspect close to the pectoral muscle
* Get patient to lean sideways

3. Cleavage View

* Visualises lesions deep in the medial aspect of the breast
* May need to use a manual exposure
* Can be difficult on thin women
* Some tissue posterior to cleavage should be visible if positioned correctly

4. Coned Compression View

* Can be taken in any projection
* Allows better compression over a small area, separating overlying structures and enhancing image detail
* Better definition of lesions against a fatty background
* Separates superimposed ductal structures in the retroareolar area
* The paddle allows further back imaging
* Often combined with magnification

5.Magnification View

* Useful to define calcifications
* Provides sharper more defined image
* No bucky as air gap reduces scatter radiation
* Spot or full compression paddle can be used

6.Pinch View for Breast Prostheses

* *mplants may inhibit breast compression and obscure some breast tissue
* An additional latero-medial view is needed if the implant cannot be displaced, to demonstrate all tissue as well as possible
* Manual exposures may be necessary
* For the implant, which can be displaced, the routine views should be taken with the implant in place, and the implant displaced (4 views per breast)
* Modified compression technique enables improved imaging of the breast tissue, free of the implant
* There is always some compromise when imaging the augmented breast

7.Tangential View

* To visualise superficial lesions close to the skin with the least amount of overlying tissue to allow better margin differentiation
* The area may be a mass, a tender area or a skin dimpling
* Place a lead marker over the area of interest
* Rotate the breast until the skin marker is tangential
* Use spot compression
* Can be magnified

8.Axillary View

* Useful for visualising axillary soft tissue
* Often the breast tissue is over penetrated

Baca Selengkapnya...

Hand Out Dental Radiography


Belum lama ini saya mengajar Teknik Radiografi Dasar II dengan Sub Bab Dental Radiography. Akhirnya saya buat Hand Out untuk mengajar. Setelah Jadi Hand Out nya, banyak teman-teman radiografer yang lihat dan minta ke saya Hand Out tersebut......

Saya bertanya kok udah jadi radiografer masih mau Hand Out Dental Radiography. Kemudian teman-teman radiografer tersebut mengatakan bahwa materi Dental Radiography ini adalah materi yang ada dalam Teknik Radiografi yang paling jarang dilirik sama radiografer itu sendiri. Karena pada prakteknya banyak orang dari profesi lain yang mengerjakan ini, sehingga mungkin inilah alasan kenapa radiografer sendiri agak malas melirik materi ini. Kemudian juga menurut pengalaman saya, kalau ada dosen yang membuat materi mengenai Dental Radiography biasanya slide-nya sediit banget sehingga mahasiswa pun jadi males-malesan bacanya.

Nah saya mencoba membuat materi Dental Radiography yang menarik untuk di baca (mudah-mudahan lho). Sehingga jadilah Hand Out dalam bentuk Slide PDF sebanyak 38 Halaman dengan gambar full colour. Hand Out ini saya sebarkan secara gratis melalui blog ini. Saya tidak merasa rugi meskipun sudah cape-cape buat Hand Out ini kemudian saya sebarkan secara gratis, saya malahan senang jika radiografer se-Indonesia bisa membaca Hand Out ini. Harapan saya adalah supaya pekerjaan Dental Radiography bisa dipahami oleh radiografer dan tidak lagi dikerjakan oleh profesi lain, karena sesungguhnya ini merupakan pekerjaan radiografer.

bagi yang berminat untuk download silahkan download disini

Baca Selengkapnya...

Kuliah Online

Banyak permintaan dari para pengunjung blog yang ingin diadakannya Kuliah Online di Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia ini... tapi...

Tapi, saya masih mempertimbangkannya. Pertimbangan saya adalah :

- Apakah peserta kuliah Online bakalan banyak, kalo cuma orangnya yang sering nongkrong sih saya kurang semangat mengadakannya.

- Apakah peserta kuliah Online mau untuk berkomitmen untuk membaca Hand Out yang telah diberikan, kemudian mengerjakan tugas yang diberikan dan mengumpulkan tugas tepat waktu lalu mau mengikuti ujian yang diberikan.

Kalau dua pertimbangan saya tersebut di atas bisa dijawab oleh para pengunjung blog, tidak ada lagi alasan saya untuk menunda Kuliah Online di sini. Buat pengunjung blog silahkan kasih komentar mengenai ide yang saya sampaikan ini. Kalau Komentarnya positif dan menjawab pertimbangan saya, Insya Allah akan saya mulai kuliah Online-nya dan saya pastikan akan gratis kuliahnya, ngga usah bayar.....

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Kata-Kata Adalah Energi

Pada posting ini akan saya tampilkan sebuah penelitian dari seorang teman yang membuktikan bahwa Kata-Kata Merupakan Sebuah Energi. Apabila Kata-Kata tersebut merupakan Kata-Kata yang positif, maka Energi yang dihasilkan juga akan positif, sementara jika Kata-Kata tersebut merupakan Kata-Kata yang negatif, maka energi yang dikeluarkan pun juga negatif. Bagaimana Penelitiannya.....

Dulu saya pikir cuma saya yang mempunyai prinsip bahwa Kata-Kata merupakan sebuah Energi. Sejak di SMA saya belajar fisika, lalu di ATRO kemudian di Fisika Medik, selalu mengatakan bahwa Energi tidak dapat dimusnahkan, hanya dapat dibuah menjadi bentuk lain.

Namun beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan kiriman e-mail dari seorang teman yang membuktikan bahwa Kata-Kata merupakan sebuah Energi. Berikut adalah Penelitian sederhana yang dilakukan menurut Buku "The Hidden Messages in The Water" Karya Masaru Emoto :

1. Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.

2. Masing-masing toples di tempelkan label yg berisi kata2 sbb:

Toples A : " Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di Dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih".

Toples B : " Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak Mau Dekat Kamu "

Lihat Gambar di bawah ini :



3. Kemudian botol-botol ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri dan siapa saja untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol-botol tersebut.

4. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian:





5. Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap.

6. Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri.


Bayangkan jika setiap hari kita melontarkan kata-kata yang negatif terhadap Anak-Anak kita, istri, teman dan orang-orang yang berkomunikasi dengan kita, maka akan sangat mungkin yang namanya Kata-Kata Negatif yang kita keluarkan akan mengeluarkan energi negatif yang akan membuat orang lain yang mendengarkan terkena efeknya.

Saya baru menyadari, mengapa ada orang yang dihina dengan kata-kata, kemudian selang 15 - 20 menit kemudian, telinga orang yang dihina dengan kata-kata tadi menjadi merah warnanya persis seperti orang yang habis melakukan percakapan dengan menggunakan telepon seluler. Ini berarti Kata-Kata tadi dan Radiasi Telepon Seluler berdampak sama.

Mari mulai sekarang Jangan Pernah Gunakan Kata-Kata Yang negatif, meskipun dalam keadaan marah, kita masih bisa menggunakan pilihan kata lain yang positif untuk mengungkapkan kemarahan kita.

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Penerimaan Mahasiswa Baru ATRO Baiturrahmah Padang

Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah tahun ini kembali membuka penerimaan mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2008/2009. Untuk informasi lebih lanjut silahkan baca…..

Latar Belakang

Kebutuhan radiografer di Indonesia dirasakan masih sangat tinggi mengingat jumlah radiografer di Indonesia saat ini diperkirakan sebanyak 6.000 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk Indonesia yang sekitar 200.000.000 penduduk, maka rasio radiografer dengan penduduk Indonesia adalah 1:30.000. Ini berarti satu orang radiografer di Indonesia harus siap untuk melayani 30.000 masyarakat Indonesia. Ini merupakan sebuah rasio yang masih sangat timpang. Saat ini banyak Rumah Sakit baik

itu milik pemerintah maupun swasta, kekurangan tenaga radiografer (bisa ditanyakan ke teman-teman yang bekerja di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Indonesia bagian timur). Oleh karena itu untuk membantu pemerintah dalam pengadaan tenaga radiografer yang profesional, Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah tahun ini kembali membuka penerimaah mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2008/2009.

Mengenal Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah.

Letak Kampus
Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah berada di Jl. Raya By Pass Km. 15 Aie Pacah, Padang, Sumatera Barat. Lokasinya sangat strategis karena hanya berada di pinggir Jalan By Pass, dan hanya 20 menit dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).


Pintu Gerbang Kampus Baiturrahmah

Foto Universitas Baiturrahmah Dari Udara


Universitas Baiturrahmah memiliki lahan sendiri dengan luas sekitar 8 hektar. Ini merupakan sekolah untuk pendidikan radiografer satu-satunya di Kopertis Wilayah X (Sumatera Barat, Riau, Jambi dan Kepulauan Riau)

Kurikulum dan Program Pengajaran
Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah telah menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi, dengan jumlah jam praktikum yang cukup banyak jika dibandingkan dengan sekolah lain yang sejenis yang masih menggunakan kurikulum yang lama. Untuk semester 1 dan 2, praktikum dilakukan di Laboratorium Radiografi milik sendiri dengan jumlah orang tiap kelompok sekitar 6 orang. Untuk memenuhi jam praktikum yang diharuskan oleh Kurikulum Berbasis Kompetensi, terkadang praktikum dilakukan hingga jam 8 malam.

Mahasiswa Sedang Praktikum di Laboratorium Radiografi



Untuk semester 3 dan 4, Praktikum dilakukan di RS Pemerintah yang sudah mempunyai ikatan kerjasama dengan Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah yaitu RSUP Dr. M. Djamil, Padang dan RSUD Dr. Achmad Muchtar, Bukittinggi dengan lamanya praktikum selama 12 minggu (3 bulan) terus menerus tanpa jeda.

Mahasiswa Sedang Praktek Kerja Lapangan


Mahasiswa Sedang Melakukan Positioning CT Scan for Brain

Selain itu juga mahasiswa semester 3 dan 4 diwajibkan untuk dinas malam selama satu tahun penuh. Ini dilakukan untuk memenuhi kompetensi mahasiswa supaya menjadi radiografer yang profesional. Semester 5 dan 6 dilakukan di RS se-Sumatera Barat dan sekitarnya, baik RS Pemerintah maupun swasta.

Fasilitas Kampus
Untuk menunjang kurikulum dan program pengajaran di atas, Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah memiliki fasilitas-fasilitas sebagai berikut :

Laboratorium Radiografi
Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah memiliki Laboratorium sendiri yang bisa memuat sekitar 20 mahasiswa. Laboratorium ini dilengkapi dengan pesawat mobile x-ray 150 mA yang dibeli baru pada tahun 2006, ruang kamar gelap yang luas dengan manual processing, ruang operator yang luas dan ruang pemeriksaan yang juga luas. Di dalam laboratorium ini juga dilengkapi dengan USG yang digunakan untuk melatih mahasiswa menggunakan tranducer (probe) supaya bisa menentukan letak organ seperti hepar, jantung, ginjal dll.


Mahasiswa Sedang Melakukan Diskusi Di Laboratorium Radiografi

Ruang Kelas
Tiap ruang kelas terdapat fasilitas sound system yang terdengar jernih, LCD Projector dan Notebook untuk dosen dalam mengajar. Selain itu juga terdapat ruang kelas yang bisa digunakan untuk kuliah umum, yang bisa menampung hingga 200 mahasiswa di dalamnya.


Mahasiswa Sedang Mengikuti Perkuliahan

RS Milik Sendiri
Universitas Baiturrahmah memiliki Rumah Sakit milik Sendiri yang bernama RS Islam Siti Rahmah, yang merupakan RS Pendidikan yang diperuntukkan untuk mahasiswa Universitas Baiturrahmah termasuk mahasiswa Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah. RS Siti Rahmah ini memiliki peralatan yang canggih terutama untuk Bagian Radiologinya seperti Pesawat sinar-x untuk pemeriksaan radiografi konvensional 500 mA multipurpose, Mammography, Digital Panoramic dan Cephalometry, CT Scan, USG 4 Dimensi dan C-Arm. Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah merupakan satu-satunya sekolah radiografi di Indonesia yang memiliki Rumah Sakit sendiri yang memiliki perlengkapan radiologi terlengkap dan tercanggih.


Mahasiswa Sedang Berpose di Depan CT Scan Milik RS Islam Siti Rahmah

Perpustakaan Yang Lengkap
Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah mempunyai perpustakaan yang cukup lengkap, menyatu dengan milik Universitas Baiturrahmah. Selain buku secara fisik, mahasiswa juga bisa menikmati buku dalam bentuk electronic book (e-book), untuk buku-buku radiologi terbaru.

Akses Internet Untuk Mahasiswa
Universitas Baiturrahmah memiki akses internet yang dibuat dalam bentuk Hot Spot (Wireless Internet) yang dapat di akses oleh set mahasiswa termasuk mahasiswa Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah. Hot Spot untuk Wireless Internet ini meng-cover seluruh wilayah kampus, dan selalu hidup selama 24 jam, sehingga mahasiswa bisa meng-akses internet setiap saat, untuk mencari referensi dan tugas. Dan yang paling penting, ini gratis untuk mahasiswa.


Mahasiswa Sedang Browsing Internet (Lihat Situs Yang dibuka... Tempat Nongkrong Radiografer Se-Indonesia)


Lahan Parkir Yang Luas
Lahan parikir terkadang jadi masalah ketika kita memasuki sebuah kampus. Saat kita hendak parkir, tidak ada space untuk kita parkir kendaraan kita. Hal tersebut tidak akan terjadi di Universitas Baiturrahmah. Lahan parkir di Universitas Baiturrahmah cukup luas, sehingga cukup menampung kendaraan bahkan bisa menampung seluruh undangan yang hadir saat wisuda mahasiswa berlangsung.


Lahan Parkir Yang Luas


Kantin Yang Luas
Saat jam istirahat, mahasiswa bisa istirahat sambil makan di kantin yang cukup luas. Disini terdapat berbagai macam pilihan makanan dan minuman. Kantin ini bisa menampung hingga 500 orang lebih. Yang tak kalah menariknya, di kantin ini juga terdapat Hot Spot untuk akses internet, sehingga mahasiswa sambil istirahat dan makan, bisa sekaligus browsing internet.

Masjid Yang Besar
Sebagai orang yang beragama, sudah seharusnya kita tidak selalu memikirkan masalah dunia terus menerus. Kita harus juga selalu mengingat Yang Maha Pemberi. Maka untuk memenuhi kebutuhan spiritual ini, Universitas Baiturrahmah memiliki Masjid yang besar, yang bisa menampung hingga 1000 jama’ah.


Masjid Jabal Rahmah

Waktu Pendaftaran
Pendaftaran Mahasiswa dibuka mulai tanggal 2 Juni hingga16 Juli 2008, dari jam 08.00 s/d 14.00 setiap hari kerja.

Informasi
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah, Telp. 0751-463529, 0751-463069.


Foto Bersama Mahasiswa Program Studi D III Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi Universitas Baiturrahmah Penerima Beasiswa Dari DIKTI atas Prestasi Mereka. (Di tangan mahasiswa itu adalah cek masing-masing sebesar Rp. 1.000.000,-)


Jika Anda ingin mendapatkan pendidikan radiografer yang terbaik, ya di sini tempatnya!


Baca Selengkapnya...

Workshop PARI di Anyer


PARI dengan kepanjangannya yang baru yaitu Perhimpunan Radiografer Indonesia, mengadakan Workshop yang rencananya akan di adakan di Anyer, untuk info lebih lanjut silahkan baca...












Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) mengadakan workshop yang bertemakan "Peningkatan Keterampilan Radiografer Dalam Pemeriksaan Jantung Melalui Radiografi Konvensional, CT Scan dan Kedokteran Nuklir Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi".

Acara tersebut akan di adakan pada :

Hari/Tanggal : Jum'at - Minggu, 18 - 20 Juli 2008
Tempat : Sol Marbella Hotel, Anyer, Propinsi Banten

Biaya :

Biaya Pendaftaran Rp. 1.775.000 paling lambat tanggal 10 Juli 2008, ke Rekening Bank Mandiri Kantor Kas RSK Dharmais atas nama Perhimpunan Radiografer Indonesia.

Bukti pembayaran dikirim/Fax ke Jurusan Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi, Politeknik Kesehatan Jakarta II, Jl. Hang Jebat III Blok F3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12120 Telp/Fax : 021-7206239

Fasilitas Yang Tersedia :

- Akomodasi 3 hari 2 malam, Konsumsi, Seminar Kit dan Sertifikat

- Bus Jemputan dari Bandara Soekarno Hatta Hari Jum'at tanggal 18 Juli 2008 Pukul 10.00 s/d 14.00 WIB

- Bus Jemputan dari Pintu Tol Cilegon Barat Hari Jum'at tanggal 18 Juli 2008 Pukul 13.30 WIB

Pembicara :

- H. Abdul Gamal Sukaryono, Dipl.Rad, SKM, MKKK
- Sugiyanto, S.Pd, M.App.Sc
- dr. Kahar Kusumawijaya, Sp.Rad, Sp.KN
- dr. Manuefriz Kasim Sp.JK
- dan radiografer-radiografer dari RS di Indonesia

Susunan Acara Sebagai berikut :



Buat teman-teman yang ingin minta dikirmkan brosur ke Instansinya masing-masing ini ada Contact Person yang bisa dihubungi :
- Khairil Anwar - 081315115097
- Arif Oesmanto - 08161389471
- Guntur Winarno - 08568106345
- Ratih Dwi Aryanti - 081317802267

regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Foto-Foto BNO Yang Menunjukkan Adanya Batu

Kemarin saya mendapatkan pesan pada kolom messages dari Mba Merdu (Radiografer dari Global Doctor Jakarta) yang minta tolong untuk diposting-kan mengenai Foto BNO yang mempelihatkan adanya Batu. Alhamdulillah saya semalam menyelesaikan tulisan ini, mau tahu? Baca selengkapnya…..

Atas permintaan dari Mba Merdu, saya cari buku dari koleksi yang saya punya (koleksi saya saat ini sudah hampir 160 judul buku radiologi) yang membahas mengenai Foto BNO yang menunjukkan adanya gambaran batu. Alhamdulillah ketemu trus saya susun hingga jadi deh 8 halaman (termasuk judul dan daftar pustaka) yang memperlihatkan foto-foto BNO yang menunjukkan adanya batu. Dalam tulisan ini, pengunjung blog bisa melihat adanya batu baik itu di ginjal, di ureter maupun di blaas. Yang menarik dari tulisan ini adalah ditampilkan perbandingan foto antara foto BNO polos, tomogram dan IVP, sehingga bisa memberikan sebuah kepastian akan diagnosa bahwa gambaran tersebut memang batu.

Tadinya tulisan ini mau saya posting langsung disini, tapi menurut saya supaya teman-teman sejawat radiografer se-Indonesia bisa membacanya dengan susunan yang rapih sehingga enak di baca, maka saya buatkan dalam bentuk e-book (PDF). Buat yang mau baca silahkan download disini

Buat member dari ATRO Community, saya sudah berikan ke e-mail masing-masing, buat pengunjung blog yang ingin mendapatkan postingan mengenai tulisan yang berhubungan dengan radiologi silahkan mendaftar sebagai anggota ATRO Community dengan cara kirim e-mail ke nova_rahman@yahoo.com dengan subjek : Mohon di daftarkan sebagai anggota milist

Demikian tulisan ini saya buat, semoga memacu radiografer se-Indonesia untuk lebih berkarya nyata memajukan radiografer di Indonesia

Regards,

nova


Baca Selengkapnya...

Seminar Radiologi Diagnostik

Pengurus Daerah PARI Yogyakarta menggelar acara Seminar Radiologi Diagnostik, untuk lebih lengkapnya silahkan baca selengkapnya....

Pengurus Daerah PARI Yogyakarta menggelar acara Seminar Radiologi Diagnostik. Informasi yang berhubungan dengan acara tersebut dapat disimak di bawah ini.

Topik-topik yang di angkat pada seminar tsb adalah :

- Computed Radiography (CR)
- Direct Digital Radiography
- Orthopedic of Radiology
- Katerisasi Jantung
- TACE
- Bone Densitometry
- Kewirausahaan

Waktu Kegiatan

Hari/Tanggal : Minggu 8 Juni 2008

Tempat Pelaksanaan

Ruang Pertemuan Utama Gedung Diklat Lantai IV RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta

Pendaftaran

Biaya Pendaftaran
Radiografer Rp. 150.000/orang
Mahasiswa Rp. 100.000/orang

Waktu Pendaftaran
Panitia menerima pendaftaran calon peserta seminar selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2008. Pendaftaran setelah 31 Mei 2008 akan dikenakan biaya Rp. 50.000/orang

Biaya dapat dibayarkan langsung ke Panitia atau ditransfer melalui Bank Mandiri Cab. RSUP Dr. Sardjito atas nama Min Aminarti No. Rek 137-00-05781337

Contact Person
Sementara saya kasih aja ya No, HP Pak Syafiie 085228773636 (maaf soalnya juga kurang jelas no hp di leaflet).

Pembicara

dr. I Nyoman Kartia, Sp.PD, K.R
dr. Boediyull Soebiyanto, Sp. KJ
dr. Puntodarmo, Sp.B.OT, RCS
dr. Bagaswoto, Sp.R, Sp.KN
Troy Lesmana, AMR
Probo Waseso, ST


Demikian posting saya tulis sebagai undangan terbuka buat siapa saja yang mau mengikuti acara seminar ini

regards,

nova

Baca Selengkapnya...

Lateral Soft Tissue Neck for Foreign Body

The lateral soft tissue neck is less of a positioning challenge than an interpretation challenge (in a cooperative patient). This page is dedicated to the radiography and image interpretation challenges of this view.

Radiographic Technique

The position is similar to a lateral cervical spine. The patient can be imaged in the erect or supine position as dictated by the patient's condition. As much relevant clothing and jewelery should be removed. Typically, shirt collars and earrings produce artifacts. Even a t-shirt collar can produce an artifact. The patient should be in the true lateral position and the patients neck should be comfortably extended (except in cases of neck trauma). The patients shoulders should be as low as possible.


Exposure should be made at the end of inspiration to ensure that

-The pharynx/airway is fully outlined with air
-The soft tissues are not distorted
-The patient is not swallowing during the exposure



The arrowed soft tissue structure is a legacy of exposing on expiration. Irrespective of the reason for performing a lateral soft tissue neck view on this child, this appearance is not helpful in terms of the diagnostic quality of the image.


If a paediatric patient is imaged at full expiration, the retro pharyngeal soft tissues can appear to be falsely widened. Equally, if the patient is swallowing during the exposure, the upper phayngeal airway can appear narrowed.

If you are using non-digital equipment, the exposure should be for soft tissues rather than bone. This is to say, this is not a lateral cervical spine exposure.

In cases of severe retropharyngeal abscess, the abscess can extend into the patient's mediastinum. It is prudent to perform PA and lateral chest radiography in these patients

Case Studies




This patient was eating a seafood dish and swallowed something hard. It was suspected to be a piece of mollusc shell. The lateral soft tissue neck revealed a piece of shell in the pharynx at the origin of the oesophagus (arrowed)

Stylohyoid ligament calcification noted.









This patient presented after eating meat and was complaining that a piece of meat was stuck in her throat. There is a faint irregular mottled density in the oesophagus with an air-fluid level seen immediately superiorly to this density (arrowed). The mottled density is assumed to be the meat causing the air-fluid level. Air in the oesophagus can be a normal finding associated with air swallowing. An air-fluid is suggestive of an obstruction in the oesophagus.








This patient presented with a feeling of something stuck in her throat after eating a chicken and salad meal. There is a linear density if the oesophagus consistent with a piece of chicken bone (arrowed)

Note that the patient's head and neck are not in the true lateral position.












This child presented after swallowing a coin. The coin is lodged in the upper oesophagus

















This patient presented after eating chicken. She reported a severe and painful sensation of something stuck in her throat. The arrowed structure is a chicken bone in her pharynx.
















The arrowed structure is a tablet which is still in its foil packaging. This foreign body is stuck in the patient's oespophagus. There appears to be some soft tissue swelling associated with the foreign body.












The arrowed structure is food in a Zenker diverticulum. Bra hardware and clothing artifact noted.

The nature of a Zenker Diverticulum is detailed below


"Problem: The esophageal mucosa herniates posteriorly between the cricopharyngeus muscle and the inferior pharyngeal constrictor muscles; therefore, Zenker is a false diverticulum. This diverticulum carries with it a high frequency of food elements retained within its pouch. These food elements and secretions lead to halitosis, regurgitation, aspiration, and dysphagia.


Etiology: It is thought that patients with Zenker diverticulum have improperly timed relaxation of the cricopharyngeus muscle during swallowing. Over time, the increased pressure causes herniation of the esophageal mucosa posteriorly, between the inferior pharyngeal constrictor and the cricopharyngeus muscle. Whether these patients have an anatomical predisposition to diverticulum formation is unknown.

Pathophysiology: Abnormal muscle activity in the cricopharyngeus results in a discoordination of the swallowing mechanism that causes increased pressure on the mucosa of the pharynx. This results in the slow, progressive distention of the mucosa. The weakest area is posterior, the location of the pulsion diverticulum formation."








This patient has extensive subcutaneous emphysema (abnormal air in the soft tissues of the neck). The causes are various but would include surgery, trauma, pneumothorax, infection and pneumediastinum.










The black arrow is pointing to stylo-hyoid ligament calcification x2. This is very common and variable in its appearance.

The grey arrow is the hyoid bone














There are hair clips, ear rings, and a bra clip noted. It would not be difficult to imagine that larger earrings would have obscured anatomy of interest.

The arrowed structure is a shirt collar. The shirt is best removed for the lateral soft tissue neck projection

Summary

The lateral soft tissue neck is similar in its positioning to a lateral cervical spine. It is helpful to remove all artifact-producing clothing and jewelery from the patient. Exposure should be made at the end of inspiration. It is important to establish what are the normal anatomical features ( hyoid bone, cricoid cartilage, thyroid cartilage, stylo-hyoid ligament calcification, pseudo soft-tissue swelling) and what are abnormal features (foreign body, pathological soft tissue swelling)



Baca Selengkapnya...

Peraturan Pemerintah Terbaru yang berhubungan dengan pemanfaatan radiasi pengion

Posting kali ini saya buat, karena saya baca perbincangan di messages pada blog ini antara Putu adi, Alam dan Hesthi. Perbincangan berujung pada Peraturan Pemerintah Terbaru yang berhubungan dengan radiasi pengion. Buat teman-teman yang ingin tahu apa saja Peraturan Pemerintah terbaru yang dimaksud Hesthi dan kawan-kawan silahkan baca disini supaya nyambung obrolan mereka....

Peraturan Pemerintah (PP) yang dimaksud sama Hesthi dan kawan-kawan adalah :
1. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan dan Kesehatan terhadap Pemanfaatan Radiasi Pengion.

2. Peraturan Pemerintah Nomor 64 Tahun 2000 tentang Perizinan Pemanfaatan Tenaga Nuklir

Nah, pemerintah rupanya memandang penting dan serius mengenai permasalahan radiasi pengion, hingga akhirnya dua Peraturan Pemerintah tersebut di atas, sudah di perbaharui, hingga muncul Peraturan Pemerintah terbaru pengganti Peraturan Pemerintah tersebut. Peraturan Pemerintah yang dimaksud adalah :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Th 2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif

2. Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2008 tentang Perizinan Pemanfaatan Sumber Radiasi Pengion dan Bahan Nuklir

Saya sudah baca sekilas (soalnya disuruh sama Hesthi mempelajari PP terbaru ini), saya melihat memang kelihatannya lebih detail dibandingkan dengan PP yang lama. Jangan dipandang jika PP terbaru ini terkesan lebih menyulitkan, ini sebenarnya adalah sebuah upaya Pemerintah untuk lebih serius lagi menangani masalah radiasi pengion di Indonesia.

Buat teman-teman yang mau download dua Peraturan Pemerintah tersebut silahkan download dibawah ini :
PP No. 33 Tahun 2007
PP No. 20 Tahun 2008

Oke selamat mendownload dan selamat mempelajari ya, thanks buat obrolan yang bermutu di blog ini

regards,

Nova

Baca Selengkapnya...