Setelah ditunggu-tunggu sama Radiografer yang sering nongkrong, akhirnya ada juga Reportase Seminar Yogya (sebenarnya saya sudah terima beberapa hari yang lalu, cuma baru sempat hari ini saya posting) berikut reportasenya (termasuk gallery dan materi seminar yang bisa di download disini)Ass. Wr Wb
Kepada Rekan_Rekan Radiografer yang saya hormati,
Perkenankan kami melaporkan hasil Seminar Radiologi Yogyakarta yang diadakan pada Tanggal 21 Maret 2009 kemarin. Seperti kita ketahui, bahwa Kita sebagai pemberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat bila ditinjau dari aspek hukum adalah hubungan antara subyek hukum dan obyek hukum.
Hubungan antara pelayan kesehatan (tenaga Kesehatan khususnya) dengan pasien adalah apa yang
dikenal sebagai perikatan, dimana perikatan tersebut dapat berupa perjanjian, tetapi dapat pula berbentuk perikatan yang berdasarkan perundang-undangan. Dalam menjalankan tugasnya seorang tenaga kesehatan mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana tercantum dalam pasal 53 ayat 2 UU nomor 23/1992 tentang kesehatan yang berbunyi ”tenaga
kesehatan dalam melakukan tugasnya berkewajiban untuk memenuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.” Disisi lain dalam menerima pelayanan pasien akan mendapatkan perlindungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah RI no 23/1996 tentang tenaga kesehatan terutama dalam pasal 23 yang berbunyi : ” pasien berhak atas ganti rugi apabila dalam pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sebagaimana dimaksud dlm pasal 22, mengakibatkan terganggunya kesehatan, cacat, atau kematian yang terjadi karena kesalahan atau kelalaian.” Dua ketentuan tersebut diatas yang seringkali dipakai untuk menuntut tenaga kesehatan apabila dalam memberikan pelayanan kurang berkenan bagi pasien, sehingga bila kita lihat atau dengar berita akhir-akhir ini banyak memunculkan gugatan malpraktek.
Seminar radiologi kali ini dengan tema
“PELAYANAN BIDANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DARI ASPEK
HUKUM DAN STANDARD PELAYANAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL” adalah dalam rangka memberikan bekal kepada peserta tentang pentingnya standar pelayanan dan standar profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan serta bekal pengetahuan tentang perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan, khususnya radiografer dalam menjalankan tugasnya sehari hari.
Rekan Radiografer yang kami cintai, kami laporkan berkaitan dengan kegiatan seminar radiologi ini diikuti lebih dari 250 peserta (tepatnya 254 peserta) yang berasal dari radiografer di
sekitar yogyakarta dan banyak pula dari luar propinsi D.I Yogyakarta, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI jakarta serta perwakilan radiografer seluruh indonesia dari aceh sampai irian. Kami tidak pernah menyangka bahwa antusias para peserta sampai jauh melebihi target kami, sehingga kekurangan-kekurangan dalam pelayanan kami kepada peserta kemungkinan membuat ketidaknyaman, mohon kami dimaafkan.
Akhirnya............., kami segenap panitia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam mendukung sEmInar radiologi ini, juga kepada pihak sponsor : PT. Bayer Shcering Pharma sebagai Sponsor Utama Kami, CV. Bengawan Indah, Omnipaque, CV. Tri Cipta Jaya, CV Hanif Sejahtera, CV. Mulya Husada, Iopamiro, Ultravist, PT. Tawada indonesia, PT. Modern internasional dan Pramita Lab kami ucapkan terimakasih atas kerjasamanya.
Tak lupa terima kasih kami tujukan kepada Blog-Blog Radiografer yang ikut berpartisipasi dalam menyebarkan informasi Seminar Radiologi Yogyakarta ini kepada seluruh Radiografer seluruh Indonesia.
Kami ucapkan terimakasih kepada
1.NOVA RAHMAN dalam blog http://nova-rahman.blogspot.com/ sebagai Tempat Nongkrong Radiografer Se Indonesia
2.BERRY DEVANDA dalam blog http://fisikamedis.blogspot.com/
3.WAHYU HIDAYAT dalam blog http://posradiografer.blogspot.comdalam/ POS RADIOGRAFER.COM,
4.ALUMNI ATRO JAKARTA TH 2003 dalam blog http://atro2003.blogspot.com/
5.PARI Pengda Kep Riau dalam blog http://www.parikepri.com/
6.Dan teman-teman yang memiliki blog yang ikut serta menyebarkan informasi ini, yang tidak dapat kami sebut satu persatu.
Terima Kasih .................. Terima Kasih .............
dan dalam melaksanakan seminar ini tentunya panitia tidak luput dari kekurangan dan kesalahan untuk itu kami mohon keikhalsannya untuk memaafkan kami.
Bila ada waktu dan kesempatan akan kami laporkan Materi Seminar secara terpisah dalam halaman lain dalam blog ini......
Pengalaman adalah guru paling berharga dalam hidup ini, makanya setelah pelaksanaan seminar ini, kami mulai menata kembali segala sesuatu untuk pelaksanaan seminar enam bulan lagi (sekitar habis lebaran) agar dalam pelaksanaan nanti, kami dapat memberi kenyamanan yang lebih baik daripada seminar ini. Kami merencanakan sebuah Seminar Wisata yang kami kemas dalam bentuk Seminar yang bermutu sebagai bekal Radiografer di kemudian hari. Mungkin ada masukan-masukan yang bisa kita tampung untuk pelaksanaan mendatang, mungkin isi materi, wisata, berapa hari pelaksanaannya, dll
silahkan beri komentar di bawah ini, terima kasih
Wass. Wr Wb
Sincerelly
Probo Waseso
Berikut Gallerynya....
Buat teman-teman yang ingin mendownload materi-materi seminar Yogya silahkan download disini
BERITA HARI INI, Powered By METRO TV
REPORTASE SEMINAR PARI DI YOGYAKARTA
Diposting oleh Nova Rahman Jam 15:07 2 komentar
Tragedi Situ Gintung
Kami keluarga besar Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia menyatakan Turut Prihatin dan Turut ber belasungkawa atas Tragedi Jebolnya tangul Situ Gintung di Ciputat Tangerang, Semoga Allah SWT menguatkan hati para korban yang selamat dan memberi tempat yang layak bagi korban yang tewas. Berikut Foto-Foto Yang kami rangkum dari berbagai sumber seperti detik.com, kompas.com
Kondisi Tanggul sesaat setelah jebol
Kondisi Mobil Yang terhantam Air dari Jebolnya Tanggul
Petugas Yang Sedang Mengevakuasi Korban Meninggal
Masjid Yang Tetap Kokoh Berdiri Pada Kejadian Jebolnya Tanggul
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 09:10 2 komentar
INVESTASI
Para pengunjung blog mungkin sering mendengar kata Investasi, pasti langsung berfikir mengenai modal, uang dsb. Pada postingan kali ini, saya mencoba membuat essei mengenai Investasi, tapi investasi yang coba saya tawarkan benar-benar beda, tidak membutuhkan uang atau modal usaha, mau tahu..... INVESTASI Anda pernah dibenci orang, di fitnah, orang lain iri, curiga pada Anda dan berbagai perlakuan negatif yang pernah Anda terima? Saya rasa jawabannya pasti pernah…
Nova Rahman, Dipl.Rad, S.Si
Namun apakah Anda pernah berfikir bahwa perlakuan negatif tersebut sebenarnya disebabkan karena sikap Anda sendiri? Saya rasa Anda lebih suka menjawab bahwa perlakuan negatif yang Anda terima adalah lebih dikarenakan memang orang lain yang memperlakukan Anda secara negatif telah memiliki sifat-sifat negatif tadi…
Investasi
Investasi jika saya boleh menggambarkan istilah tersebut adalah kita menanam sesuatu (bisa modal usaha, bisa benih tanaman atau apapun) yang kemudian akan kita ambil hasilnya pada waktu yang memiliki interval agak lama sejak kita menanam sesuatu tadi. Hasil yang bisa kita ambil sangat tergantung dengan apa yang kita tanam. Tahukah Anda, segala perkataan, tindakan dan sikap kita saat ini semuanya adalah investasi !
Suatu ketika tetangga saya memarahi anaknya, mungkin karena anaknya berbuat sesuatu yang menurut orang tuanya tergolong perbuatan yang nakal. Saat memarahi anaknya, sang ibu seringkali mengatakan perkataan yang kasar misalnya “dasar anj***g “dsb . Saya sangat sering mendengar hal ini. Beberapa waktu berikutnya, sang anak bermain-main dengan temannya, kemudian sang anak terlibat adu mulut dengan temannya karena sang anak berfikir bahwa temannya ini curang. Yang membuat saya kaget, sang anak mengeluarkan kata-kata “dasar anj***ng” ke temannya tersebut. Saya kaget karena sang anak mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan ibunya saat memarahinya, untuk mengungkapkan rasa emosi sang anak. Beberapa waktu kemudian, di saat sang anak sudah cukup besar ( ya kira-kira usia kelas 3 atau 4 SD) anak tadi dimarahi oleh ibunya karena suatu kesalahan. Sang anak merasa tidak terima kemudian sang anak melontarkan sebuah kata ke ibunya “dasar anj***ng”. Waduh saya lebih kaget lagi, kok bisa ya anak sekecil itu berani bicara kasar ke ibunya?
Di sebuah Panti Jompo, duduk seorang Bapak yang kira-kira usianya sudah 70 tahun-an. Bapak tadi duduk di kursi dengan menghadap ke pintu. Setiap orang yang datang melalui pintu tersebut, Bapak tadi tampak senang sesaat, tapi kemudian kembali termenung. Begitu terus kejadiannya setiap ada yang masuk melalui pintu tersebut.
Ketika ditanyakan kepada pengurus panti siapa Bapak itu, kenapa dia sampai di sini dan apa yang dilakukannya dengan duduk di situ, di dapat jawaban seperti berikut : Bapak itu dulunya adalah seorang yang sangat sukses. Anak dari Bapak itu berjumlah 3 orang, 2 perempuan dan 1 laki-laki. Bapak itu di saat sukses, sangat sibuk mengurusi bisnisnya hingg sangat jarang pulang ke rumah. Saat pulang pun, Bapak tersebut tidak menemui anak-anaknya karena saat pulang anak-anaknya sudah tertidur lelap, atau Bapak itu sudah sangat lelah sehingga tidak sempat menemui anak-anaknya karena Bapak itu langsung istirahat, terlelap di tempat tidurnya. Untuk kebutuhan ekonomi anak-anaknya, Bapak itu sangat memperhatikan, berapa biaya sekolah, biaya les, privat dan sebagainya.
Kejadian ini berlangsung dengan waktu yang cukup lama, hingga anak-anaknya tumbuh dewasa. Sang Bapak hampir tidak pernah memeluk dan mencium anak-anaknya. Tidak ada transfer cinta dan kehangatan dari sang Bapak kepada anak-anaknya. Anak-anak yang sudah tumbuh dewasa, sudah sangat terbiasa dengan ketiadaan Bapaknya di rumah, tidak ada peluk cium, tidak ada teguran lembut, nasehat yang membatasi gerak gerik sang anak ataupun wejangan untuk bekal sang anak. Anak-anak tersebut tumbuh tanpa perhatian sang Bapak.
Anak-anak yang telah tumbuh dewasa kemudian menjadi orang-orang yang sukses mengikuti jejak Bapak mereka. Mereka pun kemudian larut dengan kesibukan pekerjaan dan urusan keluarganya masing-masing. Suatu saat, Ibu yang mengurusi mereka sejak kecil meninggal dunia, ini adalah pukulan yang sangat berat buat anak-anak yang sukses itu. Sepeninggal Ibu mereka, sang Bapak tetap dengan kesibukannya sebagai pengusaha yang sangat sukses, hingga suatu ketika dalam sebuah rapat, Sang Bapak tiba-tiba terjatuh. Bapak tersebut di bawah ke rumah sakit. Setelah menjalani berbagai pemeriksaan, diketahui Bapak tersebut mengalami stroke yang mengakibatkan separuh tubuhnya tidak bisa digerakkan. Di saat-saat seperti ini, anak-anak dari Bapak tersebut berunding, siapa yang akan menjaga Bapak mereka ketika Bapak tersebut sudah pulang dari rumah sakit. Ketiga anak tersebut mengaku bahwa saat ini mereka sangat sibuk dengan bisnisnya masing-masing, dimana saat ini bisnis mereka harus dijaga dengan baik. Tidak ada satupun anak yang menyanggupi untuk menjaga Bapak mereka. Muncul ide untuk mencarikan perawat atau pembantu untuk mengurusi Bapak mereka, namun tidak ada satupun yang punya waktu untuk mencari perawat atau pembantu yang tepat untuk Bapak mereka.
Akhirnya ketiga anak tadi sepakat, Bapak mereka akan di bawa ke panti jompo, karena mereka tidak usah pusing lagi memikirkan siapa yang akan merawat Bapak mereka, mereka tinggal membayar biaya perawatan Bapak mereka (buat anak-anak ini, uang bukan masalah). Akhirnya di bawalah Bapak itu ke Panti Jompo ini. Saat awal dititipkan, anak-anak Bapak tersebut masih sempat menjenguk, misalnya dalam satu minggu sekali. Kemudian menjadi semakin jarang, sebulan sekali, 3 bulan sekali hingga akhirnya seperti saat ini sudah hampir dua tahun anak-anaknya tidak pernah datang lagi. Biaya perawatan pun kini hanya ditransfer saja. Bapak tersebut selalu duduk menghadap pintu sambil melihat orang yang datang sebenarnya adalah Bapak tersebut selalu berharap bahwa orang yang datang melalui pintu tersebut adalah anak-anak dia.
Dua kisah di atas, membuktikan bahwa setiap perkataan, tindakan dan sikap kita merupakan sebuah investasi. Jika kita mengatakan suatu hal yang negatif maka suatu saat kita akan mendapatkan kata-kata negatif dari orang lain yang pernah kita lontarkan kata-kata negatif tersebut. Jika kita tidak pernah mencintai anak-anak kita dengan tulus, tidak pernah menyediakan waktu untuk bermain-main, mengajarkan suatu hal yang baru, menasehatinya sebagai bentuk perhatian kita terhadap mereka, maka anak-anak kita akan tumbuh dengan perasaan yang hampa, kosong dan tidak perduli dengan kita. Di saat kita membutuhkan mereka saat kita tidak bisa melakukan apa-apa sendiri, maka mereka akan tidak pernah ada di samping mereka.
Maka cintailah orang lain terutama anak-anak kita dengan tulus, jangan pernah berfikir negatif, lontarkan kata-kata yang positif, bangun perhatian dan kasih sayang, nasehati mereka jika mereka punya salah sebagai bentuk perhatian kita, peluk dan cium mereka supaya mereka bisa merasakan transfer kehangatan cinta yang tulus itu, sediakan waktu untuk bersama mereka, tumbuh bersama mereka..... maka mereka akan ada di saat kita membutuhkan mereka
Regards,
Nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 00:57 2 komentar
Aplikasi CT Scan Non Medis
Tadi pagi saat saya buka e-mail, saya mendapatkan e-mail dari Mas Heriyanto, Radiografer di RSUP Fatmawati yang mengirimkan artikelnya untuk ditampilkan di Tempat Nongkrong Radiografer se-Indonesia, wah tentu saya seneng banget kalo ada pengunjung blog yang mau berbagi ilmunya disini, namanya aja Tempat Nongkrong, siapa aja boleh berbagi di sini. Mau tahu artikelnya..... Non Medical CT Scan Applications Mungkin sehari-hari kita mengunakan CT Scan untuk tujuan penunjang diagnosa medis yang notabene berkaitan dengan seorang pasien. Namun ada beberapa aplikasi penggunaan CT Scan yang penulis lakukan yang mungkin atau tidak berhubungan langsung dengan pemeriksaan yang bertujuan mencari diagnosa suatu penyakit/medis. Gbr.1 . Gambar Selongsong pengaman yang berisi batu sebelum di scan. Demikian beberapa teknik atau aplikasi penggunaan CT Scan non medis yang penulis lakukan selain juga melakukan pemeriksaan rutin medis pada pasien-pasien yang memerlukan.
Aplikasi CT Scan Non Medis
Heriyanto, Radiografer RSUP Fatmawati Jakarta.
Diantaranya adalah :
1. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan benda-benda masa lampau atau fosil-fosil baik manusia, hewan, ataupun benda-benda lain.
2. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan mineral/batu-batuan yang berhubungan dengan eksplorasi minyak atau gas bumi.
1. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan fosil atau benda-benda masa lampau/prasejarah.
Fosil atau benda-benda prasejarah terkadang, bahkan sebagian besar sangat rapuh karena telah menjalani masa yang sangat panjang sebelum ditemukan. Pengunaan CT Scan untuk memeriksanya saat ini telah menjadi salah satu prosedur yang dapat diandalkan bahkan menjadi prosedur tetap.
Kegunaan CT Scan pada pemeriksaan fosil diantaranya adalah:
a. Merupakan salah satu teknik tidak merusak ( Non Destructive Technique ) dimana kita dapat melihat isi, bentuk, maupun lapisan bagian terluar maupun bagian dalam dari suatu bahan fosil dan dapat direkontruksi ulang dengan berbagai macam penggunaan filter/kernel yang berbeda atau tools post prosesing pada CT Scan. (misalnya suatu mummy yang terbungkus sarkofagus, kita dapat melihat bagian dalam mummy tersebut tanpa membuka bungkus sarkofagusnya sehingga ahli paleontologi dapat mengidentifikasinya, kemudian dapat kita perlihatkan tampilan MPR (Mutiplanar Recontructions); yang berguna melihat lapisan demi lapisan pada semua bidang potongan (axial,sagital maupun coronal), SSD/3D yang berguna untuk melihat bentuk 3D fosil tersebut baik gambaran superfisialnya maupun bagian dalam misalnya tulang-tulangnya, MIP , VRT dll).
b. Menyediakan data mentah (raw data) atenuasi sinar-x yang diterima oleh detektor CT Scan yang berguna sebagai bahan data yang akan digunakan untuk proses yang dinamakan Casting yaitu proses membentuk kembali fosil tersebut ke media lain melalui irisan sinar laser yang sangat presisi misalnya ke silikon/ hard plastic yang sangat mirip dengan aslinya baik bentuk, ukuran, detil permukaan bahkan bagian dalam suatu bahan fosil tersebut. Jadi seperti kita membuat tampilan 3D/SSD suatu obyek pada layar monitor CT Scan yang dapat kita perlakukan sebagai obyek 3 dimensi virtual, namun melalui proses casting ini, bentuk 3 dimensi tersebut dibuat menjadi benda nyata yang dapat disentuh, dikupas, dipotong-potong dsb. Sehingga penelitian benda purbakala/fosil tersebut dapat secara intensif dilakukan tanpa menyentuh benda aslinya (spesimen original), yang artinya seorang ahli purbakala dapat memotong, melihat bagian dalam tiruan fosil tersebut yang sama dengan spesimen original tanpa merusaknya.
Pada hal ini penulis berkesempatan memeriksa spesimen dari manusia Liang Bua atau yang saat ini ramai diperbincangkan sebagai Homo Floresiensis ( untuk lebih detilnya bisa googling dengan keyword “Homo Floresiensis” ) bekerja sama dengan Badan Arkeologi Nasional , Institut Smithsonian, dan beberapa universitas dan lembaga riset internasional, menyediakan terutama raw data yang sangat penting untuk analisa lebih lanjut.
Mengenai teknik dan protokol CT Scan yang digunakan sebenarnya sederhana dimana yang harus kita perhatikan adalah :
1. Irisan dibuat setipis mungkin menggunakan teknik spiral scan ( pada scanner multislice bisa menggunakan kombinasi slice thickness dan pitch ) sehingga raw data yang dihasilkan akan menghasilkan detil yang baik.
2. Penggunaan filter atau kernel adalah penggunaan filter yang mempunyai nilai serapan tinggi , namun tidak terlalu tinggi ( pada pasien biasa, kernel yang kita gunakan adalah yang untuk memperlihatkan antara jaringan lunak dan tulang-tulang ), karena umumnya fosil berupa padatan bahkan sudah menjadi batu sehingga penggunaan filter untuk memperlihatkan serapan rendah/jaringan misalnya tidak diperlukan.
3. Penggunaan KV dan mAS yang adekuat, karena fosil biasanya berupa padatan namun sebenarnya bersifat 'sponggy' (bukan batu dalam arti sebenarnya) sehingga KV dan mAS yang terlalu tinggi atau rendah tidak adekuat ( rentang antara 70-90 KV ).
4. Penguasaan teknik-teknik post prosesing pada CT Scan dimana kita dapat memperlihatkan on site beberapa versi gambaran pada obyek yang sama yang bisa saja menghasilkan konklusi berbeda dari sudut pandang ilmu arkeologi.
Galery
Gbr.1 Seorang ahli dari Smithsonian Institute (DR. M.W .Tocheri ) sedang mempersiapkan fosil untuk di Scan.
Gbr.2 Serius saat menyaksikan tampilan CT Scan di monitor ( ki-ka : Mr.Norton dari MDN, Thomas Sutikna dari Badan Arkeologi Nasional, Penulis, DR.M.W Tocheri, satu lagi lupa namanya, wakss )
Gbr.3 Bagian os. Femur Homo Floresiensis “the new celebrity in human nature hystory “
Gbr.4 Membuat data tambahan dari CR , pemotretan bagian mandibula fosil homo floresiensis. Yang akan digunakan kan sebagai bahan analisa gigi geligi yang menentukan keabsahan 'seorang' fosil apakah ia termasuk anggota keluarga manusia atau ia hanya seekor kera.
2. Penggunaan CT Scan untuk pemeriksaan mineral/batu-batuan yang berhubungan dengan eksplorasi minyak/gas bumi.
Pada pemeriksaan ini, dilakukan pemeriksaan CT Scan batu-batuan hasil pengeboran inti dalam (deep core) eksplorasi minyak atau gas bumi, dimana bongkahan batu/tanah hasil pengeboran yang terbungkus oleh selongsong pengaman di Scan untuk mengetahui kandungan dalam tanah/batuan tersebut apakah mengandung minyak , gas alam atau tidak.
Sama halnya dengan penggunaan CT Scan pada fosil, tujuannya adalah :
a. Merupakan teknik tidak merusak (NDT ) yang bisa digunakan untuk melihat isi selongsong pengaman yang berisi batu-batuan tesebut, karena untuk mendapatkan batu-batuan tersebut telah dihabiskan biaya yang cukup besar, baik dari proses ekspedisi ( pencarian), dan eksplorasinya yang belum memasuki tahap produksinya saja sudah mencapai kira-kira Rp 1 milyar untuk selongsong batu berukuran kurang dari 2 meter.
b. Menyediakan raw data penembusan sinar-x yang akan digunakan untuk pencitraan, pewarnaan, penghitungan dengan software tertentu yang akan menghitung, memperkirakan kualitas kandungan mineral dalam batuan-batuan tersebut yang dihitung dari nilai H.U (Hounsfield Unit) data scan yang telah dilakukan. Apakah layak untuk di eksplorasi lebih lanjut untuk memasuki tahap produksi pengambilan mimyak atau gas bumi di lokasi pengeboran tersebut atau dihentikan.
Penulis berkesempatan melakukan pemeriksaan ini bekerjasama dengan Lembaga Migas Departemen Pertambangan dan Energi.
Adapun protokol CT Scan yang dilakukan adalah :
1. Dibuat irisan secara sequensial, 1- 2 mm dimana dilakukan pemeriksaan pada proyeksi AP dan Lateral ( 0 dan 90 derajat ) atau gambaran proyeksi axial dan coronal dari selongsong tersebut, dimana daerah potongan ditentukan oleh seorang ahli geomineral yang mendampingi penulis saat scan berangsung.
2. Penggunaan filter atau kernel yang moderat ( tengah-tengah ) antara serapan rendah dan tinggi.
3. Penggunaan KV yang relatif tinggi ( sampai 130 KV ) karena jenis bahan adalah material padat/ batu.
Galeri
Gbr.2a. Proyeksi 0 derajat(axial) sebelum pewarnaan
Gbr.2.b. sesudah pewarnaan
Gbr.3a. Proyeksi 90 derajat sebelum pewarnaan
Gbr.3.b. sesudah pewarnaan
Semoga hal kecil ini bisa menambah wawasan kita semua, bahwa masih ada peluang yang bisa kita tawarkan kepada pengguna selain pemakaian alat CT Scan pada pemeriksaan yang bersifat medis.
Tulisan ini juga bisa dilihat di blog saya 'www.akuikilo.blogspot.com'
Data PenulisNama : HERIYANTO
Lulusan : APRO Dep.Kes Ri Jakarta Th. 1991
Workplace : INST.RADIODIAGNOSTIK & KED.NUKLIR RSUP FATMAWATI JAKARTA
Diposting oleh Nova Rahman Jam 15:36 0 komentar
Respon Komentar
Terima kasih buat pengunjung blog yang sudah memberikan komentarnya (teman-teman bisa lihat sendiri komentarnya). Dan hadiah nya sudah saya kirimkan ke e-mail masing-masing. Hadiahnya bagus banget lho, Wahyu aja bilang bagus banget hadiahnya, karena kebetulan katanya lagi belajar MRI. Kalo mau tahu hadiahnya, ini dia
MRI Basic Principles and Applications, 3rd
Pengarang : Mark A. Brown and Richard C. Semelka
Penerbit : A. John Wiley & Sons, Inc, Publication
Tahun Terbit : 2003
Jml Halaman : 265 Halaman
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 11:14 4 komentar
Pengunjung per Minggu
Teman-teman radiografer yang selalu setia nongkrong disini, saat ini saya mencoba menghitung berapa jumlah pengunjung blog selama satu minggu, caranya adalah dengan memberi komentar pada postingan ini. Teman-teman tinggal klik komentar dibawah postingan ini lalu isi alamat e-mail atau web nya, lalu ketik komentar apa aja. Dengan begini saya jadi tahu siapa saja yang biasa nongkrong disini
Mudah-mudahan teman-teman mau membantu saya dan langsung merespon ajakan saya ini. Oh ya buat yang ngisi komentar akan saya kasih hadiah berupa satu e-book radiologi yang menurut saya sangat bagus (makanya jangan lupa kasih e-mail saat memberikan komentarnya biar saya langsung kirim ke e-mail masing-masing)
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 14:25 80 komentar
KULIAH TAMU DI ATRO BAITURRAHMAH PADANG
Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Jum'at - Sabtu tanggal 27 - 28 Februari 2009, Kami mengadakan kuliah tamu di ATRO Baiturrahmah dengan materi Magnetic Resonance Imaging. Dosen tamu yang kami undang adalah Bapak Bambang Dwinanto, Dipl.Rad, S.Si, Radiografer dan Fisikawan Medik di RS Husada Jakarta. Selama dua hari tersebut banyak hal yang bisa kami dapat terutama buat mahasiswa ATRO Baiturrahmah Padang.
Pak Bambang memberikan materi dengan sangat baik mulai dari Aspek fisis MRI sampai dengan pemeriksaan MRI lengkap dengan protokol T1, T2, Flow, Flair dsb. Kami benar-benar senang karena yang memberikan materi MRI ini masuk dalam jajaran radiografer yang punya keahlian khusus untuk MRI.
Kami merasa kuliah kemarin sangat bermanfaat mengingat kami baru saja membeli MRI 1,5 Tesla yang saat ini sedang install di tempat kami, mudah-mudahan bisa langsung kami praktekan di sini
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 14:15 11 komentar
SEMINAR RADIOLOGI YOGYAKARTA
Pengurus Daerah Perhimpunan Radiografer Indonesia Daerah Istimiewa Yogyakarta kembali menggelar Seminar Radiologi, silahkan teman-teman baca sendiri, mungkin saja ada yang berminat..... “PELAYANAN BIDANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DARI ASPEK HUKUM DAN STANDARD PELAYANAN DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL” Acara tersebut di atas akan diadakan pada :
PARI Pengda DIY akan mengadakan Seminar Radiologi dengan tema
Hari, Tanggal : Sabtu-Minggu, 21 - 22 Maret 2009
Lokasi : Hotel Saphir Yogyakarta
MALIOBORO ROOM Lt 5 Hotel Saphir Yogyakarta, Jl. Laksda Adisucipto No. 38 Yogyakarta.
Dengan pembicara sebagai berikut :
a. Pelayanan Rumah Sakit Dalam Menghadapi Persaingan Global
Pembicara : Kepala Divisi Humas RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
b. Pelayanan Radiologi di Bidang Radiodiagnostik Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan
Pembicara : Ketua Pengda PARI DIY
c. Aspek Hukum Pelayanan Medis di Bidang Radiologi di Rumah Sakit dalam Menghadapi Persaingan Global
Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )
d. Perkembangan Pelayanan di Bidang Radiologi Imaging (Bone Densitometri)
Pembicara : Haryomo, AMR,DCT
e. Pelayanan di Bidang Radioterapi Ditinjau dari Aspek Standard Pelayanan
Pembicara : Tris Budiyono, S.Si, Fisika Medis Radioterapi RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
f. Perlindungan Hukum Tenaga Radiologi / Radiografer Dalam Mengantisipasi Persoalan Hukum atas Pelayanan Kepada Konsumen atau Pasien
Pembicara : Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )
g. Pemeriksaan Abdomen Atas dengan Modalitas USG
Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS
h. Pengembangan D-IV Teknik Radiologi Peminatan USG
Pembicara : Drs. Win Priantoro DMS
i. Pemberdayaan Profesi Radiografer dan Informasi TBR Terkini
Pembicara : H. Abdul Gamal, SKM, MK3
Tema tersebut diangkat mengingat kita (RADIOGRAFER) selalu masa bodoh atau mungkin tidak tahu masalah-masalah hukum dalam pelayanan kesehatan, oki mumpung ada pembicara seorang konsultan hukum sekaligus mempunyai background dulu sebagai radiografer (Dr. Agus Surono, SH, MH ( Dosen FH Universitas Al Azhar / Konsultan Hukum pada HMP & Partners Jakarta )..........mari kita belajar dari beliau bagaimana kiat-kiat kita menghadapi aturan-aturan hukum dalam pelayanan radiologi khususnya. Dan aspek penting yang harus diperhatikan oleh sebuah rumah sakit dalam menghadapi persaingan global dengan masuknya investor asing, yaitu permasalahan yang berkaitan dengan aspek standard pelayanan kepada pasien.
Mohon leaflet yang kami lampirkan dapat disebarluaskan ke semua Radiografer yang nongkrong di blog saudara, bila ada pertanyaan2 mengenai seminar ini dapat menghubungi panitia atau email saya probowaseso@yahoo.com
terima kash.
Wass. Wr.Wb
probowaseso
Buat teman-teman yang ingin mendapatkan leafleatnya silahkan download disini
Diposting oleh Nova Rahman Jam 13:58 1 komentar
JADWAL PPR TAHUN 2009
Karena ada permintaan dari pengunjung blog mengenai jadwal PPR selama Tahun 2009, maka kali ini saya akan posting jadwal PPR selama Tahun 2009 tersebut seperti yang diminta. Jadwal ini saya buat menurut sumber aslinya dari BATAN, mau tahu....
Berikut Jadwal PPR selama Tahun 2009



Penyelenggara Pelatihan : Pusdiklat-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Radiografi : PSJMN-BATAN
Penyelenggara Ujian Lisensi Proteksi Radiasi : BAPETEN
Catatan :
Pelatihan diselenggarakan dengan jumlah peserta minimal 20 orang
Biaya pelatihan dapat berubah jika terjadi perubahan tarif PNBP Pemerintah
Biaya pelatihan tidak mencakup :
Ujian Lisensi Radiografi dan Proteksi Radiasi
Konsumsi
Akomodasi dan Transportasi
Keterangan lebih lanjut dapat menghubungi
Pusdiklat BATAN
Telepon (021) 7659409; 7659410; Fax : (021) 75902845
Email: Pusdiklat@batan.go.idAlamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
Pusat Standardisasi Jaminan Mutu Nuklir (PSJMN) - BATAN
Telepon (021) 7562860 ext. 7304
BAPETEN
Telepon (021) 63858269-70, 6302164, 6302415, 6302485
Email: info@bapeten.go.id
Demikian informasi ini saya sampaikan
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 08:59 1 komentar
Paparan Radiasi Pada Kulit Untuk Semua Pemeriksaan
Belum lama ini saya mendapatkan e-mail dari ipey (Alen) Radiografer dari Jambi yang lumayan rajin nongkrong di sini, dia minta diposting-kan Dosis Radiasi untuk setiap pemeriksaan yang ada pada radiologi. Nah setelah saya periksa semua dokumen saya, Alhamdulillah ketemu dan kali ini saya posting Paparan Radiasi yang diterima oleh Kulit Pada Semua Jenis Pemeriksaan.... mau tahu....






Untuk melihat lebih jelas, silahkan klik kanan pada gambar, lalu klik pada tulisan open in new window, trus akan terbuka gambar dengan tulisan yang lebih jelas
Sumber : Medical Physics Review ke-36 di Andersen Air Force Base, Guam, USA Pada Tanggal 31 Mei 2005
Semoga Bermanfaat
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 22:03 0 komentar
Respon Biodata dan Foto Anggota
Setelah postingan terakhir saya mengenai Biodata dan Foto Anggota, ternyata langsung di respon oleh beberapa pengunjung blog. Pada postingan kali ini akan saya pasang Biodata dan Foto yang sudah masuk ke saya....mau tahu
Nama : Yusdar Andi
Lulusan : ATRO Depkes RI Jakarta lulusan tahun 1999
Tempat Bekerja : Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Mayjend HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara 
Nama : Tri Mugiono
Lulusan : ATRO ...... Tahun ......
Tempat Bekerja :Radografer PT RS Pelni
Jl. Aipda KS Tubun No. 92-94 Jakarta Barat. 0215480608, ext 1412/1415+(1).jpg)
Nama : Nur Asmaa Bt Mohd Salleh
Umur : 29 tahun
Bekerja di :Hospital Selayang, Gombak Selangor Darul Ehsan(hospital digital pertama
dimalaysia)
Skop tugasan : General x-ray, MRI, MSCT, Fluoroscopy,radiografi dewan bedah,dll
Nama : Putu Giu
Lulusan : ATRO Depkes Semarang th 2007
Institusi : Bali International Medical Center (BIMC) Hospital,Bali
Temen-temen yang belum bergabung masih mau ikutan, silahkan kirim Biodata dan fotonya ke nova_rahman@yahoo.com
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 13:36 1 komentar
Biodata dan Foto Anggota
Buat semua pengunjung blog terutama yang berprofesi sebagai Radiografer dan merasa belum terdaftar sebagai anggota milist atro community, silahkan isi alamat e-mailnya di kolom subscribe di sebelah kanan, lalu klik join now. Kemudian buat yang sudah merasa terdaftar di milist tetapi belum mengirimkan Biodata dan foto nya, silahkan kirim Biodata dan foto nya ke nova_rahman@yahoo.com untuk kita saling bersilaturahmi dan mengenal satu sama lain. Semoga teman-teman bisa segera mengirimkannya.
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 12:31 1 komentar
Termasuk Tipe Orang Yang Bagaimanakah Kita
Termasuk Tipe orang yang bagaimanakah kita, yang berdedikasi, yang peka terhadap lingkungan atau yang tanpa aturan. Test sederhana dibawah ini bisa memberitahu tipe yang bagaimanakh kita ini....mau tahu... Mari kita uji diri kita dengan test yang sangat sederhana
Lakukan kegiatan di bawah ini dengan spontan, sehingga tidak ada rekayasa dalam melakukan kegiatan di bawah ini
1. Satukan kedua tangan Anda bersama seperti hendak berdoa/memohon. Lihatlah tangan Anda. Jika Anda melihat :
Ibu Jari kiri di bawah Ibu Jari Kanan ---> Left Brain
Ibu Jari kanan di bawah Ibu Jari Kiri ---> Right Brian
2. Lipat Kedua lengan Anda seperti Anda sedang marah. Jika Anda melihat
Lengan Kanan di atas Lengan Kiri ---> Left Brain
Lengan Kiri di atas Lengan Kanan ---> Right Brain
Berdasarkan 1 & 2 (sesuai urutan),
RIGHT - LEFT
Considerate, traditional, indirect type
Dapat secara insting membaca emosi orang lain, dan meresponnya. Mudah berteman secara alami. Meskipun bukan tipe orang yang maju ke depan untuk memberikan inisiatif, namun orang tipe ini akan selalu bersedia dalam mendukung orang yang lain. Kepribadian stabil dan tenggang rasa, memberi perasaan aman pada orang lain. Tetapi kelemahan orang tipe ini adalah mereka tidak bisa mengatakan tidak bagaimanapun sebenarnya tidak mau, mereka akan selalu membantu orang lain.
RIGHT- RIGHT
Loves challenges type
Berkata to the point. Saat dia mempunyai keinginan terhadap sesuatu, dia akan berusaha untuk segera mewujudkannya. Penuh dengan curiga dan cinta tantangan. Berani untuk menghadapi bahaya tanpa memikirkan dulu akibatnya (kadang terkesan tidak perduli). Kelemahan orang tipe ini adalah mereka tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, hanya akan mendengar apa yang ingin di dengarnya saja dan itupun sangat subyektif. Namun karena sikapnya yang to the point itulah mereka cenderung dikenal orang lain
LEFT - LEFT
Dedicated, cold, perfectionist
Sangat berdasarkan logika di segala aspek. Mereka hanya akan dikalahkan oleh orang lain yang mempunyai alasan lebih masuk akal menurutnya. Harga dirinya begitu sangat tinggi dan memiliki perasaan yang kuat mengenai pekerjaan yang benar. Jika Anda memiliki teman seperti ini, mereka akan sangat bisa dipercaya. Namun jika mereka adalah saingan Anda maka akan sangat sulit berunding dengan mereka. Dikarenakan mereka termasuk tipe pencinta kesempurnaan (perfectionist) mereka biasanya terkesan sulit untuk diajak bicara saat pertama kali bertemu
LEFT - RIGHT
Likes to take care of others, leader type
Memiliki kemampuan melihat dengan sangat baik situasi yang ada, sangat mengerti apa yang orang lain butuhkan. Dikarenakan sifatnya yang tenang secara alami dan memiliki kepekaan yang kuat akan lingkungan sekitarnya, mereka cenderung untuk menjadi pemimpin dalam suatu kelompok. Namun terkadang, orang seperti ini tidak bisa mengurus dirinya sendri karena dia ingin mengurus orang lain meskipun jumlah yang diurus sangat banyak. Sangat memperhatikan bagaimana pandangan orang lain terhadapnya dan selalu waspada.
semoga bermanfaat
sumber : AIM Training in US, May 8, 2007
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 09:32 0 komentar
Beberapa kasus cardiovascular yang bisa dilihat dengan menggunakan CT Scan 64 Slice dan Dual Source CT Scan
Benar-benar sudah canggih ya zaman, sekarang sudah muncul CT Scan terbaru 64 slice dan Dual Source CT Scan. Belum lama ini saya buka-buka buku Multi Slice CT Scan dan Dual Source CT Scan, saya dapatkan disitu banyak gambar-gambar hasil CT Scan terutama yang 64 slice dan Dual Source yang menurut saya sudah ngga lagi menunjukkan cross sectional anatomy, tapi sudah real 3D dan berwarna lagi. Pada kesempatan ini saya coba berbagi sama pengunjung blog mengenai beberapa kasus cardiovascular yang bisa dilihat dengan menggunakan CT Scan 64 slice dan Dual Source, mau tahu....... Saat ini teknologi CT Scan sudah sampai pada 64 slice dan Dual Source CT Scan (menggunakan dua tube x-ray di dalam gantry). Banyak kasus terutama kasus pada cardiovaskuler yang bisa dengan mudah dipecahkan dengan menggunakan teknologi terbaru ini, apalagi ketika rekonstruksi gambarnya dibuat 3D coloured, mungkin dokter ahli jantung atau bahkan dokter umum ataupun radiografer yang hafal mengenai anatomi fisiologi jantung dan pembuluh darah bisa mengetahui langsung diagnosa pasien dengan melihat image yang dihasilkan oleh CT Scan 64 slice dan Dual Source CT Scan ini.
Bukti keunggulan dari CT Scan 64 slice dan Dual Source ini diantaranya adalah pada image di bawah ini :
Gambar di samping adalah gambar dari pemeriksaan Whole-body CT angiography dengan menggunakan Dual Source CT Scanner dengan aplikasi protokol tanpa ECG. Scan parameternya adalah sebagai berikut : 0.6-mm collimation, 0.33-s rotation time, pitch 1.5, 120 kV dan 550-mA arus tabung untuk masing-masing tube x-ray. Keseluruhan tubuh yang panjangnya 200 cm dapat dilakukan dengan sekali scan hanya dalam waktu 23 detik dan ditampilkan dengan VRT (Volume Rendering Technique) – bagian yang berwarna dan MIP (Maximum Intensity Projection) – bagian yang hitam putih (courtesy of Erlangen University, Germany and Grosshadern Clinic, University of Munich, Germany)
Di bawah ini akan coba saya tampilkan beberapa kasus cardiovascular yang dibuat oleh CT Scan 64 slice dan Dual Source CT dengan rekonstruksi 3D VRT
Gambar di samping adalah image CT angiography dari arteri karotis dan circum willis. Dibuat dengan menggunakan CT Scan 64 slice. Scan parameternya adalah sebagai berikut : 120 kV, 150 effective mAs, 0.6-mm collimation, 0.375-s gantry rotation time, pitch 1.4, scan time 6 s for 350-mm scan range. Panah pada gambar menunjukkan adanya beberapa stenosis pada arteri karotis (courtesy of the University of Erlangen, Germany)
Gambar di samping adalah gambar dari pemeriksaan CT angiography pada pasien dengan keluhan nyeri dada. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan CT Scanner 64 slice dengan 0.6-mm collimation dan 0.33-s rotation time. Panah pada gambar di samping menunjukkan adanya stenosis tingkat tinggi (high-grade stenosis) pada bagian proximal dari arteri coronari descending kiri atas (left anterior descending coronary artery)
(Courtesy of MUSC, Charleston, USA)
Gambar di samping adalah gambar yang diambil dengan menggunakan CT Scan Dual Source, namun hanya satu tube x-ray saja yang digunakan. Scan Parameter nya adalah sbb : 0.5-s rotation time, 0.6-mm collimation, 0.75-mm slice width dan pitch 1.2. Pada gambar disamping tampak putusnya aliran darah arteri femoralis (run-off aortic) akibat kecelakaan pada pasien tersebut. ( Courtesy of University Hospital, RWTH Aachen University
Gambar di samping diambil dari pasien laki-laki berusia 57 tahun yang masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada mendadak. Pada ECG, tidak menunjukkan adanya myocardial ischemia. CT Scan diambil dengan contrast-enhanced, scan parameter 0.6-mm collimation dengan total scan 21-s. Dari gambar tampak pasien mengalami emboli pulmonari akut (acute pulmonary embolism). Inilah yang menyebabkan pasien mengalami nyeri dada mendadak.
Seorang laki-laki berusia 52 tahun, perokok 25 pak per tahun masuk ke IGD dengan keluhan nyeri dada mendadak. Pada Gb. A Dilakukan pemeriksaan CT Scan Angiography Thorax dengan rotation time 330 ms. Hasilnya tampak pasien mengalami emboli pulmonari akut (acute pulmonary embolism). Inilah yang menyebabkan pasien mengalami nyeri dada mendadak. Gb. B Rekonstruksi di fokuskan pada arteri coronari. Hasilnya tampak pasien mengalami diffuse atherosclerotic disease. Gb. C Dibuat MIP (Maximum Intensity Projection) pada RAO (Right Anterior Oblique) yang diarahkan ke LAD (Left Anterior Descending coronary). Hasilnya tampak terdapat atherosclerotic plaque di daerah inferior, pada dinding anteromedial dari LAD. Plaque tersebut menyebabkan kerusakan kecil dan terdiri dari non-calcified jaringan yang berdekatan sampai calcified nodule. Gb. D Analisis dari rekonstruksi dinding paru dari keseluruhan rongga dada. Hasilnya tampak Ca squamous-cell pada lobus kiri atas dari paru.
Bagi yang ingin artikel ini dalam betuk PDF silahkan download disini
semoga bermanfaat
regards,
nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 09:56 1 komentar
SURVIVE
Teman-teman sekalian, sudah lama juga ya saya ngga posting. Saya akhir-akhir ini banyak program yang harus saya selesaikan secara simultan. Pada posting kali ini saya mencoba membuat esei mengenai SURVIVE. Ini mungkin esei terpanjang tanpa gambar yang pernah saya buat, mudah-mudahan bermanfaat..... Survive Pernah mendengar kata survive atau bertahan hidup? Kata survive hanya bisa kita temukan pada orang-orang yang telah mengalami banyak rintangan dalam hidupnya kemudian orang tersebut mampu melewati itu semua dan menjadikan orang tersebut sangat matang dalam berpikir, selalu mempunyai perhitungan yang tepat dalam melangkah dan selalu mempunyai jalan keluar dari rintangan-rintangan baru yang dihadapinya kemudian.
By Nova Rahman
Kata-kata survive tidak ditemukan pada orang-orang yang tidak mempunyai rintangan atau tantangan dalam hidupnya. Orang yang selalu mencari jalan aman dalam menjalani hidup ini tidak akan pernah matang dalam berpikir, tidak mempunyai perhitungan yang tepat dalam melangkah dan kesulitan menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.
Jepang, adalah negara yang penduduknya paling banyak mengkonsumsi ikan segar. Orang Jepang tahu betul bedanya ikan segar dengan ikan yang sengaja dibuat segar melalui alat bantu. Ketika kebutuhan akan konsumsi ikan segar ini meningkat, para nelayan Jepang akhirnya melakukan ekspansi pencarian ikan hingga Jauh ke negara lain. Hasil tangkapan karena ekspansi ini terbilang cukup banyak sehingga konsumsi akan ikan segar bisa terpenuhi di Jepang.
Namun muncul masalah baru, ternyata ikan segar yang begitu banyak ditangkap, banyak yang mati ketika sampai ke Jepang karena perjalanan yang sangat jauh. Orang Jepang tahu kalau ikan yang mereka makan bukan lagi ikan segar sebab selama ini mereka telah terbiasa merasakan daging ikan yang segar. Setelah dipikirkan mengenai masalah ini, para nelayan Jepang membuat lemari pendingin dalam kapal-kapal mereka sehingga setiap mereka menangkap ikan mereka langsung memasukannya ke dalam lemari pendingin dengan harapan ikan-ikan tersebut masih dalam keadaan segar ketika sampai Jepang karena proses pembusukan terhenti akibat pembekuan di lemari pendingin.
Ketika ikan yang telah dibekukan ini dikonsumsi oleh orang Jepang, mereka langsung tahu bahwa ikan ini juga telah mati karena pembekuan. Meskipun dagingnya tidak mengalami pembusukan, namun orang Jepang tahu kalau ikan ini sudah tidak segar lagi. Akhirnya para nelayan Jepang mencari cara lagi untuk mengatasi hal ini. Kemudian para nelayan Jepang membuat kolam-kolam penampungan ikan di kapal-kapal mereka. Setiap mereka menangkap ikan, mereka masukan ke dalam kolam-kolam penampungan dengan harapan ikan-ikan tersebut masih dalam keadaan hidup ketika sampai di Jepang. Namun yang terjadi adalah ketika sampai Jepang, ikan-ikan tersebut banyak yang mati. Hal ini belum diketahui penyebabnya, yang paling mendekati analisanya adalah ikan-ikan tersebut banyak yang mati karena jumlah ikan-ikan tersebut di dalam kolam penampungan terlalu banyak. Namun analisa ini kemudian di bantah oleh beberapa nelayan Jepang, mereka mengatakan bahwa rasio jumlah ikan dengan kolam penampungan masih cukup artinya masih ada space (ruang) bagi ikan untuk berenang.
Masalah ini kemudian di analisa lagi. Kemudian ada orang ahli di Jepang yang mengatakan bahwa banyak ikan yang mati di dalam kolam penampungan dikarenakan ikan-ikan tersebut tidak tertantang untuk tetap hidup sehingga banyak ikan yang mati. Pernyataan ini tentu saja membuat banyak orang mengerutkan keningnya apa mungkin benar analisa seperti itu. Sang ahli yang memberikan pernyataan tadi kemudian menyarankan kepada para nelayan Jepang agar memasukkan 2-3 ikan Hiu di setiap kolam penampungan. Para nelayan Jepang agak tercengang dengan saran ini, mereka berpikir bisa-bisa ikan yang sampai ke Jepang jumlahnya tinggal sedikit akibat dimakan oleh Hiu yang ditempatkan di dalam kolam penampungan. Namun para nelayan Jepang tetap mau mencoba saran yang diberikan ini, sehingga di tempatkanlah 2-3 ikan Hiu di dalam kolam penampungan.
Setiap ikan yang ditangkap, dimasukkan ke dalam kolam penampungan yang didalamnya terdapat ikan Hiu. Begitu para nelayan ini selesai menjalankan tugasnya dan kembali ke Jepang, alangkah terkejutnya mereka. Para nelayan Jepang mendapati jumlah ikan yang mereka tetap jumlahnya hanya berkurang sedikit namun semuanya hidup !
Ternyata ikan Hiu hanya memakan sedikit dari ikan-ikan yang berhasil ditangkap tadi. Sebagian besar ikan tertantang untuk tetap hidup agar tidak dimakan oleh ikan Hiu. Selama perjalanan membawa ikan dari tempat yang jauh menuju Jepang, ternyata telah terjadi sebuah proses yang alami dimana ikan-ikan yang ditangkap secara naluri mereka berusaha menghindari ikan Hiu yang ingin memakan mereka. Ikan-ikan ini selama perjalanan, telah menemukan cara bagaimana caranya menghindari ikan Hiu. Mereka belajar dari ikan-ikan lain yang telah gagal menghindari ikan Hiu dan akhirnya menjadi santapan ikan Hiu.
Teman-teman tahu, hal yang saya ceritakan di atas sebenarnya juga terjadi pada kehidupan manusia. Ketika manusia merasa terancam, dihambat, tidak mendapatkan kebebasan, banyak rintangan dalam hidupnya, di zalimi, direndahkan, ditekan dan masih banyak perlakuan yang sifatnya rintangan hidup, ternyata manusia malah mampu menemukan cara yang tepat untuk keluar dari segala rintangan hidup. Berapa banyak pemimpin dunia yang muncul akibat tekanan hidup yang begitu hebat sehingga membuatnya berpikir bagaimana cara mengatasi tekanan tersebut. Akhirnya terjadilah proses panjang pematangan berpikir yang membuahkan seorang manusia yang menunjukkan kelasnya. Orang-orang yang tidak pernah tertantang atau memilih menghindari tantangan tersebut cenderung tidak muncul sebagai manusia yang mudah putus asa, mudah menyerah. Banyak orang-orang disekitar kita yang selalu mencari jalan aman dan menghindari tantangan hidup. Orang seperti ini akan mempunya grafik kehidupan yang flat (datar). Tidak ada fluktuasi (naik turun) pada grafik kehidupannya. Mungkin ketika kita membandingkan dua grafik antara yang flat dengan yang fluktuatif, maka kita bisa lihat bahwa grafik yang flat cenderung membosankan untuk dilihat sedangkan grafik yang fluktuatif cenderung menyenangkan untuk dilihat dan selalu muncul rasa ingin tahu, naik atau turunkah grafik berikutnya. Dalam dunia medis, jika kita melihat grafik dari monitor untuk pasien yang biasa ditempatkan di ruang ICU (Intensive Care Unit), maka grafik yang fluktuatif menunjukkan adanya tanda kehidupan pada pasien, sedangkan grafik yang flat berarti menunjukkan tidak adanya lagi tanda kehidupan pada pasien tersebut alias pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia. Jika dalam kehidupan ini kita lebih memilih menghindari masalah dibanding menghadapi masalah tersebut kemudian menyelesaikannya, maka berarti kita lebih memilih grafik yang flat tadi. Itu berarti kita lebih memilih mati dalam kehidupan kita sendiri.
Essei ini saya buat karena terinspirasi setelah saya melakukan pembicaraan dengan Ibu Hj. Maizarnis (Istri dari H. Amran St. Sidi Sulaiman, Ketua Yayasan Pendidikan Baiturrahmah, Padang). Beliau menceritakan bagaimana sulitnya melakukan praktek untuk Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baturrahmah di Sumatera Barat (nagari tercinta). Beliau menceritakan kepada saya bagaimana hambatan tersebut sengaja dibuat oleh Fakultas Kedokteran dari Universitas Negeri yang ada di Padang dengan tujuan agar hanya ada satu Fakultas Kedokteran di Sumatera Barat. Saya masih ingat ketika membaca Biografi dari H. Amran St. Sidi Sulaiman, yaitu mengenai hambatan ini ketika beliau sudah mulai menyatakan ingin mandiri mengurus Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Ketika beliau dihambat seperti ini, beliau justru mempunyai cara untuk keluar dari hambatan ini, beliau pergi ke Sumatera Utara dan menjajaki kerjasama dengan orang-orang disana. Ternyata beliau mendapat sambutan yang begitu luar biasa dan akhirnya beliau bisa melakukan kerjasama dan akhirnya sampai sekarang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah melakukan praktek di Sumatera Utara. Bahkan pada wisuda ke 34 yang baru saja dilakukan, Direktur RS Dr. Pirngadi Medan, menyatakan telah memilih Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah sebagai Fakultas Kedokteran yang utama yang melakukan praktek di RS tersebut.
H. Amran St. Sidi Sulaiman telah menunjukkan kelasnya, ketika beliau dihambat di nagari nya sendiri, beliau malah tertantang untuk mencari solusi untuk masalah ini. Beliau malah bertambah besar akibat tantangan ini. Tetap semangat Pak Haji.....
Buat Para penghambat.....
Saya masih ingat pesan yang diberikan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tahun 1999, beliau adalah DR. Otto Iskandar. Beliau mengawali ceritanya dengan sebuah nasehat kepada saya (waktu itu saya baru aja lulus ATRO tahun 1998), beliau bilang ”Nova, nanti kalau kamu sudah jadi dosen kamu jangan sekali-kali menghambat mahasiswa kamu untuk lulus. Jangan kamu hambat mahasiswa kamu untuk sukses dan jangan kamu hambat mahasiswa kamu karena dia lebih pintar dari kamu, karena bisa jadi mahasiswa yang kamu hambat itu suatu saat menjadi orang besar yang akhirnya tidak memberikan keuntungan apapun ketika kamu membutuhkan bantuan dari dia” Lalu DR. Otto mengisahkan mengenai kawannya yang seorang dosen. Saat itu dosen tersebut masih S2 dan mengajar di S1. Salah seorang mahasiswa dari dosen tersebut ternyata memiliki kepandaian yang melebihi dosennya. Dosen tersebut tidak menyukai hal ini hingga dosen tersebut berusaha menghambat kelulusannya dengan tidak meluluskan mahasiswa tersebut pada mata kuliah yang dia ampu. Waktu terus berjalan hingga akhirnya mahasiswa tersebut akhirnya bisa juga menyelesaikan S1-nya dengan waktu 7 tahun ! Bayangkan 7 tahun mahasiswa pandai tersebut menyelesaikan S1-nya dimana mahasiswa pandai lainnya mungkin bisa menyelesaikan hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Waktu terus bergulir, sang mahasiswa pandai ini ternyata langsung mengambil S2. Karena kepandaiannya, mahasiswa tersebut mampu menyelesaikan S2 kurang dari 2 tahun. Waktu kembali berjalan, sang mahasiswa pandai tadi mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S3. Sekali lagi berkat kepandaiannya, mahasiswa tersebut juga mampu menyelesaikan Program S3 nya dalam waktu kurang dari 2 tahun. Setelah selesai, mahasiswa pandai tadi bergabung di Program Pasca Sarjana menjadi dosen di sana.
Masih ingat dengan dosen yang menghambat mahasiswa pandai ini?
Dosen tadi akhirnya melanjutkan pendidikannnya ke jenjang S3. Dosen tersebut masuk ke Program Pasca Sarjana. 2 tahun berlalu, dosen ini ingin merampungkan S3 nya dengan membuat desertasi. Setelah melalui proses di Program Pasca Sarjana, akhirnya dosen yang sedang mengambil S3 itu pun mendapatkan dosen pembimbing yang cocok untuk desertasinya. Suatu hari sang dosen tersebut mendapatkan panggilan untuk menghadap dosen pembimbingnya untuk membicarakan mengenai desertasi sang dosen ini. Kemudian sang dosen menemui dosen pembimbing untuk desertasinya. Dihadapan sang dosen tadi duduk seorang dosen bergelar DR yang kelihatannya masih muda. Sang dosen tadi kemudian dipersilahkan duduk oleh dosen pembimbingnya, sambil memegang proposal desertasi yang dibuatnya. Dosen pembimbing tersebut membuka pembicaraan dengan sang dosen dengan pertanyaan yang membingungkan sang dosen. “Maaf, apa Bapak masih mengenal saya?” Sang dosen pun menjawab sambil menggaruk kepalanya “Maaf Pak, apa kita pernah bertemu sebelumnya” Lalu dosen pembimbing itupun melanjutkan pembicaraannya “Baiklah jika Bapak tidak ingat dengan saya, saya coba bantu membuka ingatan Bapak. 12 tahun yang lalu Bapak mempunyai seorang mahasiswa yang karena Bapak tidak menyukainya, Bapak menghambat kelulusannya hingga akhirnya dia menyelesaikan S1 nya dengan waktu yang cukup lama, 7 tahun. Bapak tahu dimana mahasiswa itu sekarang?” Sang dosen dengan mulut menganga sambil mengingat-ingat 12 tahun yang lalu menjawab “Maaf, saya ingat tapi saya lupa wajahnya dan saya tidak tahu dimana dia sekarang, bagaimana nasibnya sekarang”. Lalu dosen pembimbing muda itu menghela nafasnya dan berkata dengan lembut namun tegas “mahasiswa malang itu saat ini sedang duduk dihadapan Bapak, saat ini dia sudah bergelar DR dan menjadi dosen pembimbing Bapak” Sang dosen itupun kaget dan rasanya ingin copot jantungnya mendengar itu. Sang dosen tidak menyangka mahasiswa yang 12 tahun lalu dia hambat kelulusannya kini duduk dihadapannya dengan gelar DR dan menjadi dosen pembimbingnya. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu sang dosen pun merasakan hambatan yang sama. Sang dosen tadi menyelesaikan S3 nya dengan waktu yang cukup spektakuler, 12 tahun. Waktu yang sama yang telah ditempuh dosen pembimbingnya, buah dari kesalahannya di masa lalu, menghambat seseorang untuk sukses
Sejak saat itu, saya selalu mengingat pesan dan cerita yang disampaikan oleh DR. Otto . Saya tidak pernah mau menghambat mahasiswa saya meskipun saya kadang tidak menyukainya (bukan karena pandai tapi karena sifatnya), saya mencoba memberikan yang terbaik buat mahasiswa, dan saya sangat bangga jika ada mahasiswa saya yang lebih pintar dari saya, bukannya malah benci dan menghambatnya.
Regards,
Nova
Diposting oleh Nova Rahman Jam 08:36 1 komentar